Lisa pov
Taman ini luar biasa. Tempatnya luas dan sangat nyaman. Ada banyak tempat duduk dan disini adalah favorite ku. Disampingnya ada pohon lebat tapi tidak terlalu tinggi, Menampilkan pemandangan danau kecil di depan ku. Universitas ini keren juga. Aku menyukainya.
"Oy oy oy... Kenapa kau selalu suka menyendiri. Lihat disana Man. Gadis-gadis disana sedang berlatih Cheerleader. Wendy sampai ngiler melihatnya" aku tidak perlu menjelaskan. Kalian sudah pasti mengenalnya. Ya itu adalah seulgi.
"Apa?. Aku yang menarik mu untuk pergi. Karena irene dan joy sudah memelototi kita" wendy memutar mata.
Hubungan mereka semakin dekat. Mungkin sudah dilevel yang berbeda?. Entahlah. Aku tidak ingin banyak bertanya. Pikiranku masih terjebak dimasa lalu.
"Come on man... Aku tidak suka melihatmu tidak bersemangat seperti ini. Kita sudah sebulan disini tapi kau tidak berubah sama sekali, Suka menyendiri dan tidak ingin berbagi cerita"
"Lisa... Jisoo unnie memberikanmu ini"
Wendy memberiku susu kotak coklat, susu favorite ku.
"Tidak, Terima kasih. Aku tidak ingin"
"Sampai kapan kau akan seperti ini?. Jisoo unnie selalu memperhatikanmu dari jauh. Apa kau tidak kasihan padanya?. Dia tulus ingin meminta maaf padamu"
Aku menatap seulgi heran. Lalu melihat di sekeliling ku. Jisoo unnie duduk diseberang danau, menyendiri. dia terlihat seperti bermain game dan sesekali melihat kearah kami. Apa benar dia sering mengikuti ku?.
"Untuk apa dia melakukan itu?"
"Dasar bodoh... Dia ingin memastikan kau baik-baik saja. Dia masih peduli padamu lisa. Dia pasti punya alasan, Kau harus mendengarnya. Beri dia kesempatan"
Aku mencerna ucapan wendy. Dia ada benar nya juga. Setelah kejadian itu aku sama sekali tidak ingin bertemu dengannya. Aku mengurung diri di kamar selama seminggu. Kematian nayeon masih membekas di hatiku. Tapi aku merasa pulih lebih cepat. Tidak seperti sebelumnya saat dia pergi tanpa kabar. Sekarang hanya tersisa rasa sakit karena kecewa. Kecewa dengan jisoo unnie dan kecewa aku hanya bisa bertemu singkat dengan nayeon, untuk terakhir kalinya.
"Aku masih kecewa padanya"
"Beri dia kesempatan" seulgi menepuk bahuku. "Tidak semua hal berjalan sesuai yang kita harapkan lisa. Jisoo unnie memang belum menceritakannya pada kami, tapi aku percaya dia punya alasan untuk itu. Aku masih sangat kesal padanya. Tapi lebih dari apapun kita mengenal siapa jisoo unnie sebenarnya. Dia punya alasan besar untuk itu. Percaya lah" ucap seulgi meyakinkan ku.
Aku hanya mengangguk tidak menjawab. Mengenai itu aku tidak punya rencana apa-apa. Aku masih malas memikirkannya. Itu hanya akan membuatku kecewa. Biarlah semuanya berjalan sesuai alurnya. Aku tidak akan mengelak jika jisoo unnie akan datang padaku. Aku masih ingin menikmati kesendirianku. Lebih ke menenangkan diri?. Ya seperti itu.
Tentang kejadian itu aku pikir aku sudah mengikhlaskannya. Tapi ada satu hal yang mengganjal pikiranku. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Tapi apa?. Aku tidak mengerti. Ada kekosongan di hati ku. Itu membuatku gelisah.
"Dari yang aku lihat, kau sedang putus cinta atau apa?. Kenapa denganmu?. Ceritakan pada kami" aku sangat mudah ditebak.
"Entahlah wendy. Aku tidak tahu. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Aku merasa kosong. Aku merasa kehilangan sesuatu" ucapku jujur.
"Apa ini karena nayeon?" Tanya seulgi.
"Sejujurnya tidak. Aku tidak tahu. Tapi dapat aku pastikan bahwa ini bukan tentangnya. Aku sudah mengikhlaskan kepergiannya. Ini menyangkut hal lain"
KAMU SEDANG MEMBACA
Emerging Love
Fanfiction. . . . . Dia hanya masa lalu. Jika jennie meragukan ku hanya karena dia?. Itu tidak adil. Aku punya cinta yang lebih besar untuknya. ______________________________ "Apa ini akan menjadi akhir?" "Tidak. Ingat... Selalu ada alasan dibalik suatu kejad...
