Youra tidak ingat berapa lama dia tertidur, tapi yang pasti Youra terbangun saat petugas kereta api mengumumkan jika pemberhentian selanjutnya adalah Stasiun Seoul. Youra merenggangkan tubuh sebelum akhirnya mengabari Taehyun jika dirinya sebentar lagi akan sampai di kota Seoul. Sehari sebelum keberangkatannya, Taehyun meneleponnya dan menanyakan banyak hal, termasuk kepulangannya menuju Seoul. Pemuda itu terdengar semangat sekali saat berkata ingin menjemput Youra. Membuat Youra sempat berpikir jika Taehyun ini pemuda aneh yang memiliki banyak waktu luang. Padahal jika dibandingkan dengan dirinya saat berada di jam kerja, Youra bahkan kesulitan hanya untuk sekedar jalan-jalan dengan tenang.
Satu pesan baru saja masuk dan menimbulkan getar kecil pada ponsel yang saat ini Youra genggam.
From : Taehyun
Aku sudah sampai.
"Kau pasti sudah datang sebelum aku mengirim pesan padamu. Ck, dasar tidak sabaran," Youra menggerutu pelan.
Ya seharusnya ini terasa menjengkelkan, tapi tidak tahu kenapa, Youra malah menyukai situasi seperti ini. Seperti ada perasaan senang namun juga disertai rasa gugup. Suasana seperti seperti perasaan empat tahun yang lalu. Saat perasaan itu masih terjaga dengan baik.
"Tidak. Aku dan Taehyun hanya sebatas teman kerja dan tidak lebih. Jangan melebihi batas agar kau tetap aman, hati. Jangan mudah terjebak oleh rupa dan karakter seseorang yang terlihat baik. Jangan terjebak. Kita tidak tahu apapun, bisa saja di kemudian hari semua hal itu akan berubah dan bisa menjadi boomerang untuk kita berdua." Youra merasakan jika degup jantungnya kembali tenang dan rasa panas di kedua pipinya sedikit demi sedikit menghilang.
Youra mencoba mengendalikan perasaannya yang sesaat terlena. Dirinya harus bisa menjaga diri, agar tidak mudah untuk jatuh cinta pada orang lain. Youra sudah mengukuhkan pada diri sendiri bahwa menjadi hal yang buruk jika mudah jatuh terlena pada manusia berparas tampan.
Selang waktu lima belas menit, Youra bersiap untuk melangkahkan kaki keluar dari kereta. Gadis itu mengeratkan kembali pakaiannya karena suhu yang berubah menjadi lebih dingin. Dirinya diam-diam juga penasaran dengan bagaimana tampilan Taehyun ketika menjemputnya sekarang ini.
Kedua manik kembarnya melihat ke sekeliling, berharap dirinya bisa menemukan Taehyun lebih cepat. Youra tidak begitu menyukai gerombolan manusia dengan berbagai macam bau parfum yang menyengat. Lama-lama dia bisa mual jika tidak segera menemukan jalan keluar.
Saat Youra fokus pada kesibukannya mencari keberadaan Taehyun, tak disangka Taehyun terlebih dahulu menemukan keberadaan Youra. Dari arah kejauhan, pemuda itu berteriak memanggil nama Youra. Tapi gadis itu tidak bisa mendengar suaranya dan menoleh ke arah lain, Youra terus berjalan berlawanan arah dengan Taehyun.
"Jika aku terus berteriak, yang ada malah suaraku yang hilang," Taehyun bergumam pelan.
Taehyun segera melesat dan menyusup diantara banyak orang. Jangan sampai dirinya kehilangan jejak Youra. Mungkin sekitar lima belas menit, Taehyun berhasil memupus jarak dengan Youra.
Youra benar-benar tidak menyadari keberadaan Taehyun, gadis itu kehilangan arah dan malah semakin masuk ke dalam kerumunan manusia.
"Ini buruk. Bisa-bisa aku mati terhimpit orang-orang ini," Youra terjebak dan hampir saja terjerembab jika seseorang tidak segera menarik tubuhnya.
Sontak Youra menoleh dan hendak memberontak namun terhenti saat tahu siapa yang saat ini tengah memeluk tubuhnya dari samping. Seseorang yang tak lain adalah Taehyun langsung membawa Youra melipir dan menjauh dari orang-orang.
"Kau baik-baik saja?"
Youra mengangguk namun dengan kedua manik yang masih menatap tajam ke arah Taehyun.
"Kenapa menatapku seperti itu?"
"Bagaimana caramu menemukanku di antara orang-orang itu?"
"Karena aku melihatmu."
"Tapi aku tidak bisa menemukanmu."
"Itu karena kau payah."
"Hei, tarik kembali ucapanmu itu!!"
"Tidak mau." Taehyun menjulurkan lidahnya dan menggoda Youra.
Youra cemberut namun tidak bisa marah kepada Taehyun, berkat Taehyun dirinya baru saja terbebas dari himpitan manusia dengan variasi bau badan yang aneh. Jika saja Youra terjebak lebih lama, mungkin saja dirinya akan muntah karena terlalu mual.
Tapi anehnya saat mencium aroma parfum yang menguar dari tubuh Taehyun, Youra merasa aroma itu sangat menenangkan dan rasa mual yang sedari tadi Youra rasakan perlahan mulai menghilang.
"Sudahlah, kau pasti lapar. Ayo aku ingin kau mencicipi makanan kafe yang direkomendasikan dari kak Aera."
Youra mengangguk dan tanpa ragu menggandeng tangan Taehyun membuat pemuda itu sedikit terkejut namun juga diliputi rasa bahagia. Keduanya berjalan beriringan dengan tangan yang tetap tertaut dengan sangat manis. Apalagi saat tanpa disadari jika warna pakaian yang saat ini keduanya kenakan terlihat seperti pakaian couple. Tentu saja hal ini benar-benar tidak disengaja. Dan jika orang lain menatap keberadaan mereka berdua, pasti akan mengira jika mereka berdua adalah sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.
Di dalam perjalanan menuju kafe yang Taehyun maksud, pemuda itu menceritakan sedikit tentang tempat yang akan mereka datangi. Omong-omong, Taehyun meminjam mobil kakaknya, mobil miliknya terpaksa masuk bengkel karena tiba-tiba saja mobilnya mogok.
Youra sedikit familiar dengan mobil yang saat ini tengah dia naiki. Dia merasa pernah naik di mobil ini, tapi perasaan itu Youra tepis jauh-jauh karena itu tidak mungkin. Dirinya kembali fokus dengan apa yang saat ini tengah Taehyun bicarakan. Youra memang sedikit lapar terlebih saat dirinya meninggalkan rumah, Youra hanya memakan sedikit sarapannya karena Sakuya yang mendadak menjadi seekor Koala yang selalu menempel padanya. Membuat Youra sedikit merasa tidak nyaman ketika memakan sarapannya. Mengingat hal itu, membuat Youra tertawa geli.
"Apa ada yang lucu dari ucapanku?"
"Ouh maafkan aku, tuan Taehyun."
Youra semakin melebarkan senyumnya tatkala melihat Taehyun cemberut saat dirinya mengucapkan kata 'tuan' pada Taehyun.
"Aku hanya teringat pada Sakuya."
"Sakuya?"
"Adik kecilku yang sangat manis."
"Apa dia semanis aku?"
"Berhenti bersikap narsis, Kim Taehyun!!" protes Youra.
Kali ini giliran Taehyun yang tersenyum dan malah tertawa kencang saat menyadari jika Youra menggerutu dengan rona merah di kedua pipinya. Astaga! Mudah sekali menggoda gadis itu.
Mungkin ada kisaran lima belas menit sebelum akhirnya mereka berdua sampai di kafe yang Taehyun maksud. Saat Youra keluar dari mobil diikuti oleh Taehyun, Youra sedikit tertegun di tempatnya. Apalagi saat maniknya yang tanpa sengaja melihat pada bagian atas bangunan kafe tersebut. Disana tertulis 'Clarence Cafe'.
"Ada apa? Kau pernah datang kesini?"
Taehyun sedikit merasa heran karena melihat Youra yang menatap bagian atas bangunan kafe itu dengan tatapan yang tidak bisa Taehyun pahami.
Pernah. Youra pernah ke tempat ini bersama seseorang, seseorang yang sudah menjadi masa lalunya, Min Yoon.
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
General FictionJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
