S1 Eps. 26 - The Seventh Ritual

160 20 4
                                        

_____________________________

Happy Reading!
_____________________________

   

Ketika Arashi membuka mata, tubuhnya telah terikat di sebuah kursi kayu di luar ruangan. Tali itu mencengkeram erat. Seolah siapapun yang membebatkan benda itu padanya memiliki dendam yang cukup besar.

Gadis itu menengadah. Matanya membelalak menyaksikan Naina juga ada di posisi yang sama sepertinya; terikat dan pingsan.

"Naina! Naina!" Arashi berteriak memanggil, tapi gadis itu nampak terlalu lemah untuk membuka mata.

Jantung Arashi membombardir keras. Apalagi akibat teriakan barusan, beberapa orang jadi datang dan mengerumuni mereka. Saat mengamati wajah orang di sana satu-persatu, Arashi terhenyak. Mereka~ adalah anggota Moona.

Itu berarti pelariannya gagal. Lagi.

Arashi mengepalkan tangan di balik punggung. Pria tua bajingan. Ternyata dia juga anggota Moona?! Dan para polisi itu?! Ingin dia berteriak frustrasi sekencang mungkin, tapi di bawah tatapan penghuni camp saat ini, Arashi kehilangan nyali.

"Kau sudah bangun." Seseorang menerobos dari balik kerumunan. Arjun Vichai berkacak pinggang, menatap Arashi dingin. "Seorang anggota Nightfall mencoba kabur, heh?"

Arashi tertegun. Dia lupa kalau sekarang dia adalah anggota resmi. Itu berarti... akan ada hukuman yang berarti.

Arjun menoleh ke arah Naina yang baru siuman. Gadis bernetra biru itu mengerjap sebelum kemudian menyadari keadaan sekitar. Arjun mendengus. "Bahkan kekasih putraku yang seorang Devotion juga berkhianat?"

Dari kejauhan, ada sosok yang berlari menuju kerumunan. Setelah berhasil menelusup, Arashi akhirnya dapat bertukar pandang dengan orang itu; Iqbal, yang nampak tersengal-sengal seperti habis berlari jauh.

"Ayah!" seru Iqbal protes. "Kita sudah bahas ini sebelumnya kalau Naina tidak berkhianat! Gadis sialan ini yang mempengaruhinya!" Iqbal menunjuk Arashi geram. "Jadi kau tidak bisa–"

"Sudah diputuskan," potong Arjun. "Karena Naina adalah seorang Devotion, maka hukuman bagi pengkhianatan ini adalah turun kasta. Naina akan turun menjadi Moonbeam. Semua fasilitas, status, dan koneksi akan dicabut."

"Tidak!" sentak Iqbal. "Kau tidak bisa begini! Naina tidak akan kabur kalau bukan karena Arashi! Kau tidak bisa menghukumnya karena kasta! Yang paling bersalah di sini adalah gadis itu!"

Arjun kukuh dengan keputusannya. "Tetap saja, Naina adalah Devotion. Dia akan dihukum sesuai peraturan yang berlaku."

"Ayah–"

"Dan untuk dia." Arjun melirik Arashi. "Sebagai Nightfall, dia tidak akan diberi makan sampai 24 jam ke depan. Dia juga tidak boleh pergi dari kursi ini sampai waktunya selesai. Terlepas dari hujan, panas, atau hal lain, Arashi akan tetap diikat di kursi ini sampai besok."

"Ayah!" Iqbal memekik protes. "Itu tidak adil!"

Arashi terhenyak. Kikuk untuk menanggapi karena keputusan Arjun seperti tabrakan beruntun yang merugikan mereka berdua. Namun dibanding itu, Naina lah yang paling dirugikan, padahal Arashi yang menyeretnya untuk ikut.

Gadis berambut indigo itu melirik Naina yang mematung di kursi. Syok akibat keputusan hukuman dari Lunar. Tentu saja. Siapa yang mau diturunkan ke Moonbeam? Tidak ada. Kasta itu adalah kasta terbawah Moona. Perlakuan kepada mereka juga akan berbeda.

𝐌𝐎𝐎𝐍𝐀: 𝐓𝐡𝐞 𝐈𝐧𝐜𝐞𝐩𝐭𝐢𝐨𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang