Suara cicitan burung di pagi hari, terdengar sayup-sayup. Youra yang masih betah di alam mimpi harus dipaksa bangun saat alarm jam di nakas samping ranjangnya berdering merdu. Kedua matanya terbuka pelan lalu menggerutu dengan tangan kanan yang menekan tombol atas pada jam di nakas, bermaksud untuk menghilangkan deringan berisik di pagi hari. Masih pagi dan Youra sudah melakukan helaan napas panjang seolah dirinya baru saja pulang dari medan perang. Youra tidak langsung bangun melainkan menggulungkan diri di dalam selimut tebal miliknya. Lagi-lagi Youra mengambil napas sedalam mungkin dan menghembuskannya dengan pelan.
"Yoon,"
Yoon baru saja menyambangi alam bawah sadarnya dengan membawa semua kenangan indah. Kenangan dimana Youra begitu bergantung pada Yoon, juga bagaimana dirinya bisa saja mati di esok hari jika Yoon tidak ada di sampingnya. Kenangan yang terlihat manis tapi menjijikan ini membuat Youra harus bersorak dalam hati tapi juga ingin muntah disaat yang bersamaan.
"Kenapa kenangan itu harus kembali muncul?"
Sekali lagi Youra berguling, berdiam diri tidak lebih dari 30 detik lalu berakhir menyeret dirinya sendiri menuju kamar mandi. Jangan sampai mimpi tidak jelasnya itu merusak hari yang bahkan matahari saja belum benar-benar sempurna menampakkan diri. Perlu waktu setidaknya 15 menit untuk Youra kembali merasa segar dan bersiap menyambut kegilaan di hari ini.
Entah akan ada hal gila apalagi hari ini, beberapa menit yang lalu Seohee bilang dia akan menjemput Youra. Bukan hal biasa jika Seohee tiba-tiba ingin berangkat kerja bersama dengan dirinya. Pasti akan ada hal luar biasa, entah itu gosip terbaru, curhatan harian, atau ke-kepo-an Seohee tentang banyak pemuda tampan di luaran sana.
"Semoga hari ini bisa kulewati dengan mudah."
Ini seperti kau menyambut hari Senin saat masih sekolah dan di jam pertama adalah pelajaran matematika. Double kill yang sangat keren.
Youra mematutkan diri di depan cermin, memastikan jika tidak ada yang kurang atau terlalu mencolok. Outfitnya kali ini bertema warna pastel. Dengan jepit rambut tertata apik di surai legam miliknya. Youra tersenyum puas dengan hasil karyanya sendiri, meski hanya dipoles dengan make up tipis, wajahnya tetap bisa terlihat bersinar. Menepuk-nepuk pelan kedua pipi, sebelum suara mobil dari luar sana menuntutnya untuk segera keluar dari rumah.
Setelah berpamitan dengan nenek dan pergi dengan terburu-buru. Youra segera mengambil duduk tepat di samping Seohee.
"Ada berita apa lagi, Nyonya Seohee?"
Mendengar kalimat yang Youra ucapkan, mau tidak mau Seohee tersenyum paksa sambil merematkan kedua tangannya pada setir mobil. Youra ternyata lebih peka dari dugaannya.
"Nanti saja, sekarang kita harus bergegas pergi ke kantor sebelum musuh bebuyutanmu mengambil alih semuanya."
Youra tertawa, sangat mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Seohee. Perjalanan mereka hanya memerlukan waktu 15 menit untuk sampai di tujuan jika menggunakan kendaraan pribadi.
"Seonho!" Seohee berjingkrak senang dan segera berlari menghampiri.
Berbeda dengan Youra yang langsung menampilkan wajah masam. Karena tepat di belakang Seonho sudah ada Daeho yang menatapnya dengan pandangan hei-kau-kekasih-Taehyun. Entah darimana asalnya gosip murahan (Youra ketahuan saat sedang keluar bersama dengan Taehyun, tapi bukan Daeho yang memergokinya) bisa sampai ke telinga Daeho dan membuat pemuda itu menunjukkan sikap yang berlebihan. Menguntitnya kemanapun Youra pergi dan terakhir kali Youra bersiap menyiram Daeho dengan air mineral karena tidak mau berhenti mengikutinya. Sedikit ampuh sih untuk membuat Daeho tidak berulah beberapa hari, namun di hari berikutnya, pemuda yang menjelma menjadi bocah lima tahun itu mengedip nakal pada Youra. Hingga sebuah surel tak jelas mampir di ponselnya dan membuat Youra tidak bisa berkutik sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
General FictionJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
