Setengah jam yang lalu, Sakuya mendengar teriakan Youra. Karena khawatir, Sakuya hendak menghampiri kakaknya yang saat itu sudah berada di dalam kamar. Namun terhenti saat Souta menahan tangannya.
"Ayah."
"Kakakmu akan baik-baik saja, ada Ibu disana. Beri mereka ruang untuk berbicara."
Sakuya menghela napas kecewa, kedua maniknya dia arahkan ke lantai atas. Tempat dimana kamar Youra berada, Sakuya tidak ingin Ibu dan Kakaknya kembali bertengkar. Seperti beberapa bulan yang lalu dan hampir membuat Sakuya membenci Youra karena ucapan gadis itu. Sakuya tidak ingin salah paham lagi, dia juga tidak ingin dijauhi Youra yang sudah susah payah dia dekati.
"Aku takut Kakak membenciku lagi."
"Itu tidak akan terjadi." ucap Souta meyakinkan.
Hingga beberapa saat kemudian Sakuya melihat dan langsung menghampiri Yeona yang baru saja turun dari kamar Yerin.
"Ibu!"
Sakuya menatap Yeona dengan lekat dan membuat wanita paruh baya itu tertawa kecil.
"Ada apa, Sakuya?"
"Apa Kak Youra baik-baik saja?"
"Tentu. Kakakmu baik-baik saja. Kau khawatir karena mendengar Kakakmu berteriak, ya?"
Sakuya mengangguk cepat, pemuda itu juga memperhatikan Yeona dengan lebih seksama. Takut jika Yeona mendapatkan luka atau apapun itu, meski Sakuya tidak yakin jika Youra akan senekat itu.
"Ibu juga tidak apa-apa. Kakakmu dan Ibu sudah berbaikan, meski sedikit ada kendala tadi."
"Benarkah? Syukurlah. Apa aku boleh menemui Kakak?"
"Sayangnya, Kakakmu sudah tertidur. Dia ingin beristirahat lebih awal. Apalagi kau hari ini sudah bersamanya cukup lama."
"Cukup lama?"
Souta mulai penasaran dengan aktifitas rumah untuk hari ini. Dimulai dari Sakuya yang tiba-tiba saja dipenuhi dengan kebahagiaan serta Yeona yang pada akhirnya bersedia berbagi cerita dengan Youra.
"Sakuya meminta Youra untuk mengajarinya tentang teknik Taekwondo. Dan Youra menyetujuinya, mereka berdua berlatih hingga sore."
"Ayah, Kak Youra sangat keren. Dia mengajari semua teknik dengan bahasa yang sangat mudah Sakuya pahami."
Kepulangan Youra kali ini sepertinya benar-benar ingin memperbaiki semuanya. Souta menyentuh surai Sakuya dengan lembut. Lalu menyuruh anak itu untuk pergi istirahat. Lagipula masih ada waktu dua hari untuk bisa bermain dengan Youra. Sakuya menurut dan pergi ke kamar tidurnya dengan perasaan yang lebih lega.
"Bagaimana denganmu?" Souta menatap Yeona dengan sedikit perasaan khawatir.
"Aku menceritakan semuanya, semua hal yang seharusnya Youra ketahui. Aku juga memohon padanya untuk tidak membencimu dan juga Sakuya, ak....."
"Hei, kau tak perlu melakukan hal itu. Cukup utamakan kesalahpahaman itu. Perlahan Youra pasti akan mengerti. Meski membutuhkan waktu yang lama, aku dan Sakuya bisa menunggu."
Kedua manik kembar Yeona berembun, dirinya merasa begitu beruntung bisa memiliki Souta. Tidak hanya menjadi sosok ayah yang baik untuk Sakuya, Souta juga selalu mendukungnya untuk bisa memperbaiki hubungan dengan Youra. Souta juga tidak bosan untuk tetap membangun komunikasi dengan Youra meski selalu berakhir dengan Youra yang tidak pernah membalas dengan baik perlakuan Souta.
"Bukankah kau sudah lihat hari ini? Sakuya sudah berhasil membuat Youra menaruh perhatian padanya. Kita harus lebih bersabar lagi, semakin kita membuat Youra nyaman, maka dia akan semakin terbuka dengan kita. Aku jadi iri pada Sakuya, anak itu pasti sangat bahagia hari ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crossroads in Your Heart
Fiksi UmumJung Youra tidak tahu, jika berhubungan dengan dunia Kim Taehyun akan membuatnya berada di sebuah semesta yang berisi ribuan bintang berkerlip namun sekarat. Ketika dirinya berusaha menyembuhkan lukanya sendiri, tanpa Youra sadari dia juga sedang be...
