Berkedip dan waktu berjalan dua minggu kemudian, Youra tersenyum miris karena pekerjaan yang seharusnya selesai hari ini harus membengkak hingga minggu depan. Dirinya kembali disandingkan dengan Kim Taehyun, pemuda yang memiliki kemampuan mirip mimikri pada kemampuan hewan. Dia itu hobi sekali memperlihatkan wajah galak lengkap dengan sorotan mata tajam layaknya laser operasi mata. Belum lagi jika perasaannya sedang dalam kondisi yang tidak baik, maka dia akan menjelma menjadi Kim Seojin versi mini.
Namun jika dalam kondisi yang sangat baik, Taehyun bisa seperti malaikat bersayap emas dengan aroma wangi memabukkan. Seperti saat ini, wajah pemuda itu sudah seperti diberi banyak sekali serbuk berkilauan dari lautan peri di negeri dongeng. Berseri-seri dan sesekali bersiul pelan.
"Taehyun."
"Apa?"
"Sepertinya kita pernah bertemu?"
"Tentu, di ruang rapat."
"Bukan, sebelum itu."
Langkah Taehyun seketika terhenti, memberi efek pada Youra yang ikut menghentikan langkahnya.
"Sebelumnya?"
Youra mengangguk cepat dan berulang, namun sinar matanya terlihat sedikit ragu. Takut jika dirinya salah mengenali orang lain lagi.
"Dimana?"
"Tidak tahu, tapi aku yakin kita pernah bertemu sebelumnya."
"Kau mencoba membohongiku lagi?"
"Ck, seperti tidak ada kerjaan lain saja."
"Atau mungkin pekerjaan sampinganmu itu menguntit?" sindir Taehyun.
"Sialan, biarpun dibayar mahal aku tetap tidak akan melakukannya."
Taehyun hanya memainkan tangannya, memiringkan kepalanya lalu berujar,"kudengar kau ini payah dalam mengingat wajah seseorang. Kau tidak sedang mencoba mempermalukan dirimu lagi, kan?"
Manik Youra membola seketika, oh astaga dari mana Taehyun tahu tentang masalah itu.
"Ba...bagaimana kau tau?"
"Jadi benar? Masih muda tapi sudah pikun. Atau jangan-jangan kau itu nenek tua yang menjelma menjadi gadis berusia 22 tahun?"
Gemas karena sedari tadi dirinya terus saja dicemooh Taehyun. Dengan sekali pukulan, Youra sukses membuat Taehyun merintih kesakitan. Tulang keringnya ditendang Youra dengan tidak elit. Ngilu sekali karena saking kerasnya pukulan.
"Menyesal aku mencoba dekat denganmu."
Seloroh Youra lalu pergi meninggalkan Taehyun yang berteriak marah memanggil namanya. Berjalan tertatih karena masih terasa nyeri sedangkan sepuluh menit lagi akan diadakan rapat untuk membahas laporan yang beberapa waktu lalu berhasil mereka berdua kerjakan. Saat langkahnya terus berpijak, Taehyun menggerutu dengan begitu banyak kalimat umpatan yang ditujukan pada Youra.
Sedikit mengerutkan kening saat Haesuk berpapasan dengan Taehyun. Sahabatnya itu kenapa menggerutu tak jelas dan seperti menahan sakit. Lalu disusul pada menit berikutnya Daeho dan juga Minseok, masih dengan raut wajah yang sama seperti Haesuk. Mengernyit bingung namun tak berani bertanya, wajah mendung milik Taehyun sudah menjelaskan semuanya. Terakhir Jiwon yang melintas dan dengan baik hati membukakan pintu ruang rapat saat melihat Taehyun sedikit kesulitan untuk berjalan.
"Kau kenapa? Encokmu kumat yah?"
Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Jiwon yang memang terkenal manusia paling polos.
Atau bodoh?
Dua kata itu jika digabungkan memang memiliki sedikit perbedaan.
Dengan ringan, Taehyun menggeplak kepala belakang Jiwon dengan kesal. Apa katanya tadi? Encok? Sialan.
Bisa dilihat bagaimana Minseok, Daeho, Haesuk bahkan Seojin yang berada di ruangan itu menahan tawa mereka. Hancur sudah image yang selama ini Taehyun bangun dan semua ini penyebabnya adalah si gadis sialan yang sekarang ini enggan bersitatap dengannya.
"Berisik."
Taehyun berlalu melewati Jiwon yang masih dalam keadaan bingung. Menghilangkan suasana canggung akibat kalimat tak mengenakan Jiwon. Seojin langsung membuka pembicaraan dan meminta semuanya untuk mengumpulkan laporan mereka.
"Shin Changyu sedang ada tugas lain. Jadi untuk sementara, keseluruhan laporan aku yang akan bertanggung jawab. Mempersingkat waktu, bisa kita memulai rapat hari ini?"
Pertanyaan Seojin disambut dengan anggukan kompak dari keenam manusia yang berada di ruangan itu. Youra jadi terlihat paling cantik sendiri, karena keseluruhannya adalah pria. Setelah selesai rapat yang memakan waktu lebih dari dua jam. Youra memilih untuk pergi keluar dengan cara berlari, Seohee baru saja menghubunginya jika ada masalah dengan laporan minggu lalu.
"Apalagi ini?" runtuknya di dalam hati.
Satu masalah belum selesai kali ini masalah lain datang. Tuhan kenapa begitu menyukai Youra yang beringas ketimbang melihatnya hidup sedikit lebih santai.
Sesampainya di meja kerjanya, Youra dibuat bingung sekaligus jengkel. Gadis itu mencoba untuk tetap tenang meski di dalam dirinya ingin sekali berteriak marah. Bagaimana bisa dokumen yang dengan susah payah dia kerjakan hilang entah kemana, Youra sudah berulang kali mengecek semua file yang ada di dalam mesin kerjanya itu namun berakhir dengan hasil yang nihil.
"Bukankah kemarin kau lembur sampai malam?" Seohee bertanya.
"Tidak hanya dokumen fisik yang hilang, bahkan dokumen yang disimpan bersama dengan file presentasiku juga hilang."
Ini benar-benar aneh, komputer milik Youra tidak pernah mengalami eror atau terkena virus. Komputernya selalu dalam keadaan baik-baik saja karena Youra setiap saat pasti akan mengecek dan memastikan jika komputernya dalam performa yang bagus.
Jika data yang ada di komputernya tiba-tiba menghilang, bisa dipastikan jika ada tangan jahil yang sedang mencoba bermain-main dengannya.
"Youra, mungkinkah ada orang lain yang ingin mencoba menjebakmu?"
"Aku tidak tahu, tapi dia benar-benar ingin mencari masalah denganku," Youra bergumam, namun masih dapat di dengar oleh Seohee.
"Aku akan mencari tahu, aku harap masalah ini belum sampai ke telinga Manajer. Aku terlalu malas melakukan tanya jawab dengan orang itu." ucap Youra.
"Hus... mulutmu itu." Seohee mencoba memperingatkan.
Youra segera pergi ke lantai dua, tempat dimana adanya ruang pemantauan CCTV. Sedangkan tempat Youra bekerja ada di lantai tiga. Youra akan memulainya dari sana. Mungkin dia akan mendapatkan sedikit petunjuk. Dirinya harus cepat sebelum Manajer mengetahui kejadian ini dan bisa saja dirinya berakhir di ruang Manajer dengan predikat mendapatkan SP. Youra bergidik ngeri, jangan sampai itu terjadi.
Tepat sepuluh menit dari kepergian Youra mencari barang bukti. Manajer Lee datang dengan wajah merah padam, terlihat sangat marah. Manajer Lee mencari keberadaan Youra dan menyuruh siapapun untuk menemukan Youra.
"Suruh dia pergi ke ruanganku."
Seohee mencoba untuk menghubungi Youra namun ponsel gadis itu tidak bisa dihubungi. Seohee jadi ikutan panik sendiri karena baru kali ini Seohee melihat Manajer Lee menunjukkan aura yang benar-benar tidak mengenakan. Hingga Manajer Lee pergi, Seohee masih berusaha sebisa mungkin untuk menghubungi Youra.
"Ayolah Youra, apa ponselmu berubah menjadi batu? Kenapa sulit sekali dihubungi sih?"
Gadis itu terlihat mondar mandir di depan meja kerja Youra, sesekali bibirnya mengumpat pada komputer yang menjadi biang masalahnya.
"Manajer Lee tidak mungkin kan akan melempari Youra dengan vas bunga? Atau mencekik atau arrgghhh..... Sialan, kenapa pikiranku menjadi ikutan kacau seperti ini sih?"
Kegelisahan Seohee terhenti saat seseorang memberitahu keberadaan Youra saat ini. Dengan rasa khawatir yang membuncah, dengan kecepatan penuh Seohee langsung pergi menemui Youra.
"Youra, aku harap semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu."
Ya meskipun itu menjadi hal yang mustahil, karena jika kau berada dalam sebuah masalah, pastilah akan menimbulkan efek samping yang beragam, bukan?
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
Fiction GénéraleJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
