25_Melting

189 26 0
                                        

"Miss Manoban?"

"Pss... Pss... Bodoh. Profesor memanggilmu"

"H-hah?"

Semua orang dikelasnya menatap lisa. Lisa bingung dan linglung menatap sekitarnya. Dia tertidur bahkan mendengkur.

"Anda sudah dua kali tertidur dikelas saya. Saya sudah memperingatkan anda sebelumnya. Tapi anda tidak berubah sama sekali"

"M-maafkan saya prof"

"Temui saya di ruangan saya setelah kelas ini" LIsa menegang.

Lisa pov

Aku sudah mendapatkan karmaku. Setelah kelas membosankan itu berakhir, Aku dengan enggan ke ruangan profesor yang mengajari kami sebelumnya. Tentu saja para pasukanku mengikutiku.

"kau bodoh sekali. Jangan membuat ulah lisa. Kita baru menginjakkan kaki disini tapi kau sudah menguji kesabaran profesor kita"

"Aku tidak sengaja unnie. Aku bermain game hingga pagi"

"Alasan yang sama. Kau tidak pernah berubah sedari SMA" seulgi memutar matanya.

"Kau perlu khawatir lisa. Bagaimana jika profesor memberitahu dad marco, kau bahkan kami bisa dihukum. Aku tidak ingin terlibat dalam masalahmu"

Perkataan wendy merasuki pikiranku. Itu tidak boleh terjadi. Aku mempercepat langkahku ke ruangan profesor.

"Tunggu disini. Jangan kemana-mana" aku memperingati mereka sebelum memmbuka pintu.

Ruangan ini serba berwarna coklat kayu. Melihatnya saja sudah membuatku tidak nyaman. Ruangan khas para orang membosankan yang suka membaca buku. Aku melihat profesor duduk dengan kacamatanya sedang membaca sesuatu. Dan ada seseorang yang tidak asing berdiri disampingnya.

Aku berjalan pelan lalu berhenti menghadap mereka.

"Saya datang profesor"

Oh fuck. Seseorang yang berdiri di samping profesor adalah mantan jennie!. Sunu?. Sino?, suno?. Aku lupa namanya. Tolong seseorang ingatkan aku...

"Akhirnya... Saya kira anda tidak akan datang" dia melepas kacamatanya.

Aku melihat sunu yang tersenyum padaku. Senyum yang tidak aku suka.

"Saya tidak ingin ini menjadi panjang. Anda sudah melakukan kesalahan yang berulang dikelas saya. Mengakibatkan suasana kelas menjadi tidak menyenangkan akibat aktivitas tidur anda yang mengganggu fokus mahasiswa yang lain" dia memperbaiki posisi duduknya. Kali ini menatapku lebih serius.

"Tuan manoban telah mempercayakan anda kepada kami 100%. Kami beruntung sekali bisa memegang kepercayaan sebesar itu dari beliau yang sangat sulit didapatkan oleh orang lain. Tapi sayangnya, anda tidak bekerja sama dengan kami miss manoban. Saya dengar anda juga melakukan kesalahan yang sama dengan dosen yang lain. Sebelum ini semakin jauh, saya ingin membuat kesepakatan dengan anda. Kami tidak ingin mengecewakan tuan manoban karena telah gagal mendidik dan memberikan yang terbaik kepada anak tunggalnya. Kami akan berat hati mengatakan ini, kami memiliki pilihan untuk mengembalikan anda kepada tuan manoban. Kami merasa gagal menjadi wadah pendidikan terbaik untuk anda" aku merasa bom atom meledak dijantungku.

Semua bahasa formal itu menggangguku. Tapi maksud perkataannya lebih buruk lagi. Jika benar mereka akan mengeluarkanku dan mengatakannya pada daddy, aku lebih memilih bunuh diri. Aku akan dihukum habis-habisan. Ya tuhan aku tidak mengira akan separah ini.

"P-profesor. Tolong jangan beritahu ini kepada ayah saya. Saya minta maaf profesor" aku membungkukkan badanku. "Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Saya berjanji akan belajar lebih giat lagi. Tolong jangan beritahu ayah saya" aku sangat panik

Emerging Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang