Kata Daeho memulai hal yang baru itu bukanlah suatu hal yang harus ditakuti.
Ya, Youra hampir saja membenturkan kepala Daeho ke dinding putih mengkilap setinggi kebodohannya itu. Bisa-bisanya dia berbicara sangat lantang dengan wajah tanpa dosanya itu. Mengatakan jika Youra baru saja memulai kencan butanya dengan Haesuk.
Jika bukan tangan Seohee yang menahan Youra untuk tidak melempari Daeho dengan high heels miliknya. Mungkin saat ini Daeho sudah dilarikan ke rumah sakit. Mungkin tidak akan menjadi masalah besar jika saja Haesuk berada di luar area kafetaria atau setidaknya tidak berada di zona perghibahan tak bermutu milik Daeho. Namun sialnya Haesuk saat ini berada di seberang meja dari Youra dan sekawanannya duduk.
Hanya terpisah oleh dua meja, bisa dibayangkan bagaimana ekspresi dan juga reaksi dari Haesuk saat namanya terseret begitu saja. Youra teramat malu, bahkan wajahnya sudah tidak dapat dikatakan baik-baik saja. Seluruh wajahnya sudah berubah menjadi merah layaknya tomat ranum. Mata yang terpejam dengan amarah yang siap meledak. Sedangkan si pelaku utama sudah ditarik dengan paksa oleh Seonho untuk diamankan. Seohee juga memberikan tatapan membunuh ke arah Seonho, karena memang kekasihnya lah yang menjadi biang masalah saat ini.
Sedangkan Haesuk yang memang mendengar jika namanya disebut, terkekeh pelan lalu memandang ke arah Youra. Pemuda itu menikmati reaksi Youra dan sepertinya kemarin adalah pertama kali bagi Youra melakukan dating.
"Youra itu, dia selain cantik tapi juga sangat keren. Iya kan, Taehyun?"
"Kau tertarik padanya?"
"Tidak tahu, menyimpulkan aku menyukainya hanya dalam sekali pertemuan terlihat sangat murahan. Lagipula gadis itu masuk dalam jajaran gadis langka."
Taehyun yang saat ini masih mengunyah makanannya tiba-tiba saja menghentikan aktifitasnya. Merasa penasaran dengan penilaian dari Haesuk.
"Saat pertemuan kemarin, Youra tanpa ragu menunjukkan kepribadiannya yang lain. Benar-benar seperti bukan Youra yang kita kenal saat di ruang rapat."
"Lemah sekali. Terkesan karena hal sepele."
Taehyun segera berdiri dan meninggalkan Haesuk yang masih tersenyum-senyum seperti orang gila.
Sedangkan di sisi lain, Youra melirik ke arah Haesuk hanya untuk memastikan jika Haesuk masih di tempatnya atau sudah pergi. Bukannya menghindari tatapan Youra, Haesuk malah menggoda Youra dengan mengedipkan mata kanannya, memainkan kedua alisnya lalu tersenyum manis. Membuat Youra langsung bergidik ngeri dan memalingkan pandangannya.
"Kau.... seret Seonho dan juga Daeho ke hadapanku atau aku yang akan membuat mereka berdua berakhir di tanganku!"
Youra merasa sangat kesal dengan dua spesies aneh yang sialnya berstatus teman dekat dengan Youra. Sedangkan Seohee mencebik kesal karena dirinya malah ikut terkena imbasnya juga. Tidak berniat menyusul Youra yang memutuskan untuk pergi begitu saja, Seohee lebih memilih berjalan ke arah yang berlawanan dengan gadis bermarga Jung itu.
Kemarahan Youra berlangsung hingga waktu jam pulang kerja. Karena baik Seohee, Seonho maupun Daeho tidak ada yang berniat menemui untuk meminta maaf.
"Kau tidak pulang?" Mou yang memang berada di divisi yang sama dengan Youra bertanya.
Ini sudah waktunya pulang, tapi di meja kerja Youra terlihat masih begitu banyak berkas. Youra begitu fokus sampai dirinya tidak sadar dengan kondisi lingkungan kerjanya yang mulai menggelap dan hanya menyisakan lampu kerja miliknya saja.
"Seojin sialan itu memberiku banyak sekali tugas."
"Jangan mengumpatnya, kau akan kena karma nanti."
"Persetan dengan karma."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
Aktuelle LiteraturJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
