S1 Eps. 21 - His Life Story

153 25 4
                                        

_____________________________

Happy Reading!
_____________________________

   

Tiga bulan berlalu. Perkembangan Arashi di Moona mulai naik signifikan. Karena ingin mengabdi sebagai Nightfall, gadis itu telah diberi ilmu dasar tentang manajemen dan bela diri. Arashi dapat menyerap ilmu dengan cepat karena pada dasarnya dia adalah mahasiswi manajemen bisnis di Universitas Adelaidne. Selama bulan-bulan berlalu, sikap dan tutur katanya terus diawasi oleh pengawas Nightfall dan juga Divine. Informasi itu diteruskan pada Lunar. Arjun Vichai diam-diam meletakkan pengawasan untuk gadis yang pernah memberontak itu semata agar mengetahui apakah Arashi layak atau tidak.

Saat sang Lunar telah yakin bahwa Arashi sudah menjaga sikap dan siap untuk menjadi bagian resmi, tanpa menunggu waktu lama mereka mengadakan upacara pengambilan sumpah.

Di tengah lapangan di mana semua anggota Moona berbaris di malam hari, Arashi berdiri dengan kostum hitam biasanya. Arjun sebagai Lunar menjulang kokoh di podium. Wajahnya menunjukkan keseriusan formal. "Hari ini, anggota Arashi Grace Starvy akan diambil sumpah untuk mengabdi dan setia pada Moona seumur hidup. Apa kau sudah siap?"

Arashi mengangguk tegas.

"Baik. Mulai sumpahnya sekarang," titah Arjun.

Braga maju, menyodorkan sebuah map pada Arashi. Gadis itu membukanya dan mulai membaca lantang. "Saya Arashi Grace Starvy. Pada hari ini, di bawah mata seluruh anggota dan Lunar yang suci, saya akan mengambil sumpah setia sampai mati kepada kelompok tercinta kita, Moona." Manik gadis itu sempat melirik sekitar meski kepalanya tetap menunduk. "Saya akan masuk dan menjadi anggota resmi bagian Nightfall. Arashi Grace Starvy akan membantu, menjalankan kewajiban, dan menjaga nama baik Moona di manapun ia berpijak. Tidak mengumbar Moona ke khalayak, tidak akan melarikan diri, dan tidak akan mencoreng nama baik Moona."

Arashi menarik napas sebelum melanjutkan. "Saya akan mengikuti seluruh adat serta peraturan yang telah ditetapkan di Moona dan sebagai anggota yang diawasi tersendiri oleh Divine, saya akan–" gadis itu berhenti sejenak ketika memperhatikan kalimat di atas kertas. Namun secepat kilat rasa goyahnya hilang setelah sadar semua orang sedang memberinya atensi penuh. "–saya akan setia dan menjaga nama baik pasangan saya, Alvaro Dean Monroe, anggota Divine yang telah memberi saya cahaya baru untuk menjalani hidup bersama Moona. Demikian, sumpah ini saya ambil setelah lolos mengikuti berbagai tes dan memenuhi kualifikasi sesuai standar Lunar."

Arashi mengangkat kepala tanda selesai. Iringan tepuk tangan mulai meriah digalakkan di sekeliling. Braga kembali datang padanya. Arashi kira dia hanya ingin mengambil map kembali, tapi ternyata sang tangan kanan Arjun justru menarik pergelangan tangan Arashi dan langsung menusuk ujung jari telunjuk gadis itu dengan jarum.

Arashi memekik kecil. Terkejut saat Braga membawa jarinya yang mulai mengeluarkan darah untuk ditempelkan di kertas, di sudut terbawah. Seolah menjadi cap tanda tangan. Arashi mematung di tempat. Gila. Mereka semua memang gila.

Setelah pria setengah baya itu selesai dan mundur, pandangan Arashi pertama kali mengarah pada barisan Moonbeam. Tatapannya bertemu dengan Bara. Lelaki itu nampak khawatir tapi Arashi hanya melengkungkan bibir.

Semua ini~ demi sahabatku. Gadis itu memasang senyum lebar untuk Bara. Aku yang akan menyelamatkanmu.

🌙🌙🌙

𝐌𝐎𝐎𝐍𝐀: 𝐓𝐡𝐞 𝐈𝐧𝐜𝐞𝐩𝐭𝐢𝐨𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang