Accompany Him

6 1 0
                                        

Selamat pagi dan selamat datang rentetan pertanyaan yang berasal dari Haesuk. Pemuda itu sukses berubah menjadi dua kali lipat lebih cerewet dan mau tahu segala hal. Sebisa dan semampu mungkin Taehyun untuk menghindar berakhir gagal karena Haesuk hampir setiap saat menguntitnya. Apalagi saat Haesuk menanyakan apa hubungannya dengan Namseon dan kenapa Yoon juga ikutan tidak hadir pada hari kemarin. Jika saja menjahit mulut bisa dilakukan dengan cepat, maka Taehyun akan merasa sangat senang melakukannya pada Haesuk.

"Kau ini berisik sekali sih hari ini. Kepalaku pening mendengar ocehanmu itu!"

"Aku akan tetap berisik sampai kau memberitahuku semuanya."

"Terserah kau saja, aku tidak peduli."

Taehyun pergi melewati Haesuk yang menjadi sangat menyebalkan untuk hari ini.

"Mau kuadukan pada Youra?"

Mendengar kata Youra, Taehyun sukses menghentikan langkahnya, menciptakan seringaian kecil dari bibir Haesuk. Berbalik dan siap menggeplak kepala Haesuk. Haesuk segera mundur dan langsung membentuk pertahanan diri.

"Ayo pilih, bercerita padaku atau aku yang bercerita pada Youra?"

"Sialan kau, Haesuk."

"Uuhhh, manis sekali mulutmu itu, Kim Taehyun. Jadi, bagaimana?"

Taehyun tidak punya pilihan lain selain menyeret Haesuk untuk pergi ke rooftop. Setelah memastikan semuanya cukup aman, akhirnya Taehyun buka suara dan bercerita. Tentu saja dipenuhi dengan kebohongan, jika saja Haesuk tahu identitas asli dirinya, yang ada pemuda itu malah semakin tertarik pada dunianya.

Haesuk belum waktunya tahu tentang hubungan antara dirinya dengan Yoon. Semakin sedikit orang yang mengetahui latar belakangnya maka akan semakin baik.

"Itu saja? Kau yakin tidak ada yang lain?"

"Mau aku lempar dari atas sini, hah?"

"Baiklah... baiklah... aku percaya deh... lagipula kau juga kenapa mau-mau saja menolong orang bernama Namseon itu, sih? Seperti bukan dirimu saja."

"Terpaksa melakukannya," Taehyun bergumam pelan.

"Kau bilang apa? Aku tidak dengar."

"Cepat turun sebelum Changyu datang dan menghukum kita berdua."

Taehyun sudah beberapa langkah di depan Haesuk, perasaannya sedikit tidak menentu akibat mengarang cerita tadi. Dia itu benar-benar membenci pembohong, tapi kali ini dirinya benar-benar harus melakukannya atau masalah yang mungkin lebih besar akan datang dan lebih merepotkan dirinya. Beruntung Haesuk tidak memaksanya untuk bercerita lebih banyak lagi.

Masih pagi dan Taehyun diharuskan untuk menghela napas lebih banyak lagi. Pemuda itu juga merasa tidak nyaman dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Dirinya seperti dikuliti hidup-hidup oleh para manusia pemilik manik tajam dan menjengkelkan.

Taehyun berharap, setidaknya hari ini dirinya harus bisa bernapas sedikit lega dan terhindar dari pertanyaan-pertanyaan menyebalkan. Haesuk mengejar dari belakang dan langsung memposisikan diri begitu melihat Changyu datang dan mengedarkan pandangannya. Taehyun yang belum menyadari keberadaan Changyu, menatap ke arah pintu ruangan Yoon. Tadi sebelum dirinya berangkat ke kantor, Yoon sempat berbicara dan membuat Taehyun sedikit berpikir, kadang Yoon memang tidak seburuk apa yang dia pikirkan.

"Tenang saja, dalam waktu satu minggu ke depan, kau bisa berdebat panjang dengannya lagi. Dan untuk sementara waktu kau bisa mengumpulkan banyak amunisi dan strategi untuk menyerang Manajermu sendiri, tuan Kim Taehyun." itu suara Changyu yang entah sejak kapan sudah berada di samping Taehyun. Ikut memperhatikan kemana arah pandangan Taehyun.

Crossroads in Your HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang