Flashback
Seulgi POV
"Hoammmm...."
Aku menguap sedari tadi. Kami sudah berkumpul di cafe ini pagi-pagi sekali. Bahkan karyawan cafe ini masih menyiapkan tempat dan kami sudah duduk disini seperti anak-anak yang akan berangkat sekolah dan singgah di cafe untuk sarapan.
"Aku sudah bilang kan unnie. Dia bukan manusia pagi. Kita sudah berada disini tapi lisa entah dimana sekarang. Aku sudah kesal"
Mengantuk dan kesal. Aku baru tidur sekitar 30 menit semalam karena bermain game. Tapi idiot itu membangunkanku dan alhasil aku tidak bisa tidur lagi. Dan sekarang lihatlah... Kami belum melihat batang hidungnya sedari 30 menit yang lalu. Lihat saja... aku akan mematahkan batang lehernya nanti.
"Aku sudah meneleponnya ribuan kali. Handphone nya mati"
Makanan yang kami pesan telah tiba. Aku ingin meminta maaf karena datang sepagi ini.
"Maaf karena datang sepagi ini"
"T-tidak apa. Nikmati sarapan kalian" Ucapnya malu-malu. Oh jika kalian masih ingat, ini adalah cafe yang sama ketika kami bertemu dengan irene, jennie dan rose untuk pertama kali.
"Ah akhirnya... Aku sudah sangat lapar" Wendy langsung menyantap makanannya. Sejujurnya aku juga lapar. Aku perlu mengisi energiku terlebih dahulu untuk mematahkan leher lisa nanti.
"Maaf... Aku terlambat" Aku baru akan menyuap makanan ke mulutku. Idiot ini baru datang dengan cengirannya seperti tidak bersalah.
"Bagus lisa. Siapa sebenarnya yang butuh bantuan disini" Aku memutar mataku.
"Hehe ini baru 30 menit. Ponselku mati sehingga alarmku tidak berbunyi"
Hal yang pertama kali yang dia lakukan adalah memakan makanannya. Jika sudah lapar begini, Kami sudah malas sekali mengeluarkan suara. Jadi selama 20 menit kami menghabiskan waktu untuk memberi makan cacing-cacing diperut kami.
"Buurrrrgggh"
"Sopan sedikit bodoh" Wendy bersendawa dengan sangat keras. Dia sangat memalukan.
"Makanannya sangat enak. Aku kenyang" Dia menyandarkan tubuhnya.
Pelayan yang sama datang membersihkan meja kami. Dia memerah dan menundukkan kepalanya. Selalu begitu.
"Baiklah kawan-kawan... Perut sudah kenyang dan energi sudah terisi kembali. Saatnya kita membahas hal yang sangat penting karena ini berkaitan dengan hidup dan mati"
"Perutku kenyang. Itu membuatku mengantuk. Seharusnya ada waktu untuk kami tidur" kali ini aku setuju dengan wendy.
"Apa maksudmu?. Jadi kau datang kesini hanya untuk makan gratis?"
"Kami sudah datang pagi-pagi sekali untukmu. Tapi kau malah terlambat. Jadi siapa yang salah disini" Wendy menantang.
Jika kalian mengira masalah tadi sudah terlupakan, tentu tidak. Sekarang sudah ada cukup waktu untuk menyerang lisa.
"Ak-...."
"Jika kalian ingin melanjutkan pertengkaran kalian maka aku akan pulang"
"Tapi unnie dia yang..."
"Lisa hal seperti itu tidak benar. Kau tidak akan suka jika kau menunggu seseorang padahal dia yang lebih membutuhkanmu bukan?. Itu adalah etika. Jika kau meminta bantuan pada seseorang seharusnya kau datang lebih awal"
"Maafkan aku unnie" Lisa menunduk.
"Bukan hanya aku yang menunggu disini"
Lisa bangkit lalu membungkukkan badannya "Maafkan aku jisoo unnie, Seulgi unnie dan wendy unnnie"
KAMU SEDANG MEMBACA
Emerging Love
Fiksyen Peminat. . . . . Dia hanya masa lalu. Jika jennie meragukan ku hanya karena dia?. Itu tidak adil. Aku punya cinta yang lebih besar untuknya. ______________________________ "Apa ini akan menjadi akhir?" "Tidak. Ingat... Selalu ada alasan dibalik suatu kejad...
