Tujuh Belas

51 2 0
                                        

"lo masih deket sama Kelvin?"

Vera menghampiri Farra di depan gerbang tepat saat cewek itu akan pulang. Kebetulan karena hari ini jadwal piket Farra jadi ia pulang sedikit terlambat, di tambah guru memintanya untuk mengembalikan buku paket ke perpustakaan setelah selesai piket. Sebenarnya Farra sempat kesal karena hanya dirinya yang di suruh sementara yang lain bisa langsung pulang setelah piket berakhir.

"Lo kok belum pulang?" tanya Farra.

Sebenarnya ia heran kenapa Vera belum pulang di saat sekolah sudah sepi. Tidak mungkinkan Vera menunggunya hanya untuk bertanya itu.

"Gak usah ngalihin pertanyaan gue."

Farra menghela nafas pelan sambil mengangguk untuk tidak membahas pertanyaan darinya.

"Gue udah gak pernah deket lagi sama Kelvin sejak lo ancem gue."

"Tapi kenapa lo tadi nungguin Kelvin di depan BP, lo masih ada hubungan sama dia. Lo gak takut sama anceman gue waktu itu!!" pekik Vera.

"Anceman apa?"

Mata Farra membulat begitu juga Vera. Kelvin muncul dari balik Vera dan anehnya Farra sama sekali tidak menyadari cowok itu ada di sana.

"Lo belum pulang?" tanya Farra.

"Gue abis nongkrong di warung parkiran dan hp gue ketinggalan di kolong meja, makanya gue mau ambil sekarang," jawab Kelvin.

Cowok itu menatap Vera datar, "anceman apa yang lo maksud?" tanya Kelvin lagi.

"Bukan apa-apa, dah sana lo ke kelas buruan ambil hpnya, takut ilang nanti," ujar Farra.

"Gue gak nanya ke lo Farra, gue nanya Vera, anceman apa yang lo bicarain sama Farra."

"S-si..siapa yang ngancem sih, lo tuh salah denger Kelvin."

"Kuping gue gak budek Ver, gue denger apa yang lo bicarain sama Farra...."

"...gue gak tau apapun yang lo maksud, tapi gue harap lo gak lagi bikin keributan dengan orang lain dan satu hal, gue gak akan pernah ngejauh dari Farra."

Kelvin menatap Farra sebentar sebelum melanjutkan ucapannya, "Lo pulang bareng gue. Tunggu sebentar, gue ambil hp dulu di kelas."

Vera mengeram, cewek itu pergi meninggalkan Farra seorang diri. Entahlah Farra bingung dengan situasi sekarang, haruskah semuanya seperti awal atau Farra tetap mengikuti keinginan Vera.

***

"Jadi itu alesan lo kekeh bilang hubungan pertemanan kita juga berakhir," ucap Kelvin.

Farra terpaksa menceritakan yang sebenarnya pada Kelvin. Cowok itu terus mendesaknya untuk menceritakan maksud Vera tadi. Kelvin mengajaknya ke tukang bakso pinggir jalan sebelum pulang. Kegiatan yang dulu sering mereka lakukan saat kelas sepuluh.

"Gue udah pernah bilang, hubungan kita emang udah berakhir tapi gak ada istilah pertemanan juga berakhir. Gue tetep mau kita kayak dulu, temenan. Lo gak perlu dengerin Vera ngomong apa. Asal lo tau, gara-gara dia, bikin gue berantem sama orang."

Farra mengangguk. Meskipun ia setuju dengan ucapan Kelvin tapi tetap saja Farra takut jika ancaman Vera benar. Bagaimana jika kedua orang tuanya di pecat dari perusahaan mereka bekerja sekarang.

"Coba lo omongin sama ortu lo apa yang di bilang Vera bener apa enggak," ujar Kelvin.

Farra mengangguk, "nanti gue coba."

***

Keheningan melanda di antara tiga orang yang sedang makan. Mereka memutuskan untuk fokus pada makanannya di piring tetapi salah satu di antara mereka terus melirik sekitar.

Backstreet {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang