(Tahun-tahun bersama dengan Min Yoon)
Min Yoon, pemuda yang seperti alergi senyum itu baru saja selesai dengan kelas Manajemen. Dengan ransel di punggung dan satu buku setebal ensiklopedia di tangannya. Lorong kampus terlihat lengang, mungkin karena kelasnya saja yang baru selesai. Yoon seharusnya berjalan santai sebelum akhirnya seseorang dengan sangat tiba-tiba menariknya kuat dan memaksanya untuk ikut berlari. Kejadiannya teramat cepat sampai membuat Yoon menjadi orang paling idiot dalam hitungan detik. Selain memaksa berlari, seseorang yang tidak diketahui namanya itu menyeretnya ke dalam lorong yang lebih kecil dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng. Hingga segerombolan orang atau mungkin adik tingkat Yoon datang tergopoh-gopoh dengan membawa banyak map berbagai warna.
"Kemana perginya bocah sialan itu?"
Ajaibnya, keberadaan Yoon seperti tidak berarti karena di menit selanjutnya gerombolan yang mirip dengan lebah pekerja itu segera pergi. Menyisakan Yoon dan seseorang yang saat ini tengah memeluk tubuhnya.
"Sudah sunyi?"
Seseorang yang ternyata perempuan itu melongok dari balik badan Yoon, mengintip dengan takut, memicingkan kedua manik kembarnya seperti tengah memastikan sesuatu. Saat merasa dirinya sudah aman, barulah dengan wajah polos, gadis itu mendongak ke atas. Betapa terkejutnya dia saat menyadari jika tangannya salah menyeret orang. Spontan langsung mendorong Yoon untuk menjauh, Yoon terkejut hingga kedua kakinya terjerembab dan menyebabkan dirinya kehilangan keseimbangan. Panik, tanpa sadar Yoon menarik tangan gadis itu, berniat untuk mencari pegangan agar terhindar dari hal yang memalukan.
Tapi apa daya karena semesta memiliki skenario terbaik yang tidak akan mudah untuk ditolak. Keduanya jatuh, dengan badan Yoon yang menjadi tumpuan dan sang gadis berada tepat di atasnya. Juga bonus dengan kedua bibir yang saling bertaut, hanya menempel tapi semburat rona merah langsung menjalar di wajah Yoon.
Waktu seakan terhenti, tidak ada gerakan, hanya kedipan mata sang gadis yang berhasil membuat Yoon sadar dengan cepat. Tanpa ragu, mendorong nya dan membuat gadis itu mengerang kesakitan.
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku? Berkacalah... kau yang menyeretku hingga kemari... jangan berlagak sebagai korban... dasar gila!"
"K...kau.."
"Apa?"
"Kau keterlaluan."
Gadis ber-name tag Jung Youra itu terisak kecil, sejujurnya Youra ketakutan saat menyadari jika lawannya kali ini adalah kakak tingkat yang kemungkinan ada di semester 6. Sedangkan dirinya baru menginjak semester dua. Jadi untuk melindungi diri, Youra akan berpura-pura menjadi korban. Sisanya akan menjadi urusan nanti, yang terpenting sekarang dirinya harus bisa bebas dari manusia kasar di depannya ini.
"Kau juga sama, menarikku tanpa permisi. Menjadikanku tameng lalu mendorongku tanpa ampun."
"Hweeeee......"
Youra langsung menangis, membuat Yoon panik karena gadis di depannya ini benar-benar menangis, terbukti dari kedua manik kembarnya yang berhasil menciptakan sungai kecil.
"Kenapa jadi kau yang menangis?"
Youra tidak akan menjawab dan akan terus melindungi diri dengan cara melakukan drama menangis. Harus bisa bertahan sampai pria di depannya ini lengah dan dirinya bisa melarikan diri.
Lagi.
Entah keberanian dari mana yang Yoon dapat, pria itu tanpa ragu segera menyeret Youra dan membawanya pergi ke suatu tempat. Bibir kecil tapi berisik milik Youra berhasil dibekap dengan tangan kekar milik Yoon. Hingga sampai di sebuah taman kecil di belakang kampus, barulah Yoon melepaskan bekapannya.
"Jangan mencoba untuk kabur atau aku akan membunuhmu, bocah. Kau pikir aku akan tertipu dengan akal-akalanmu tadi?"
Tamatlah sudah riwayatnya hari ini, kaki Youra melemas seketika. Baru kali ini dirinya tidak bisa kabur meski sudah melakukan akal bulus. Youra sudah menghentikan tangisannya dan berganti menjadi mimik wajah tegang menyedihkan.
"Jadi?"
Yoon sudah melipat kedua tangannya, bersandar pada pohon yang lumayan besar, menatap angkuh pada gadis penyebab keonaran beberapa saat yang lalu. Dirinya menuntut penjelasan sebelum memutuskan hukuman apa yang pantas Youra terima.
"Saya kira Senior adalah teman angkatan saya, ja...jadi saya tidak ragu untuk menarik tangan Senior tadi. Saya sedang terdesak, jadi berniat meminta perlindungan."
"Siapa nama temanmu itu?"
"Ya?"
"Siapa nama temanmu itu?"
"I-ituu..."
Sialan.
Youra mengumpat dalam diam, kenapa dirinya harus bertemu dengan manusia berspesies aneh sih? Jika Youra sampai membawa nama temannya yang lain, yang ada masalah ini malah akan semakin panjang. Bisa-bisa tidak hanya satu masalah yang akan datang, masalah yang seharusnya tidak terikat pasti ikutan terseret.
"Ini sudah hampir pukul enam sore, dan sebentar lagi malam. Aku bisa saja meninggalkanmu sendirian disini sebagai hukuman karena sudah membuatku terluka."
Terluka?
What the f-
Youra juga termasuk korban disini, first kissnya sudah dicuri secara tidak sopan. Mengabaikan amarahnya, yang terpenting sekarang ini selamatkan diri dahulu.
"Senior tolong maafkan saya... sa..saya berjanji akan lebih hati-hati lagi kedepannya.. ya...ya... tolong lepaskan saya."
"Kau punya jaminan apa?"
Demi semesta, Youra hampir saja ingin menggesekkan wajah senior di depannya ini ke pohon yang saat ini menjadi sandaran pria berkulit pucat itu. Ingin sekali rasanya. Kenapa waktunya sangat pas untuk melakukan kejahatan terencana. Jangan kira Youra lemah hanya karena Yerin seorang perempuan. Gadis bermarga Jung itu memegang sabuk hitam untuk Taekwondo. Sangat disayangkan jika bakat menendangnya tidak tersalurkan dengan baik. Sekali tendang, maka senior yang saat ini berada di depannya bisa pindah alam.
Tapi karena Youra sudah terikat dengan sumpah, maka Youra tidak bisa sewenang-wenang untuk melakukan kekerasan yang berlebihan. Waktu yang terus berjalan, senja yang semakin menyapa, raut wajah Yoon yang semakin menyebalkan dan tanpa pikir panjang lagi, Youra mengucapkan kalimat yang bisa saja disesalinya seumur hidup.
"Aku bisa menjadi kekasihmu."
Manik Yoon seketika membola sempurna. Apa katanya tadi? Kekasih? Dengan bocah ingusan seperti dia? Jangan bercanda.
"Kau benar-benar minta kutinggal ya?"
"Se-senior."
Ini kesempatan terakhir, Youra mengeluarkan kemampuan terbaik nya yaitu dengan bertingkah imut. Namun gagal di detik pertama, karena Yoon langsung mengibas-ngibaskan tangannya.
"Berikan ponselmu."
"Ya?"
"Aku yakin pendengaranmu itu masih dalam keadaan baik. Jadi berhenti membuatku mengulang pertanyaan lagi."
Youra cemberut, terpaksa memberikan ponselnya. Yoon terlihat mengetik sesuatu pada ponsel Youra, lalu di detik berikutnya ada ponsel lain yang berdering. Yoon merogoh sakunya dan tersenyum puas.
"Nomorku sudah aku simpan, jangan coba-coba untuk memblokirnya atau aku akan membuatmu menjadi mahasiswi abadi disini."
Shit!!
Puas dengan apa yang sudah dia dapatkan, Yoon melenggang pergi dan membiarkan Youra mengamuk sendirian. Merasa amat sangat di rugikan.
"Senior sialan, aku berdoa supaya kau mendapatkan kekasih menyebalkan melebihi dirimu." sumpahnya.
Ingatkan Youra untuk bersikap lebih bijak lagi saat berucap. Tepat tiga bulan kemudian, keduanya resmi menjadi sepasang kekasih. Dan dari disinilah kisah mereka berdua dimulai.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
General FictionJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
