Akhir pekan yang membahagiakan, Youra bersorak senang. Tidak ada tugas tambahan, tidak ada lembur melelahkan, tidak ada suara bising juga tidak ada penampakan berkas setinggi gunung Himalaya. Akhir pekannya benar-benar sangat sempurna. Apalagi saat cuaca secerah suasana hatinya, langit biru bersih tak berawan. Meski sedikit terlambat karena seharusnya Youra berangkat jam tujuh pagi, bukan menjadi masalah baginya. Lagipula berangkat saat waktu menunjukkan pukul sebelas juga tidak terlalu buruk. Youra bersiap-siap untuk pergi ke salah satu toko buku terbesar di Seoul. Dirinya sudah lama tidak pergi kesana karena kesibukannya.
Youra mematutkan diri di depan cermin besar, pakaian kasual namun trendy membuat penampilan Youra seperti gadis remaja berumur 17 tahun. Apalagi saat Youra membiarkan surainya tergerai bebas dengan jepit pita kecil mengapit anak surai miliknya. Benar-benar sangat cantik. Jarak antara rumah dan toko buku hanya memakan waktu setengah jam saja. Sang nenek yang mengetahui cucunya akan menikmati akhir pekannya, terkesima ketika Youra keluar dari kamar. Cucunya sangat cantik luar biasa. Mendapati neneknya baru saja selesai dengan acara berkebun, Youra mendekat. Memeluk lalu memberikan kecupan kecil di pipi.
"Bersenang-senang lah... jaga diri dan jangan pulang terlalu malam."
Youra mengangguk, memeluk sekali lagi lalu berpamitan untuk pergi. Tepat saat Youra baru saja sampai di halte, bus yang akan membawanya pergi datang dengan banyak kursi yang kosong. Membuatnya lebih leluasa untuk memilih tempat ternyaman. Begitu mendapatkan tempat duduk, Youra langsung memeriksa ponselnya. Tersenyum puas karena tidak ada satupun pesan yang masuk ataupun email berisikan tugas tambahan.
Youra benar-benar harus bisa merayakan akhir pekannya ini dengan sangat baik. Karena mungkin hari-hari seperti ini bisa dia dapatkan lagi satu bulan kemudian atau bahkan lebih. Kali ini Youra tidak mengajak Seohee, dirinya hanya ingin menikmati waktu nya seorang diri. Selang dua puluh lima menit kemudian, Youra sampai di tujuan.
"Rindu sekali rasanya."
Saat pintu kaca terbuka pelan, lonceng kecil yang terletak tepat di atas pintu berdenting merdu. Wangi harum dari ribuan buku baru seketika menyapa Youra. Rak-rak yang menjulang tinggi seperti tengah menyapa dirinya. Kedua manik Youra seketika berbinar senang, dirinya seperti anak kecil baru saja mendapatkan mainan baru. Langkahnya mendekat ke salah satu rak yang berisikan puluhan buku fiksi. Jemarinya menyentuh pelan di setiap cover, langkahnya juga bergerak pelan. Hingga tanpa sengaja dirinya menemukan satu buku yang menurutnya sangat menarik.
'The Midnight Library' adalah judul buku yang berhasil menarik perhatiannya, Youra mengambilnya namun ada selembar kertas yang terjatuh di antara lembar buku. Youra kira itu adalah kertas pembatas, benda yang biasanya ada di setiap buku. Saat niat hati ingin mengambil, namun ada orang lain yang terlebih dahulu mengambilkan untuk dirinya.
"Terima ka...." Youra melunturkan senyumnya dan ucapannya terhenti.
Gadis itu bahkan harus memundurkan beberapa langkah ke belakang. Bahkan buku yang saat ini di genggamnya dengan erat hampir saja terjatuh.
"Yoo....Yoon...." Youra berucap dengan terbata.
"Halo, Youra."
Sepertinya Youra mendapatkan kejutan di hari sempurnanya ini. Tapi sayangnya, kejutan yang seperti inilah yang berhasil membuat kesempurnaan itu hancur seketika.
Skenario apa lagi yang sedang menunggunya saat ini?
***
Yoon menatap buku yang saat ini berada di genggaman Youra. Dulu, pertemuan pertama kali dengan Youra pun karena buku itu. Hanya saja tempat dan tentu saja keadaan yang berbeda. Dulu Youra masih bisa memberikan senyumnya dengan tulus, tapi kali ini senyum itu bahkan enggan dia perlihatkan.
"Apa kabar?"
Omong-omong dengan sedikit memaksa, Yoon akhirnya berhasil membujuk Youra untuk mengobrol. Meski gadis itu ketara sekali menahan kesal, Yoon diam-diam tersenyum kecil. Sudah berapa lama yah Yoon tidak melihat sisi manis Youra yang seperti ini.
"Buruk, pertanda buruk jika aku bertemu denganmu."
"Kenapa? Apa hubungannya?"
Youra memberenggut kesal, sudah lama tidak bertemu tapi pria di depannya ini masih tetap saja menyebalkan. Jika bukan karena saat ini mereka berada di tempat umum, mungkin Youra dengan senang hati menyeret Yoon dan mendorongnya ke sungai Han. Bebas dari beban kantor tapi malah bertemu dengan beban dari masa lalu.
"Untuk apa kau menemuiku? Dunia terlalu sempit jika kau hanya bilang ini sebuah kebetulan."
Rupanya luka yang tidak sengaja tercipta di masa lalu masih belum terobati, kendati Yoon benar-benar sudah menghilang dari pandangan Youra selama tiga tahun. Tapi dirinya benar-benar kebetulan bertemu dengan Youra. Niat awalnya datang kesini juga karena ingin membeli beberapa buku ensiklopedia.
"Aku merindukanmu."
"Cih, rindu? Kau pembohong terburuk yang pernah aku temui."
Ya, Yoon rindu dengan konversasi seperti ini, rindu dengan segala tingkah Youra. Dirinya ingin sekali mengatakan jika dia sangat cemburu dengan keadaan Youra saat ini. Tentang bagaimana kenangan saat Youra memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Yoon yang mati-matian untuk tetap berada di posisi waras. Mendapati Youra yang masih bisa tersenyum dan menebarkan pesonanya disana-sini. Sedangkan dia sudah seperti orang gila yang baru saja mendapatkan pukulan telak.
"Tidak bisakah kita seperti dulu lagi?"
"Apa kau sedang melucu? Bahkan jika waktu bisa di ulang, aku lebih memilih untuk tidak pernah mengenalmu."
Youra menatap tepat ke arah Yoon, meski itu bukanlah kesalahan Yoon sepenuhnya, namun rasa kecewanya lebih mendominasi.
"Youra ak..."
"Kumohon Yoon... kenapa kembali muncul? Kenapa kau harus kembali hadir di hadapanku?"
"Apa aku sebegitu mengerikannya untuk kehidupanmu sekarang ini? Apa kau tidak pernah berpikir jika aku juga sama terlukanya dengan dirimu?"
Tatapan Youra melunak, dirinya juga tidak bisa berdamai begitu saja dengan masa lalu. Tetap saja jejak luka itu tidak bisa dihilangkan.
"Kau terlihat baik-baik saja, tapi tidak denganku...."
Youra bangkit dari duduknya, berlama-lama dengan Yoon sungguh membuatnya semakin merasakan sakit yang luar biasa.
"Aku harap kita tidak bertemu kembali, berdamai lah dengan masa lalu, jangan terus melihat ke belakang jika kau tidak ingin terjatuh."
Youra berbalik, berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Meski di sudut kedua maniknya sudah penuh dengan cairan bening dan bersiap untuk membentuk sungai kecil. Langkahnya yang tadinya pelan mulai berjalan lebih cepat, lebih cepat dan berakhir berlari. Youra bahkan melupakan buku yang baru dia beli. Persetan dengan buku, luka lamanya datang dan berusaha berdamai dengan dirinya.
Sedangkan Yoon mengambil alih buku yang ditinggalkan Youra. Tidak ada niatan untuk mengejar dan menahan Youra, dirinya masih terlalu pengecut hanya sekedar untuk menahan kepergian Youra. Ada jejak aroma manis di bekas sentuhan Youra. Wangi vanilla mint, wangi yang menjadi favoritnya hingga saat ini.
"Padahal dulu, kau yang membuatku terjebak dalam duniamu. Tapi sekarang, saat aku meminta kunci agar bisa terlepas darimu, kau menghilangkan kuncinya. Sengaja sekali membuatku menderita karena begitu merindukanmu. Aku memang pria bodoh yang masih saja terjebak dengan masa lalu. Terjebak di dalam labirin yang membuatku semakin tidak ingin lepas dari dirimu."
The Midnight Library adalah buku yang kala itu mempertemukan Yoon dengan Youra. Karena sebuah insiden kecil lalu beralih pada ciuman tidak sengaja dan berakhir dengan keberhasilannya mendapatkan Youra.
"Kau meninggalkan jejak, kali ini apakah harus aku simpan?"
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
Ficción GeneralJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
