S1 Eps. 05 - Under the Moonlight (1)

310 42 4
                                        

_____________________________

Happy Reading!
_____________________________

"Kau tidak pernah bertingkah seperti ini, Alvaro."

Malam itu, bulan sedang menunjukkan kuasanya di langit. Sinarnya mampu menelusup ke celah-celah dedaunan untuk jatuh ke lantai hutan di sekitaran gunung Rosenca. Di vila yang memiliki luas area sangat lebar itu, Alvaro sedang mencuci tangan di toilet umum dekat kabin sang pemilik vila ketika Amelie datang menghampiri dan langsung memberondongnya dengan tanya.

Lewat cermin kumuh yang menjadi pertanda bahwa benda itu jarang dibersihkan, lelaki berambut hitam itu melirik. Sorotnya datar, tetapi ada jejak ketidaksukaan di sana.

Amelie bersandar di ambang pintu, melirik sedikit ke belakang, memastikan tidak ada yang mengawasi mereka sebelum kembali memandang teman seangkatannya itu.

"Alvaro, kau menyukainya ya?" Amelie bertanya dengan gurat sebal. "Junior itu, yang namanya Arashi."

Alvaro menaikkan sebelah alisnya, memandang Amelie melalui cermin. "Kau datang tiba-tiba ke sini hanya untuk itu?"

Amelie berdecak. "Jawab saja. Kau benar-benar membuatku kesal hari ini."

Alvaro mematikan keran air. Suara gemercik lenyap dari sekitar mereka. Tubuh tinggi itu bersandar pada wastafel, karena posturnya yang jangkung, tempat cuci tangan itu hanya sebatas pinggangnya. "Kenapa? Apa yang kau pikirkan lagi hari ini?"

"Aku tidak suka kau dekat-dekat dengannya." Nada Amelie berubah lebih lembut. "Melihat kalian bersebelahan saat jalan santai, kau yang mengejarnya saat main ular lintang, lalu ketika kau memberinya kalung... Alvaro, apa arti itu semua?"

Lelaki itu masih diam. Pandangannya turun ke tangan Amelie yang sedang menggenggam sebotol air mineral yang dibagikan malam ini. Air di dalamnya bersisa ⅔ dari volume total. Alvaro mengerjap. Kode oval pink di tutup botol itu membuat rahangnya menegang.

"Amelie."

Gadis itu mengangkat kepala.

"Kau benar-benar menyukaiku?" tanya lelaki itu.

Amelie Swan, gadis yang cukup terkenal dari jurusan bisnis Universitas Adelaidne itu mengangguk pelan.

"Kemarilah." Alvaro merentangkan tangan.

Mulut Amelie sedikit terbuka akibat rasa heran yang mendera. Matanya seolah tak mempercayai apa yang sedang terjadi, tapi gerakan impulsif akan pelepasan perasaan yang selama ini terpendam telah mengaburkan akal sehatnya.

Dia maju, melangkah cepat menuju Alvaro, dan membenamkan tubuhnya ke dalam dekapan lelaki itu.

🌙🌙🌙

Bara Sullivan dan Rana Delaney sejak tadi berjalan mengitari vila untuk mencari udara segar. Setelah menerima air, mereka langsung pergi tanpa mengambil makanan karena antrian yang membludak. Rana belum lapar, sehingga Bara juga tak masalah untuk menunggu.

"Jadi, bagaimana soal hadiah kelompok yang kalian dapatkan itu?" tanya Bara, membuka percakapan saat mereka baru duduk di padang rumput dekat jurang.

𝐌𝐎𝐎𝐍𝐀: 𝐓𝐡𝐞 𝐈𝐧𝐜𝐞𝐩𝐭𝐢𝐨𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang