Pacar Sungguhan

269 9 0
                                        

"Mulai hari ini, lo jadi pacar gue" ucap Bastian yang merupakan bagian rencana untuk menghentikan dalang dibalik artikel itu.

Amora kembali menoleh pada Bastian, matanya membulat sempurna bahkan di sekitaran dirinya seakan terhenti sejenak. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Bastian, ia merasa dirinya seakan di alam mimpi dan segera ingin terbangun jika memang saat ini hanyalah sebuah mimpi.

"Gue beneran nggak ngerti sama rencana lo yang semakin lama semakin nggak masuk akal. Stop bercanda dan kasih tau ke gua apa rencana lo yang sebenernya." ucap Amora penuh dengan penekanan.

"Gue lagi nggak bercanda, lo harus jadi pacar gue buat berhentiin artikel itu" ucap Bastian dengan wajah yang tidak menampilkan candaan sedikit pun. "Dengan gue dan lo pacaran, ditambah buat pengakuan atas rumor yang selama ini tersebar, gue pastiin orang itu nggak akan buat rumor tentang kita lagi kedepannya" sambungnya.

Amora menatap Bastian tak percaya, walaupun apa yang direncanakan laki-laki itu ada benarnya tetapi Amora merasa dirugikan. Bagaimana bisa dirinya harus berpacaran dengan orang yang sangat dibencinya? Bagaimana sudut pandang orang lain nanti terhadap dirinya? Tentu dirinya sangat tidak siap untuk hal itu.

"Dari banyaknya cara kenapa lo malah milih cara ini, hah? Dengan cara begini gue merasa dirugikan. Apa nggak bisa pake cara lain? Bisa aja cari orang dibalik artikel itu dan suruh dia berhenti, kan?" Amora masih belum terima dengan rencana Bastian saat ini.

"Nggak semudah itu, lo kira penghuni Zervard sedikit? Seenggaknya dengan cara ini bisa berhentiin rumor itu sejenak sambil cari orang itu dengan perlahan, semua hal butuh proses dan nggak segampang lo ngebalikin telapak tangan, Amora." Bastian sebenarnya juga tidak ingin berpacaran dengan seorang perempuan yang sangat dibencinya itu, namun itulah satu-satunya cara yang bisa memberhentikan rumor mengenai dirinya bersama Amora untuk sesaat.

Amora mengatupkan bibirnya rapat-rapat, nyatanya laki-laki di hadapannya itu telah memikirkan rencana itu dengan matang dan bukan tanpa tujuan untuk kedepannya. Tak lama Amora kembali dikejutkan dan terdiam dalam hitungan detik dengan Bastian yang tiba-tiba berjalan ke arahnya dan memeluk tubuhnya.

"Apa yang lo lakuin Bastian!" Amora berusaha melepaskan tubuhnya yang berada dalam dekapan Bastian.

"Dia pasti ada di sekitaran sini, lo cukup diem dan masalah rumor itu akan selesai sebentar lagi" ucap Bastian seraya mengeratkan dekapannya pada tubuh Amora.

Amora mengurungkan niatnya untuk menjauh dari tubuh Bastian kala samar-samar terdengar seperti suara jepretan kamera, rupanya orang itu selalu mengikuti dirinya dan Bastian setiap kali mereka bersama. Sangat berbahaya jika semakin lama orang itu selalu mengikuti dirinya, mau tidak mau Amora harus bisa menerima rencana Bastian kali ini untuk menyelamatkan dirinya dari orang itu.

Deg

Saat ini detak jantung Bastian berdetak lebih cepat dari biasanya kala Amora memeluk balik tubuhnya, ada apa dengan detak jantungnya saat ini? Padahal dirinya memeluk Amora lebih dulu dan tidak merasakan apapun, namun mengapa detak jantungnya seperti ini ketika Amora memberikannya pelukan? Bastian membuang perasaan aneh yang menyelimuti dirinya saat ini, dirinya tidak boleh merasakan apapun atas rencananya yang dibuatnya sendiri apalagi dengan musuhnya.

Lo nggak boleh terperangkap dalam permainan lo sendiri, Bastian.

♾️♾️♾️

VENOMOUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang