Special Chapter - 2

1.1K 91 3
                                        

masih spesial ceritain rye pas masih kicik 🤏

typo tolong tanda~
_____________________

Pagi yang cerah di mansion Johnson.

Rye, yang saat ini berusia 4.5 tahun, terlihat antusias tubuh mungilnya yang kini mengenakan seragam TK-nya yang baru. Ia menatap dirinya di kaca ruang tengah dengan senyum lebar tak lupa berlenggak lenggok, senang bisa segera masuk sekolah seperti abangnya.

Mike, Jamie, Josh, dan Alan, yang sudah lebih besar, memperhatikan adik kecil mereka dengan tatapan campur aduk.

Di satu sisi, mereka senang karena Rye akan mulai bersekolah. Tapi di sisi lain, mereka merasa agak cemas, karena ini berarti Rye akan mulai bertemu dengan anak-anak lain yang mungkin akan menarik perhatian adik kesayangan mereka.

"Aduh keren sekali anak Mami ini. Senang ya bisa sekolah?" Catherine datang membawa tas si kecil yang berisi baju ganti dan susu.

Rye kemudian tersenyum malu-malu, "Hihihi adek sekolah Mami~"

Catherine tersenyum gemas melihat putranya itu, ia kecup lembut pelipisnya. "Benar, anak Mami sudah besar ya sekarang? Sudah bisa bersekolah seperti abang."

Kemudian Harris datang menyusul mereka dengan menggendong bayi di tangannya. Benar, Rye saat ini resmi memiliki 2 adik. Chris sekarang sudah tumbuh menjadi abang sama sepertinya, tepat beberapa minggu lalu setelah kelahiran Jake, bungsu baru keluarga Johnson.

"Anak Daddy sudah siap?" Tanya nya pada seluruh putranya yang berada di sana. Hari pertama Rye sekolah ini akan diantar oleh mereka semua. Mereka tidak ingin melewatkan hari pertama Rye berangkat hanya menggunakan supir, oleh karena itu hari ini Harris lah yang menyetir mobil sendiri untuk membawa keluarganya.

"Siap Daddy~" Jawaban serentak itu membuat

Harris dan istrinya, Catherine mengantarkan Rye ke TK pertamanya hari ini. Di perjalanan, Rye tak henti-hentinya bercerita tentang betapa senangnya ia akan bertemu dengan teman-teman baru. Catherine sendiri hanya tersenyum lembut, sementara Harris mengingatkan Rye untuk selalu bersikap baik.

"Nanti tapi adek pasti punya teman kan?" Pertanyaan polos itu membuat saudaranya mengerutkan kening mereka.

Orang bodoh mana yang tidak mau berteman dengan anak manis ceria seperti ini, batin para saudaranya.

"Tentu, tapi adek harus memilih teman yang baik ya. Kalau temannya nakal jangan ikut-ikutan, mengerti?" Mike menasehati sambil merapikan helaian rambut Rye yang sedikit berantakan.

"Mengerti abang~"

~~~

Setibanya di sekolah, Harris beserta keluarganya turun untuk mengantar Rye sampai di depan kelas. Banyak mata yang memandang kagum pada keluarga itu, semua anggota keluarga memiliki kharisma masing-masing. Termasuk si mungil dengan seragam yang menempel di bajunya yang saat ini sedang di gandeng oleh kedua abangnya.

"Adek ingat kata abang ya, tidak boleh ikut teman melakukan hal buruk, mengerti?" Sekarang mereka sudah tiba di depan kelas, terlihat banyak suara anak kecil dari sana yang membuat Rye tiba-tiba gugup.

"Abang... Adek takut..." Cicitnya pelan. Rye memang jarang bertemu dengan teman sebaya nya. Ia hanya memiliki satu teman, dan itu pun seumuran dengan abangnya, Yale namanya.

Catherine yang melihat itu memindahkan tubuh Chris yang berada di dekapannya ke Jamie. "Hei, anak Mami kan hebat. Nanti ada abang menunggu di sekolah, kalau ada yang nakal nanti datang ke abang ya?"

Memang di sekolah itu ada ruang tunggu untuk para wali murid. Namun karena kali ini yang datang adalah keluarga Johnson, maka ada ruang tunggu khusus untuk mereka. Pemilik sekolah merupakan rekan dari Harris, tak heran keluarganya mendapat perlakuan khusus. Padahal sekolah ini semuanya setara, tidak ada orang yang tidak berada di sini.

The Bonds of Rye Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang