31_Camp 1

62 10 0
                                        

"Apa yang kau bawa?"

"Aku membawa banyak snack untuk kita makan nanti"

"Wahh bagus seul, aku jadi lapar lagi"

"Kita baru saja sarapan. Tahan sebentar"

Pagi-pagi sekali mereka semua sudah berkumpul di halaman kampus. Hari yang ditunggu-tunggu kelompok lisa sudah tiba. Mereka begitu bersemangat.

"Enak sekali..."

Jisoo sedari tadi mengunyah ayamnya. Dia membawa ayam satu ember untuk dia makan dibus nanti. Mulutnya penuh dengan remahan ayam. Dia tidak sendiri. Dia bersama kekasihnya. Ya mereka makan bersama.

"Aku ingin lagi"

Jisoo menyuapi rose dengan paha ayam yang ia pegang. Mereka sedari tadi tertawa dan saling menyuapi. Mereka tidak peduli dengan tatapan orang-orang.

"Hey sudahlah. Kalian akan kekenyangan lalu muntah dibus" ucap irene.

"Aku hanya makan sedikit unnie" rose cemberut.

Jisoo melihat ember ayamnya dan melihat tinggal beberapa potong ayam saja. Dia menyengir dan menatap rose. Kemudian dia mengusap sudut bibirnya yang terdapat remahan dan minyak.

"Lihat, kita sudah makan banyak baby. Aku takut kita akan muntah dibus nanti. Nanti kita lanjutkan setelah sampai di lokasi nee?"

Rose mengangguk dengan sedih. Kemudian dia memeluk jisoo dengan manja.

"Aku peringatkan sekali lagi. Jangan pernah menaruh matamu pada gadis itu. Sekali saja aku melihatmu tersenyum padanya, aku akan memotong lehermu. Kau mendengarkanku?"

"Iya mam"

Lisa menunduk patuh. Sedari 15 menit yang lalu mereka mendengar jennie mengoceh. Mulut gadis itu tidak berhenti sedetikpun. Lisa hanya mendengar dan mengangguk saja. Jika dia menjawab, kecepatan jennie berbicara akan bertambah dua kali lipat. Dia tidak mau jennie semakin kesal.

"Astaga jennie. Telingaku sudah sakit mendengarmu nge-rap sedari tadi. Badanmu saja yang kecil. Tapi kekuatanmu seperti hulk" wendy mengejek.

Hal itu memancing amarah jennie. Dia melempar topinya dan mengenai wajah wendy. Mereka semua tertawa melihat wendy mengusap dahinya.

"Sst... wendy jangan menggodanya" lisa menangkup wajah kucing yang sedang mengamuk itu.

"Red days?"

Jennie mengangguk sedih lalu memeluk lisa erat.

"Sudah ku duga. Nini, jangan khawatir. Aku akan mendengarkanmu. Tolong percaya padaku ne. Jangan marah lagi" lisa mengusap sayang kepala jennie lalu menaruh dagunya diatasnya.

"Apa perutmu sakit?"

"Tidak. Tapi ini akan sangat merepotkan lili. Kita akan banyak bergerak nanti. Itu sangat tidak nyaman" jennie merengek.

"Aku akan berbicara pada ketua kalian nanti. Atau bahkan dengan shonu itu. Aku akan meminta mereka untuk mengurangi tugasmu"

"Jangan... Banyak mahasiswa lain yang sedang menstruasi juga. Aku tidak ingin mendapat perlakuan spesial. Itu tidak adil kan?"

"Tapi aku tidak mau kamu lelah"

"Itu sudah resikonya lili. Tidak akan sakit, hanya kurang nyaman saja. Cukup beri aku pelukan untuk menyembuhkannya" ucap jennie manja.

Lisa terkekeh lalu memeluk jennie lebih erat. Beberapa mahasiswa memandangi mereka. Mereka semua merasa gemas dengan pasangan primadona yang terkenal satu kampus mereka. Teman-teman lisa sudah terbiasa. Mereka sibuk dengan pasangan mereka masing-masing. Kecuali wendy, dia sibuk menggoda wanita lain.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Emerging Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang