Wendy pov
"Ayo... aku sudah siap"
"Hah?. Kemana?"
Lihatlah. Mereka seperti orang suci menanggapi ceritaku semalam. Dan sekarang mereka sudah kembali menjadi orang dengan kebutuhan khusus. Mereka lupa dengan apa yang mereka janjikan.
"Menemui joy. Aku sudah menghubunginya"
"Jadi kita benar-benar akan menemuinya?" Lisa berbicara dengan wajah tidak bersalahnya.
"Kau yang berkata begitu semalam" aku mulai kesal.
"Apa kau yakin?. Maksudku apa harus sekarang?. Jujur aku ingin tidur seharian ini" seulgi menguap.
"Kalian jahat sekali"
"Siapa yang jahat?"
Irene, jennie dan rose muncul dari belakangku. Mereka sudah berganti pakaian.
"Tunggu. Kalian mau kemana?" Tanyaku heran.
"Bukankah kita akan menemui joy?" Rose menjawab.
"Lihat... siapa yang sebenarnya sahabatku disini" aku bersingkap dada.
"Hehe kami hanya bercanda. Ayo girls. Kita pergi" jisoo memimpin jalan. Mereka tertawa bersama-sama. Mereka suka sekali mengerjaiku.
Kami pergi dengan satu mobil yang sama. Mobil yang lebih besar tentunya. Aku berada dikursi paling belakang. Jisoo dan rose dikursi depan. Sedangkan seulgi, irene, jennie dan lisa berada dikursi tengah. Mereka rela duduk berdesak-desakan karena tidak ingin berjauhan. Jennie sudah berada dipangkuan lisa karena tidak mau duduk berdesakan. Ya dia akan merasakan tonjolan lisa.
"Kurasa wendy sudah gila. Dia sedang melamun" lisa memukul kepalaku.
"Pasti tidak nyaman duduk sendirian dibelakang sana" jisoo ikut mengejekku.
"Sudahlah. Kalian terlalu banyak menggodanya"
"Kau selalu berada dipihakku irene"
Ditengah perjalanan kami memutuskan berhenti sebentar untuk membeli beberapa makanan.
Aku sudah memberitahu joy jika kami akan menemuinya. Dia mengiyakan dan menyuruh kami untuk datang kerumah hanbin. Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Semoga kedatangan kami bisa membantunya
"Wauu rumahnya banyak berubah" itu adalah kalimat pertama lisa ketika kami pertama kali menginjakkan kaki disini.
Rumah ini seperti kurang terurus. Tanaman disekitar rumahnya layu dan sudah mati. Semuanya terlihat suram. Kami menekan bel dan joy menyambut kami.
"Hai... akhirnya kalian datang juga. Ayo masuk" Dia menyambut kami dengan ceria.
Di dalam rumah jauh lebih buruk. Rumahnya sangat besar. Tapi sekarang terlihat kosong. Hanya ada beberapa perabot yang tersisa. Melihat semua ini aku mengerti betapa terpuruknya hanbin.
"Aku minta maaf karena kita kekurangan kursi disini. Ayo kita ke gazebo taman. Disana lebih luas dan lebih baik daripada disini"
Joy menuntun kami ke arah taman. Tempatnya berada dibelakang rumah. Ada kolam ikan kecil dan bunga-bunga yang indah. Ini jauh lebih terawat. Anak-anak itu berlari kearah gazebo.
"Tunggu sebentar oke. Aku akan membawakan minuman untuk kalian"
"Tidak perlu" aku menarik tangannya. "Kami datang kesini bukan untuk merepotkanmu. Kami membawa beberapa makanan disini" aku menunjukkan kantong plastik yang aku bawa.
"Maafkan aku karena merepotkan kalian. Aku akan memanggil hanbin untuk kesini" aku mengangguk dan melepas tangannya.
"Ahaha ini seru sekali"
KAMU SEDANG MEMBACA
Emerging Love
Fanfiction. . . . . Dia hanya masa lalu. Jika jennie meragukan ku hanya karena dia?. Itu tidak adil. Aku punya cinta yang lebih besar untuknya. ______________________________ "Apa ini akan menjadi akhir?" "Tidak. Ingat... Selalu ada alasan dibalik suatu kejad...
