S1 Eps. 20 - The New Member of Moona

169 23 2
                                        

_____________________________

Happy Reading!
_____________________________

   

Bagi Moona, kesetiaan adalah yang utama. Setiap anggota harus menunjukkan rasa setia mereka terhadap kelompok terlepas dari kasta mana mereka berasal. Sebagai anggota baru, Lunar memberi syarat untuk menyucikan diri sendiri. Karena ritual seperti itu pernah dilakukan dengan darah (saat tragedi pembantaian Rosenca), maka kali ini Arashi memiliki pilihan untuk menyucikan diri di sungai Aro. Sungai yang mengalir di sisi barat wilayah camp Moona.

"Menyucikan diri adalah syarat untuk anggota baru," kumandang Arjun Vichai, sang Lunar. Lelaki dengan jubah tidur itu menyilangkan tangan di punggung. Sebuah kacamata bening bertengger di wajahnya, begitu juga dengan rambutnya yang disetel klimis. "Arashi Grace Starvy, maju."

Penampilan Arashi sudah berganti dengan pakaian panjang pas badan semata kaki berwarna pink. Ada selendang yang melingkari leher dan bahu. Bagian dada gadis itu sedikit terekspos karena bahan pakaian yang tipis. Mulutnya ditutupi oleh selembar kain, sementara rambutnya dihiasi oleh perhiasan kepala dengan permata biru yang menjuntai.

Hampir seluruh anggota Moona mendaratkan pandang pada gadis itu saat ia maju. Arashi tahu bahwa perhatian semua orang sedang tertuju padanya. Saat ini mereka sudah ada di pinggiran sungai Aro. Beberapa dari mereka menonton dari atas jembatan, sementara sebagian lagi berkumpul di bawah. Gadis itu menunduk, semata berakting untuk menjadi gadis baik-baik.

"Apa kau siap?"

"Siap, Tuan."

Arjun menaikkan alis. "Sesuai aturan, kau akan berendam di sungai ini selama 1 jam. Tidak akan ada yang mengawasimu. Selama itu, kau benar-benar harus menjernihkan pikiran dan hati. Saat selesai, tepat di tengah malam, kau akan bangkit dari sana dan menjadi orang yang baru," jelasnya. "Menjadi calon anggota resmi."

Arashi hanya mengangguk. Lalu, beberapa orang wanita maju untuk membantunya melepas selendang. Setelahnya, Arashi melangkah masuk ke dalam sungai, merunduk, dan menenggelamkan tubuhnya di air dengan tenang. Hanya kepalanya saja yang menyembul di permukaan. Mata gadis itu memejam, pertanda bahwa ia sudah memulai ritual.

Hal itu membuat Arjun berteriak keras. "Semuanya! Kembali ke camp! Kita akan menyambut dia di sana nanti."

Sesuai perintah sang Lunar, semua orang mulai bergerak menjauhi sungai dan kembali ke camp. Tidak ada yang pernah membantah Lunar. Ketaatan mereka terhadap peraturan hampir seratus persen. Namun, saat semua sudah memalingkan tubuh, Alvaro masih terpaku di tempat, matanya memandang Arashi sendu.

Naina yang bergandengan tangan dengan Iqbal menyadari itu. Dia berhenti melangkah. "Alvaro, ayo kembali."

Alvaro masih fokus memandang ke depan. "Kalian duluan saja."

Di sebelah gadis itu, Iqbal tersenyum miring. "Biarkan saja dia. Pemikiran dia kan sedikit berbeda. Asal dia tak menarik gadis itu keluar sebelum waktunya, tidak ada peraturan yang dilanggar."

Naina hanya mengangguk. Tak membantah titah pasangannya sama sekali. Dia mengikuti langkah Iqbal yang membawanya pergi dari sana, meninggalkan Alvaro yang masih tenggelam dalam lamunan panjang.

🌙🌙🌙

Sudah jam berapa ini?

Alvaro mengusap wajah. Mata lelaki itu mengerjap, berusaha menghilangkan blur di pandangan. Entah kenapa terus mengawasi Arashi dari jauh membuatnya lelah dan tiba-tiba saja jatuh tertidur di dekat semak-semak. Saat ia menegakkan tubuh dan menjatuhkan pandang pada Arashi, Alvaro terperanjat.

𝐌𝐎𝐎𝐍𝐀: 𝐓𝐡𝐞 𝐈𝐧𝐜𝐞𝐩𝐭𝐢𝐨𝐧Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang