29_Stay

87 6 0
                                        

Seulgi pov

Sedari tadi aku melihat disudut mataku. Wendy dengan gelisah memegang ponselnya lalu mengangkatnya ke telinga. Dia sedang menelepon seseorang.

"Babe aku akan membeli ini. Bagaimana menurutmu?"

"Durian?. Kamu yakin?"

"Ya, aku pernah mencobanya sebelumnya. Dan itu sangat enak. Kamu harus mencobanya juga"

Aku tidak yakin. Baunya menyengat dan membuatku mual. Aku harus membuang ini nanti.

Pagi-pagi sekali aku sudah menemani kekasihku berbelanja di supermarket

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi-pagi sekali aku sudah menemani kekasihku berbelanja di supermarket. Supermarketnya sangat luas. Kami akan membeli beberapa makanan untuk stok di unitku. Aku tidak suka unitku kosong seperti milik lisa. Bahkan tidak ada air putih di kulkasnya. Padahal uangnya bisa membeli seisi supermarket, tapi seperti yang kita tahu sejak awal dia adalah seorang yang pemalas, bodoh, jarang mandi, jorok, pemboros dan ... oke itu berlebihan. 

Kalau sebagian besar orang akan bilang ini membosankan, tapi aku tidak. Aku sangat senang menemani irene belanja. Disini aku bisa melihat dia bersikap manis karena dia sangat suka berbelanja. Dia akan banyak mengoceh. Bertanya tentang ini itu. Memberitahuku makanan atau minuman apa yang baik untuk dikonsumsi. Meski berjam-jam lamanya aku tetap menikmatinya. Punggung dan tanganku akan mati rasa karena mengangkat keranjang yang penuh. Aku tidak keberatan sama sekali.

"Kenapa dengan kembaranmu itu?"

"Seperti biasa, joy" aku menjawab singkat.

"Kenapa sepupu rose itu bertindak seenaknya. Apa dia tidak melihat wendy bekerja keras untuknya?"

"Aku tidak tahu babe. Wendy sudah gila. Dan dia semakin gila karena perempuan itu"

"Lalu kamu dan temanmu membiarkan dia begitu saja?" Irene menatapku dengan serius

"Kalian sebagai teman harus merangkulnya. Aku melihat kalian seolah tidak peduli dengan masalahnya. Sedangkan dia selalu ada 24 jam untuk membantu masalah kalian. Kalian harus membalas budinya. Meski sekonyol apapun wendy, yang aku tahu dia adalah teman setia yang rela mati untuk kalian"

Irene menceramahiku. Kata-katanya benar. Aku menatap wendy dari kejauhan dan meresapi ucapan irene di otakku. Selama ini dia selalu ada untuk kami. Tapi kami tidak benar-benar ada untuknya. Aku harus mendiskusikan ini dengan lisa dan jisoo.

"Terima kasih babe. Kami akan menyelesaikan ini" aku mencium pipinya.

"Hei, apa aku boleh membelikan ini" 

Dengan tidak malu, anak ini menunjukkan mobil remot kepada kami seolah kami adalah orang tuanya.

"Apa maksudmu?, beli sendiri. Uangmu sudah cukup untuk membeli pabrik mobil sungguhan" aku memutar mataku

"Pelit sekali. Ini sangat murah. Ayolah aku tidak membawa uang sepeserpun. Please Unnie...." Wendy memelas tapi itu percuma karena itu tidak mempan sama sekali.

Emerging Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang