"Ayo ikuti dia"
"Tidak. Aku akan mengantarmu ke unit. Biar aku saja yang mengikuti dia"
"Apa? Tidak tidak. Jika kamu pergi maka aku juga harus pergi. Jika kita tidak mengikutinya maka kita akan kehilangan jejaknya." Aku mengerutkan kening.
"Tidak jennie. Kamu harus pulang. Aku takut ini akan berbahaya" ucapku meyakinkannya.
"Justru karena ini berbahaya aku tidak ingin membiarkanmu pergi sendiri. Lihat luka ini..." Dia menyentil tanganku yang diperban. Aku berteriak karena itu masih sakit ketika disentuh walaupun aku masih mampu untuk menyetir.
"Nah lihatlah. Kamu masih merasa sakit kan. Jadi aku harus menemanimu"
Aku akan berbicara tapi dia menyela ku.
"Jika kamu menolak maka aku akan memberitahu ayahmu" ucapnya mengancamku.
Aku membulatkan mataku dan menggigit gigi.
"Sial. Baiklah kalau begitu. Kita tidak bisa membuang waktu karena dia akan segera pergi" Tidak ada gunanya melarang penyihir ini.
Mobil yang dikendarai jisoo mulai bergerak. Aku cepat-cepat mengikutinya. Beruntung aku menggunakan mobil yang sangat jarang aku pakai. Bahkan teman-temanku tidak tahu mobil ini. Ini mobil pertamaku. Mobil sederhana tapi sangat enteng dibawa. Aku suka mobil ini. Jadi jisoo unnie tidak akan mengetahui jika aku yang mengikuti nya.
"Apa tanganmu baik-baik saja jika menyetir?"
"Aku baik-baik saja sayang. Jangan khawatir" jennie memutar matanya. Aku suka reaksinya hingga membuatku tertawa.
"Kamu suka sekali menggodaku. Itu tidak lucu"
"Haha maafkan aku. Aku suka reaksimu ketika kesal"
"Jadi kamu ingin aku selalu kesal?" Ucapnya dengan ekspresi yang imut. Aku tidak tahan untuk mencubit pipinya.
"Ish sakit lisaa" dia memukul lenganku dan aku menertawainya lagi. Dia mengelus pipinya Setelah memukulku.
"Apa jisoo dekat dengan hanbin?" Jennie tiba-tiba bertanya.
"Setahuku tidak. Ketika kejadian dirumahnya hari itu, kami tidak berbicara lagi dengan hanbin. Sebelumnya kami sangat dekat. Bahkan aku menganggapnya seperti kakakku sendiri. Tapi sekarang, aku merasa seperti bermusuhan dengan keluarga mereka. Kelihatannya hanbin dan ayahnya sangat membenciku" ucapku jujur.
"Lalu?. Kenapa kamu santai saja melihat temanmu pergi menggunakan mobil hanbin?. Apa kamu tidak curiga?" Tanya jennie lagi.
"Aku sangat mempercayai mereka. Aku tidak percaya itu mobil hanbin haha. Kami sangat dekat jennie. Kami seperti saudara. Mereka tidak mungkin mengkhianati ku" ucapku mantap.
Aku menyengir dan mengangkat alisku naik turun. Dan aku menertawai reaksi jennie yang seperti jijik. Haha gadis ini benar-benar sesuatu.
"Tadi kamu mengatakan akan mengantarkan ku pulang karena ini akan berbahaya. Jadi kamu membohongiku huh?"
Aku menggaruk alisku yang tak gatal.
"Hehe. Aku takut ini akan lama. Jadi sebaiknya kamu berada diunitku saja" dia memutar matanya.
"Ck kamu juga memaksa untuk ikut karena mobil yang dikendarai jisoo seperti mobil hanbin kan" tambahku.
"Apa?. Tentu saja tidak. Kamu harusnya berterima kasih karena aku memberitahumu bahwa itu adalah mobil hanbin" dia melipat tangannya dan cemberut.
"Iya dehh. Tentu saja kamu tahu karena itu adalah mobil kekasihmu kan. Dan kamu khawatir ada sesuatu yang tidak beres dengan hanbin kannn" aku menggodanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Emerging Love
Fanfictie. . . . . Dia hanya masa lalu. Jika jennie meragukan ku hanya karena dia?. Itu tidak adil. Aku punya cinta yang lebih besar untuknya. ______________________________ "Apa ini akan menjadi akhir?" "Tidak. Ingat... Selalu ada alasan dibalik suatu kejad...
