Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

10. Kecurigaan Venzo

83 6 2
                                        

Vienna dan Alita membuat suasana dalam mobil tanpa kebisingan. Raygan merasa tak biasa dengan situasi itu, saat Alita dan Vienna saling mendiami satu sama lain. Apa ada masalah yang tidak diketahuinya? Pertanyaan itu terlintas di pikirannya. Vienna memandang pemandangan lewat kaca jendela mobil, sementara Alita sibuk dengan hpnya.

Raygan ingin memecah keheningan yang terjadi. Ia memutar musik kembali agar suasana sedikit damai.

"Gue mau ganti lagunya, Ray?"

"Ganti aja," ucap Raygan pada Alita.

Alita langsung mengganti musiknya sesuai seleranya.

"Lo masih sering denger lagu ini?" tanya Raygan, merasa familiar dengan lagu yang Alita pilih.

"Iya! Ini lagu lama, tapi selalu masuk playlist gue banget. Kalau nggak salah, lo pernah nyanyiin lagu ini waktu pentas dulu, kan?"

"Nah iya, emang lagu ini. Lo masih ingat aja, gue udah mulai lupa sih jaman SMP."

Apa pun tentang lo, pasti gue ingetlah.

Alita pun mulai menceritakan banyak kejadian yang masih dia ingat tentang dirinya, Raygan, dan teman-teman semasa SMP-nya. Alita tau semua hal tentang Raygan, sebab Raygan adalah cinta pertamanya. Dan ia sangat suka menceritakan masa lalu dimana dirinya dan Raygan selalu menghabiskan hari bersama. Organisasi dan kegiatan apa pun yang Raygan ikuti, Alita juga sengaja untuk mengikutinya.

"Lo ingat si Ajib yang selalu bawa sisir ke sekolah? Sekarang dia udah nikah dan punya anak satu. Nggak nyangka kan, Lo?"

"Wih, gila. Seriusan lo, Ta?"

"Seriuss. Sekarang dia udah sukses banget, ikut pamannya kerja di tambang."

"Waktu memang bisa merubah segalanya, ya. Padahal dia dulu sering ngupil di kelas, sampai ditegur guru."

Raygan dan Alita tertawa terbahak-bahak saat mengingat kejadian lawak. Sampai mereka lupa bahwa ada seseorang yang dari tadi hanya duduk dengan tenang, terdiam, dan menyimak pembicaraan mereka dengan baik. Ia juga tidak bisa masuk ke dalam pembicaraan sebab Raygan tidak pernah menceritakan banyak tentang dirinya.

***

Seorang wanita berusia 45 tahun sedang bersantai membaca sebuah majalah fashion terkini di ruang keluarganya. Segelas teh hangat menemaninya di meja. Ia memang satu hobi dengan putrinya, Vienna, yang suka sesuatu berhubungan dengan fashion. Dengan dukungan dari Milena pun, Vienna akhirnya menjalani masa SMA-nya dengan pekerjaan sebagai model iklan.

"Trend fashion bulan lalu menarik juga, ya."

"Ini nih dress yang mirip dengan yang dipakai Jennie di acara itu. Harganya bisa semahal ini ternyata, ya. Popularitasnya memang seluar biasa itu."

Di lain tempat, ada Venzo yang baru saja keluar dari kamarnya setelah melanjutkan rebahan sampai siang. Kakinya melangkah menuju dapur mengambil teh juga lalu berniat ingin ke ruang keluarga namun ia urungkan, karena Milena berada di sana.

Venzo membuka laptopnya lalu mulai memilih tontonan di akun premiumnya. Akhir-akhir ini, ia menyukai film yang berhubungan dengan genre action, ataupun sesuatu tentang otomotif.

Venzo menonton menggunakan speaker seperti biasa. Ia lebih menikmati film dengan suara yang besar dan menggema di dinding kamarnya. Kali ini ia melakukan kesalahan karena tidak menutup pintu kamarnya sehingga mengganggu aktivitas Milena yang ada di ruang tengah.

"Ingat tutup pintumu. Sebelum membuat suara yang besar," tutur Milena. Ia berada di depan kamar Venzo lalu menutup pintu kamar Venzo dengan rapat.

"Maaf, Ma."

Vienna (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang