Sadness after Pleasure

6 1 0
                                        

Youra termangu cukup lama dengan kedua tangan yang menggenggam ponsel pintarnya. Raut wajahnya penuh dengan penyesalan. Dirinya seperti baru saja kehilangan uang dengan jumlah yang sangat banyak. Tidak, bukan, kali ini bahkan lebih buruk. Otaknya seperti baru saja pulang dari jalan-jalan dan nyawanya baru saja kembali beberapa detik yang lalu.

"Apa yang baru saja aku lakukan?"

Beberapa menit yang lalu atau lebih tepatnya 10 menit yang lalu Youra mengirimi pesan pada Taehyun. Youra melakukan itu antara sadar dan tidak sadar, karena saat mengirim pesan pada Taehyun, Youra seperti tengah memikirkan sesuatu. Bahkan Youra baru menyadari isi dari pesan yang baru saja dia kirim.

To : Taehyun
Taehyung, kau kemana seharian ini?

Youra tertawa dengan ekspresi menyedihkan, benar-benar tidak menyadari dengan apa yang baru saja dia ketik. Saat pikirannya berpencar kemana-mana, ponselnya tiba-tiba saja bergetar, tanda jika ada panggilan masuk. Seketika Youra melempar ponselnya begitu saja, terlalu terkejut. Taehyun menelepon dirinya.

"Mati aku, dia pasti sudah berpikir yang tidak-tidak, dia pasti bersiap mengejekku. Bagaimana ini?"

Youra tidak berniat mengangkatnya, gadis itu tetap menatap ponsel yang masih bergetar dan berkedip untuk waktu yang lama. Tidak ada niatan sama sekali untuk mengangkat panggilan itu. Baru saja bernapas lega kala ponselnya berhenti bergetar, ada satu pesan masuk yang berasal dari Taehyun dan isi pesan itu adalah :

From : Taehyun
Angkat panggilanku atau aku yang akan datang ke rumahmu, nona Jung.

"Bagaimana dia bisa tahu jika aku tidak mau mengangkat panggilannya? Jangan-jangan ponselku sudah berhasil dia retas? Tapi sejak kapan? Ponselku saja tidak pernah dia pegang?"

Kepalanya penuh dengan pertanyaan tapi ponselnya kembali berkedip dan bergetar. Youra mengacak-acak surainya sendiri, panik dan bingung. Dirinya tidak bisa menemukan solusi yang tepat, tindakan yang akan dia ambil saat ini pasti akan berdampak buruk.

"Aduh bagaimana ini? Jangan sampai dia datang malam-malam begini dan membuat kehebohan, dia kadang terlalu bodoh jika sudah banyak bertingkah."

Sambil mengatur deru napasnya, sekali lagi menatap ke arah layar ponselnya Youra akhirnya mengangkat panggilan dari Taehyun.

"Lama sekali sih." dari seberang sana Taehyun langsung bersuara dengan nada kesal.

Youra tanpa sadar tertawa pelan, merasa lucu dengan sikap Taehyun yang terkadang seperti anak kecil yang butuh perhatian. Degup dari  jantungnya perlahan kembali berdetak dengan normal.

"Aku baru saja keluar kamar untuk mengambil minum, tidak tahu kau meneleponku." ucap Youra berbohong.

"Benar? Kau tidak sedang berbohong kan?"

Youra berdehem pelan untuk mengiyakan pertanyaan Taehyun.

"Apa kau menemani kerabatmu lagi?"

"Ya, aku menginap malam ini. Dia akan sendirian jika aku tidak menemaninya, terlebih aku bisa saja dibantai seseorang jika meninggalkannya sendirian disini. Meski sebenarnya aku merasa sangat tidak nyaman." di akhir kalimat, ucapan Taehyun memelan, tapi Youra masih bisa mendengarnya.

"Kau benar-benar kerabat yang baik. Mungkin sekarang dia akan merepotkanmu, tidak tahu di masa depan nanti. Jangan menggerutu seperti itu."

Jika itu Haesuk, mungkin Taehyun akan langsung membantah dan mengatainya bodoh. Tapi kenapa saat Youra yang mengatakan itu semua, rasanya Taehyun seperti sedang dinasehati oleh gurunya. Tidak ada nada mengejek disana, melainkan nada lembut dan menenangkan. Suara Youra terdengar tidak menyudutkannya sama sekali, jika gadis itu berada di hadapannya saat ini. Dia pasti menatap Taehyun dengan sorot mata yang meyakinkan, lalu tersenyum ke arah Taehyun hingga berhasil membuat Taehyun salah tingkah dan menghindari kontak mata.

Crossroads in Your HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang