Cried

10 1 0
                                        

Waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi, tapi Youra sudah sibuk di ruang keluarga dengan laptop yang sudah menyala. Terlihat Youra yang beberapa kali mengetikkan sesuatu di ponselnya, lalu pandangannya beralih pada laptop. Disana, pada layar laptop sudah menunjukkan grafik pertumbuhan dengan beberapa keterangan di bawahnya. Satu jam yang lalu, Seohee tiba-tiba saja meneleponnya dengan suara panik. Dia meminta tolong pada Youra untuk memeriksa satu file yang akan di presentasikan pada rapat pagi ini. Seohee bilang ada yang aneh dengan isi filenya, namun dirinya tidak tahu dimana letak kesalahannya.

Youra yang memang lebih memahami dan menguasai materi ini tentu saja bersedia membantu. Toh hari ini dirinya tidak melakukan hal apapun. Hanya bantuan kecil tidak juga tidak akan memiliki pengaruh banyak pada masa liburannya.

"Seojin pasti akan sangat terkejut jika mengetahui hal ini. Aku jadi merasa beruntung karena bukan aku langsung yang memegang file ini. Pasti beda urusannya jika itu aku."

Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk merevisi beberapa kesalahan. Selanjutnya, Youra kembali mengirim file yang sudah selesai dia garap. Semoga ini bisa sedikit membantu masalah Seohee. Setelah memastikan semuanya, Youra merebahkan diri pada punggung sofa. Hari ini dirinya tidak memiliki kegiatan apapun, hanya memanjakan diri, mungkin hingga nanti malam hanya merebahkan tubuh. Youra terlalu malas melakukan kegiatan di luar rumah.

Youra menoleh ke arah samping, seseorang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya saat ini. Sejak kapan? Youra membenarkan posisinya dan menatap ke arah seseorang yang ternyata adalah Sakuya. Pemuda itu berdiri dengan canggung dengan kedua tangan yang memegang sebuah nampan.

"A....ap...apakah aku mengganggu?"

Gemas sekali. Youra hampir saja ingin menggigit pipi Sakuya yang merona karena gugup. Youra ingin sekali menggodanya, tapi Sakuya nanti malah akan semakin takut padanya. Kejadian beberapa bulan lalu berhasil membuat anak itu menjaga jarak yang lumayan jauh dengannya. Memang bukan kesalahan Sakuya, tapi Youra yang melantangkan kalimat jika diriya tidak menerima keberadaan orang asing di rumah ini. Karena kalimat itu pula, Youra bertengkar hebat dengan Yeona dan berakhir Youra mendapatkan tamparan di pipi kirinya.

Youra menggeser beberapa barang yang berserakan di atas meja kaca, memberi ruang pada nampan yang akan Sakuya berikan padanya. Sakuya yang mengerti dengan isyarat Youra langsung tersenyum kecil dan meletakkan nampan yang tengah dia bawa. Ada puding cokelat, susu hangat dengan aroma vanilla serta camilan ringan. Usai meletakkan nampan, Sakuya berniat meninggalkan tempat itu namun langkahnya tertahan saat mendengar suara Youra.

"Tidak ingin menemaniku?"

Menemani?

Sakuya masih memunggungi Youra karena dari arah jauh ada Yeona yang tengah memperhatikan interaksi keduanya, memberi isyarat pada Sakuya untuk menuruti ucapan Youra.

"Apa tidak mengganggu?" dengan gerakan pelan, Sakuya berbalik dan menatap Youra dengan takut.

"Aku sudah selesai dengan pekerjaanku, lagi pula aku sedang bosan. Tapi jika kau sibuk, kau boleh pergi."

"A....aku tidak sibuk." Sakuya menjawab dengan cepat, terlalu cepat malah.

Youra tidak bisa menyembunyikan senyumannya, gadis itu menggeser tubuhnya dan menepuk-nepuk bekas duduknya, mengisyaratkan pada Sakuya untuk duduk di sampingnya. Namun Sakuya masih tampak ragu, anak itu sepertinya begitu takut dengan keberadaan Youra, tapi juga bernyali besar karena berhasil membuat Youra mengalihkan atensinya.

"Aku tidak akan menggigitmu, adik kecil."

Baik Sakuya maupun Yeona yang secara diam-diam masih memperhatikan dari jarak jauh tentu saja terkejut dengan Youra yang menyebutkan kata 'adik kecil'. Souta harus tahu peristiwa ini, sayang sekali suaminya itu sudah pergi bekerja. Sedangkan Sakuya seketika tersenyum lebar, menghampiri Youra dengan bersemangat. Secara tidak langsung, Youra sudah memberikan ruang tersendiri untuk bisa ditempati oleh Sakuya.

Crossroads in Your HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang