19. Misi Penyelamatan

102 10 0
                                        


***

Raygan turun dari mobilnya saat melihat sebuah motor khas gengnya terparkir di depan pagar rumahnya dalam kondisi masih menyala. Ia pun mengecek tulisan nama tepat di kaca spion bertuliskan 'KevinC' yang artinya motor tersebut milik Kevin. Semua motor geng Cakrawala memang memiliki nama mereka masing-masing yang sengaja diukir di kaca spion untuk menandai kepemilikan motor.

Raygan pun segera menelpon Kevin untuk menanyakan penyebabnya motornya ditinggal menyala. Ia pun tidak menemukan Kevin di sekitar rumahnya.

Telepon terhubung

Motor Lo di sini, nyala, sengaja mau habisin bensin?

Jeff, motor itu sebenarnya gue nggak sengaja tinggalin tapi baguslah gue sekarang memang ingin kasih Lo motor itu.

Maksud lo apa?

Gue mau out

Coba ulang sekali lagi

Gue mau keluar dari geng lo

Telepon dimatikan oleh Kevin

Raygan menyimpan hp di kantong celananya lalu mengepalkan kedua tangannya kemudian meninju spion motor Kevin sampai membuat luka di tangannya terkena serpihan kaca yang pecah. Ia sangat tidak suka jika ada anggota yang seenaknya keluar begitu saja tanpa alasan yang bisa dia terima. Apalagi Kevin tak menyampaikan alasan yang jelas.

Raygan langsung menelpon Sean untuk meminta semua anak cakrawala berkumpul sekarang juga di markasnya. Sebelum melakukan pertemuan besar dengan gengnya, Raygan mengecek cctv di rumahnya karena merasa aneh dengan posisi benda di kamarnya yang berpindah tempat, terutama fotonya bersama Alita.

"Jadi dia kesini tadi? Sial, Gue bener-bener ceroboh."

***

Beberapa anggota Platoz sedang berkumpul di rumah Rafis. Rafis yang sebelumnya ingin mengunjungi markas Platoz, tiba-tiba bertemu dengan salah satu anggota lama Platoz di jalan. Ia pun memerintah untuk mengumpulkan Platoz di rumahnya untuk menanyakan perihal Venzo, anaknya. Kali ini, ia harus berdamai dengan Platoz demi Venzo.

Cukup lama Rafis meluangkan waktunya untuk berbicara dengan anggota Platoz. Mereka membahas segala kemungkinan yang membuat Venzo diculik oleh geng musuh. Rabbu menduga kuat bahwa Cakrawala lah yang menculik Venzo dari rumah sakit. Pernyataan Rabbu langsung dibenarkan setelah Bambang dan Jio datang bergabung dengan mereka. Jio sudah mendapatkan informasi sedikit dari Latif, kenalannya, bahwa pendiri Cakrawala mempunyai dendam lama pada ketua Platoz.

Setelah berdiskusi panjang, akhirnya mereka sudah rampung menyusun rencana yang dipimpin oleh Jio dan Rabbu sebagai ketua sementara menggantikan posisi Venzo dalam mengatur anggota geng. Rafis menyarankan agar melibatkan polisi dalam rencana mereka, namun sarannya langsung ditolak karena tidak ingin berurusan dengan polisi, tapi keinginan Rafis untuk bergabung dengan penyelamatan Venzo terpaksa disetujui karena Ayah dari Venzo itu bersih keras.

"PLATOZ!" teriak Jio.

Para anggota Platoz yang berjumlah kurang lebih 50 orang yang hadir di rumah Rafis pun berseru.

"Ayo bergegas sekarang. Selamatkan Venzo."

Mereka akan menuju ke markas Cakrawala dengan strategi penyelamatan yang sudah mereka susun. Rafis harap rencana yang disusun berdasarkan idenya itu bisa berhasil untuk menyelamatkan putranya. Rafis pun sudah akan menaiki mobilnya, namun kedatangan Vienna dan Kevin mencuri perhatian semua orang yang tengah bersiap untuk berangkat.

Melihat anggota cakrawala datang bersama Vienna membuat Jio dan Bambang langsung mendekat, membuat jarak antara Vienna dan Kevin. Sedangkan Rafis tidak tau sama sekali siapa yang datang bersama putrinya.

Vienna (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang