Sabtu pagi, seharusnya menjadi hari yang menyenangkan. Tapi karena rapat dadakan dan berpotensi menyebabkan lembur membuat Youra urung menebarkan senyum. Apalagi saat Kim Seojin sudah datang lebih awal di ruang rapat lengkap dengan senyum penuh dengan kelicikannya itu. Rapat pagi, pukul 09.00 menjadi awal mula Youra ingin membumihanguskan ruangan itu dalam kejapan mata. Apalagi saat secara resmi dirinya dinyatakan menjadi pemeran utama dalam skenario buruk Leader-nya itu. Jika saja satu doa Youra berhasil menembus langit ke tujuh, Youra berharap Seojin berubah jadi Alpaka saja. Setidaknya masih enak dipandang dan diajak bermain.
Selesai dengan rapat, hanya selang beberapa menit saja meja Youra sudah menjelma menjadi kuburan berkas. Seohee antara ingin tertawa juga merasa kasihan dengan nasib Youra. Sambil menepuk pelan pundak Youra, Seohee pamit undur diri untuk kembali ke habitatnya. Sedangkan Youra hanya bisa mematung, ingin marah tapi tidak bisa. Dirinya hanya bisa menghela napas panjang dan mulai mengerjakan tugasnya, mengeluh pun tidak akan bisa menyelesaikan apapun.
Di saat seperti ini, ponselnya berkedip dan menampilkan pesan singkat. Itu dari Taehyun, agak ragu Youra membukanya dan di detik berikutnya bibir Youra membentuk sebuah senyuman. Meletakkan kembali ponsel miliknya, Youra kembali fokus dengan pekerjaannya. Tanpa dia sadari jika ekspresinya baru saja direkam ulang oleh Seojin dan juga Seohee.
"Kau lihat? Youra sekarang benar-benar sudah memiliki pawang."
"Hebat, pria mana yang berhasil menjinakkan singa Savana?" Seohee bergumam pelan.
"Tapi Youra tidak pantas bersikap lembut seperti itu."
"Itu karena Leader yang menjadi lawannya, sudahlah Leader menyerahlah untuk mendapatkan hati Youra. Kau sudah kalah telak dengan pria misterius itu."
Seojin berniat untuk membalas ucapan Seohee tapi tertahan. Jika debat ini diteruskan, bisa-bisa tidak hanya Youra yang dalam masalah besar, dirinya pun akan mendapatkan dua kali lipatnya. Mengabaikan Seohee yang masih berusaha mengorek informasi, Seojin melenggang pergi menuju ruangannya. Sedikit dari lubuk hatinya, Seojin juga berpikir jika hubungan Taehyun dan Youra tidak sepenuhnya buruk. Keduanya dipertemukan dengan skenario yang unik dan juga dari latar belakang yang jauh berbeda. Seojin hanya bisa berharap keduanya bisa bahagia dengan cara mereka sendiri.
Youra mengerjakan semua berkas yang menumpuk di meja kerjanya hanya dalam waktu 3 jam. Tepat waktu sekali untuk kembali mengisi daya dan memberi makan cacing-cacing yang sudah kelaparan di perutnya. Setelah merenggangkan otot-ototnya Youra bangun dan segera menghampiri Seohee dengan wajah ceria.
"Kau sudah selesai?"
"Tentu saja."
"Berkas sebanyak itu?"
Seohee hampir saja ingin berteriak heboh jika saja Youra tidak menatapnya dengan tajam. Dia bahkan harus menutup mulutnya sendiri dan menggelengkan kepalanya pelan. Benar-benar luar biasa, berkas sebanyak itu selesai dalam waktu singkat ditambah lagi dengan raut wajah Youra yang malah terlihat bersemangat. Sebagai gantinya, Seohee segera menarik Youra dan mengajaknya pergi ke kafetaria kantor. Youra yang bekerja ekstra tapi Seohee yang kelaparan.
"Kau ingin makan apa? Biar aku yang mentraktirmu."
"Kau yakin?"
"Tentu, anggap saja ini caraku membantu pekerjaanmu."
"Terimakasih banyak, Seohee." Youra memeluk Seohee dari samping, setelah sedikit mengusir, Seohee kembali fokus pada menu yang akan dia pesan.
Sementara Seohee menunggu makanan, Youra mencari tempat duduk. Hari ini kafetaria kantor terlihat lebih sepi dari biasanya. Mungkin karena beberapa divisi masih mengadakan rapat. Seojin bilang, khusus untuk hari Sabtu minggu ini, semua karyawan diwajibkan untuk lembur. Youra tiba-tiba teringat Taehyun, divisi yang dia tempati pasti juga akan lembur. Mengingat hal itu membuat Youra tersenyum-senyum sendiri. Sebuah keuntungan bagi dirinya, karena jarang sekali kantornya mengadakan lembur masal.
Terutama untuk divisi yang Taehyun tempati. Divisi itu adalah divisi tersantai yang pernah dia temui, berbeda sekali dengan divisi miliknya, yang sudah seperti kurcaci pencari berlian. Tapi Youra mendengar rumor jika Manajer di divisi itu tidak ada ramah-ramahnya. Mereka yang dari divisi Taehyun menyebutnya sebagai 'Pangeran Kegelapan'.
Terdengar sangat konyol memang, tapi katanya Manajer disana tiga kali lebih menyeramkan daripada Seojin saat mode serius. Jika Seojin sudah begitu menyebalkan, maka masih ada tiga tingkatan di atasnya. Tuhan memang benar-benar adil. Meski pekerjaan Youra sudah seperti banjir bandang, setidaknya Seojin masih ada di tahap normal dibandingkan dengan Manajer di divisi Taehyun, benar-benar atasan yang mengerikan.
Seohee datang dengan nampan yang penuh dengan makanan juga minuman. Dia benar-benar tidak bercanda dengan kata 'membantu', Youra bahkan sampai menjatuhkan rahangnya sambil sesekali mengucapkan kata 'gila'. Porsi dua kali lipat untuk mereka berdua, sedangkan Seohee hanya bisa menampilkan ulasan senyum kebanggaan. Dia sangat yakin jika porsi super ini bisa dihabiskan oleh mereka berdua.
"Kau benar-benar gila."
"Daripada gila karena pekerjaan, lebih baik gila makan."
"Kau benar-benar mau merusak rencana dietku?"
"Dietnya kapan-kapan saja, lagipula tubuhmu sudah sekurus ranting pohon sakura, kau mau tubuh yang bagaimana lagi?"
Youra memukul Seohee dengan gemas, mendelik tidak percaya saat tubuhnya disamakan dengan ranting pohon sakura. Enak saja, begini-begini tubuhnya tidak selemah ranting, dirinya bisa saja mengangkat Seohee dan menghempaskannya kembali. Meski hatinya dongkol, namun tangannya mulai mengambil makanan dan memasukannya ke dalam mulut. Tidak sinkron sekali memang, Seohee yang tahu jika Youra sedang mengomel dalam diam hanya bisa tergelak dan tetap memimpin mukbang dadakan itu.
Jarak empat meter dari tempat Youra dan Seohee, seseorang tengah memperhatikan dengan ulasan senyum tipis. Hanya sesaat karena di sekon berikutnya seseorang itu pergi melangkah dan menjauh. Jangan sampai keberadaannya menjadi sebuah masalah baru.
Youra sedikit menyadari jika ada seseorang yang menatapnya dari jarak jauh. Namun saat kepalanya terangkat, dirinya tidak menemukan seseorang yang tengah menatap tepat ke arahnya.
"Perasaanku saja atau memang ada orang yang sedang menatapku?" gumam Youra pelan.
"Kenapa berhenti makan? Ayo cepat, habiskan makananmu." Seohee menyikut pelan lengan Youra.
"Memang perasaanku saja yang tidak beres,"
"Berhentilah bergumam tidak jelas, Jung Youra. Aku tidak akan membantumu menghabiskan porsi mukbangmu jika kau berhenti mengunyah."
"Astaga, nona Seohee. Kau jahat sekali, iya iya aku habiskan traktiranmu ini."
Seohee tersenyum lalu memberi dua jempol ke arah Youra dengan mulut yang terus mengunyah.
"Mulutku benar-benar harus bekerja ekstra."
Youra menatap pasrah ke arah makanan di depannya, dirinya bahkan baru menghabiskan seperempat dari semua makanan itu. Sedangkan makanan milik Seohee sudah berkurang banyak. Benar-benar dewi mukbang Seohee ini, dia kuat sekali makan dengan porsi sebanyak ini. Tubuhnya juga tidak pernah melebar meski gadis itu sudah banyak makan. Terkadang Youra iri dengan tubuh Seohee, berbeda sekali dengan dirinya yang mudah naik berat badan jika makan terlalu lahap.
"Seohee, aku jadi ingin bertukar badan denganmu."
"Dasar Youra gila."
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
Ficción GeneralJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
