To be continue

5 1 0
                                        

"Kau akan cuti tiga hari?"

Youra mengangguk, kedua tangannya sibuk menata dokumen dan memasukkannya ke dalam map yang berbeda-beda. Ini tugas terakhir sebelum dirinya meliburkan diri selama tiga hari. Youra hanya tidak ingin liburannya kali ini terganggu. Karena Youra ingin sekali menyelesaikan sesuatu dengan cepat, secepat yang dia bisa dan secepatnya kembali ke Seoul.

"Kau akan pergi kemana?"

Youra menoleh, disana ada Seohee yang bermuka masam. Padahal gadis itu berulang kali menyuruh Youra untuk mengambil jatah cuti, namun saat Youra menuruti kemauannya, gadis itu berubah menjadi gadis menyedihkan seperti akan ditinggal kekasih pergi dalam waktu yang lama.

"Busan."

"Kau mudik?"

"Mama menyuruhku pulang berulang kali, hingga meneror dan meneleponku secara terus menerus. Bisa gila aku jika tidak cepat-cepat datang kesana."

"Huss, jangan berbicara seperti itu. Itu tandanya Mamamu sangat menyayangimu."

Sayang?

Youra ingin tertawa saja rasanya, andaikan Seohee tahu apa yang pernah Youra alami hingga dirinya benar-benar enggan untuk pulang ke rumah. Youra sendiri bahkan lupa apa itu rumah dan bagaimana rasanya tinggal bersama Mama dan Papanya. Kenangan masa lalu yang benar-benar menyakitkan.

"Kau akan menyerahkan semua map ini?"

"Ya, aku tidak mau liburanku kali ini diganggu lagi."

Seohee terkekeh pelan, dirinya menepuk pundak Youra sebelum kembali ke meja kerjanya. Omong-omong, Youra belum memberitahu Taehyun jika dirinya akan mengambil cuti selama tiga hari. Sejak mengenal Taehyun lebih dalam lagi, Youra seperti wajib memberitahukan beberapa hal yang dianggap sepele namun bagi dirinya hal sepele itu adalah perantara untuk mengetahui tanggapan dari Taehyun.

Sejenak dirinya memandangi ponsel yang ada di sampingnya. Merasa ragu untuk memberi kabar, tapi merasa janggal jika dirinya pergi begitu saja. Youra menghela napas panjang, ingin menertawakan diri sendiri. Padahal Taehyun dan juga dirinya tidak memiliki hubungan spesial layaknya sepasang kekasih. Tapi, seperti ada selipan rasa sayang yang jika dijabarkan bisa memiliki banyak arti.

"Apa aku harus memberitahukan kepergianku ini? Tapi rasanya sangat aneh jika aku melakukannya."

Menghela napas lagi, Youra akhirnya menyerah dengan isi pikirannya yang begitu penuh. Membawa diri untuk pergi ke ruangan Seojin guna menyerahkan sisa berkas yang sudah selesai dia kerjakan. Di dalam sana, Seojin tengah sibuk dengan tumpukan dokumen yang harus dia tanda tangani. Saat Youra masuk, Seojin dengan segera mengalihkan pandangannya ke arah Youra.

"Sudah selesai semua?"

Youra mengangguk, dia bisa melihat Seojin menghela napas panjang. Jadi ingin tertawa, kenapa orang-orang di sekelilingnya begitu bersemangat menyuruhnya bercuti, tapi giliran Youra menurutinya mereka malah bersikap seolah baru saja dikhianati teman sendiri.

"Hanya tiga hari Leader, astaga... Aku bukan akan resign, aku hanya ingin berlibur."

"Kau sudah mengabari Taehyun?"

Youra memiringkan kepalanya sedikit bingung, kenapa Seojin memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya?

"Kau harus memberitahunya."

"Kenapa harus?"

Seojin yang saat ini menatapnya dengan kening yang berkerut itu tiba-tiba saja berdiri dan langsung menyentil kening Youra dengan gemas.

"Kau ingin anak harimau itu kembali merajuk dan mengamuk? Aku yakin sera.... tidak... tidak.... tapi seribu persen jika Taehyun itu memiliki perasaan lebih terhadap dirimu. Berhenti menarik ulur perasaan orang lain, bocah. Aku benar-benar tidak sanggup jika anak itu kembali tantrum seperti bayi umur lima bulan." Seojin berbicara hampir tidak memiliki jeda sama sekali.

Crossroads in Your HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang