Semua teman lisa dan jennie memutuskan untuk menginap. Itu adalah paksaan dari mereka. Mereka mau tidak mau mengiyakan karena sudah disogoki makanan super banyak. Yang paling bahagia sudah pasti rose.
Selain itu besok adalah akhir pekan yang artinya libur.
Mereka memutuskan untuk tidur diruang tamu karena hanya ada dua kamar di unit lisa. Mereka bersusah payah mengangkut kasur dan memindahkan sofa. Ketika jennie, irene, dan rose memutuskan untuk menyiapkan makanan dan minuman hangat untuk mereka, sebaliknya lisa dan temannya berdebat memperebutkan akan tidur dimana.
"Tidak!. Aku sudah mempersiapkan ini sedari tadi. Apa maksudmu tiba-tiba ingin merebutnya" seulgi menahan tempatnya yang akan direbut lisa.
"Apa?. Aku yang mengangkut kasur ini dari kamar. Ini tempatku... menyingkirlah!"
Mereka saling menarik kasur itu. Dengan kekuatan yang besar, seulgi menarik lebih keras hingga membuat lisa terjatuh. Bekas lukanya berdarah lagi.
Lisa diam mematung begitu juga temannya.
"Ssst. Lisa itu hanya luka kecil. Kemari biar aku obati" ucap seulgi pelan.
Dia pelan-pelan meraba dahinya. Jarinya terkena darah.
"Aku berdarah?"
Mereka mengangguk.
Lisa mencebik dan air matanya mulai menumpuk.
"Hmm huaaa... aku berdarah" lisa menangis keras yang membuat mereka terkejut.
"Ya ampun sssttt... diam!. Mereka bisa mendengarnya nanti"
Jisoo menutup mulut lisa tapi itu tidak berhasil karena dia memberontak dan menggigit tangannya.
"Aww dasar anak anjing" ucap jisoo reflek.
"Huaaa... sakittt. Seulgi jahat!"
Lisa berteriak dengan keras bahkan melompat-lompat di kasur dan di sofa. Dia tantrum!...
"Ada apa ini?!" Jennie tiba dengan heran karena mendengar teriakan lisa.
"A-anu lukanya" ucap seulgi gugup.
"Apa!"
Jennie menghampiri lisa yang kini terduduk didekat sofa. Dia masih tersedu-sedu.
"Ya tuhan. Lukamu berdarah lagi!"
Jennie menyeret lisa ke kamar. Dia membawanya ke wastafel untuk membersihkan lukanya.
"A-aw pelan-pelan"
"Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi aku mendengar suara ribut sedari tadi" jennie menyeret lisa duduk dikursi dan dia mengambil obat-obatan.
"Ini tidak akan terjadi jika kamu tidak nakal" dia memberi obat pada luka lisa dengan sedikit kasar karena kesal.
"Aww. Sakitt" lisa merintih hingga matanya berair lagi.
"Apa yang terjadi. Ceritakan padaku"
"Seulgi ingin mengambil tempat tidurku" ucapnya dengan suara serak.
"Aku tahu itu pasti tempat seulgi, lalu kamu datang tiba-tiba ingin mengklaimnya kan?. Kamu tidak akan tenang sebelum pertengkaran itu terjadi"
Luka lisa sudah diberi perban. Sejujurnya itu tidaklah parah. Hanya saja mengeluarkan darah yang lumayan banyak hingga membuatnya syok. Dia takut darah.
"Tidak ada yang mau mempercayaiku" lisa memalingkan wajahnya.
"Kenapa itu saja mau diperebutkan. Masih ada satu kasur lagi dikamarmu kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Emerging Love
Fanfiction. . . . . Dia hanya masa lalu. Jika jennie meragukan ku hanya karena dia?. Itu tidak adil. Aku punya cinta yang lebih besar untuknya. ______________________________ "Apa ini akan menjadi akhir?" "Tidak. Ingat... Selalu ada alasan dibalik suatu kejad...
