Sembilan Belas

47 2 0
                                        

Kejadian Sasti dan Vera bertengkar viral di kalangan sosial media. Kebanyakan dari mereka menyalahkan Sasti namun tetap ada komentar yang mengatakan kalau Vera duluan yang memulai dengan menjatuhkan jusnya dengan sengaja kepada temannya Sasti. Untuk di kalangan sekolah, banyak orang yang tau teman yang di maksud adalah Farra, tetapi bagi orang yang hanya menonton dari sosial media tidak tau siapa yang di maksud teman. Farra sudah menduga ini akan terjadi dan ia merasa tidak enak pada Sasti. Farra jadi merasa bahwa dirinya hanya beban yang membuat Sasti dalam masalah.

"Gue minta maaf Sasti, gara-gara gue lo jadi kena hutajan sama teror dari orang-orang," ujar Farra dengan rasa bersalah.

"Gak usah ngerasa bersalah gitu, gue gak papah. Lagian nanti mereka capek sendiri."

"Tapi masalahnya lo di hujat banyak orang Sasti!" tanpa sadar Farra meninggikan suaranya. Ia tidak habis pikir dengan temannya yang melewat santai bahkan saking santainya Sasti justru terkekeh dengan omelan Farra.

"Lo tenang aja sih, gue gak papah dan gue gak selemah itu. Gue malah bangga bisa jagain lo sebagai temen. Masalah orang-orang mah gak usah di peduliin nanti juga lewat. Tenang Far," ujar Sasti.

"Tapi..."

"Dah gak usah tapi-tapi. Mending sekarang kita ke lapangan udah pada ngumpul buat upacara."

Farra mengangguk, langkah mereka terhenti saat Sasti mengeluarkan suaranya, menjeda langkahnya untuk tetap terus berjalan menuju lapangan.

"Gue kebelet pipis, lo duluan aja Far nanti gue nyusul, sisain barisan buat gue di belakang lo."

Farra mengangguk, ia memutuskan jalan ke lapangan seorang diri. Sementara Sasti jalan sedikit cepat menuju lapangan. Cewek itu tidak benar-benar pipis, melainkan membasuh wajahnya. Tatapannya berubah sendu ketika melihat pantulan dari kacanya. Sasti yang tadinya terlihat santai tiba-tiba sendu. Cewek itu tidak benar-benar kuat, hanya saja saat di depan Farra berusaha untuk tegar. Sejak vidio itu viral banyak sekali DM yang masuk ke dalam Instagram pribadinya, mengatakan hal yang sangat buruk padanya. Fans Vera benar-benar sefanatik itu.

Ujian semakin dekat dan Sasti terus kepikiran soal ucapan orang-orang padanya, padahal sekarang sudah waktunya untuk Sasti berfokus pada ujian kelulusannya bukan orang-orang itu.

"Ayok Sasti, lo cewek kuat, lupain itu semua dan fokus pada tujuan awal, ujian kelulusan," gumam Sasti sambil memukul-mukul pelan pipinya.

Sasti merubah raut wajahnya, tersenyum pada dirinya sendiri lewat pantulan kaca, "semangat!!"

Setelah sedikit tenang, Sasti memutuskan keluar, takut upacara hari senin sudah di mulai.

Sasti berpapasan dengan Rama, cowok itu juga baru mau menuju lapangan, sama sepertinya. Rama sendiri tersenyum kecil melihat Sasti.

"Lo baru mau ke lapangan? Bukannya tadi udah jalan duluan bareng Farra?" tanya Rama.

"Tadinya gitu, tapi kebelet akhirnya ke kamar mandi dulu."

Rama terkekeh, Sasti memang tidak ada jaim-jaimnya menurut Rama, "lo gak papah?" tanya cowok itu.

"Gak papah apa?" Sasti justru kebingungan maksud ucapan Rama.

"Vidio itu..."

"Oh, gak papah tenang aja nanti juga orang-orang capek atau kalo gak nanti lewat sendiri masanya. Lagian orang kan gak tau yang sebenarnya," ucap Sasti. Lagi dan lagi cewek itu berbohong tentang dirinya.

Rama tersenyum, "lo hebat berani nolong temen segininya. Gue tau pasti lo juga ngerasa keberatan tapi lo beneran hebat."

Sasti tertawa, "apaan sih lo, omongan lo kayak bukan lo banget. Eh udah mulai upacaranya, ayo eh cepatan lari."

Rama setuju, keduanya lari namun berusaha tidak terlihat guru dari depan lapangan. Beruntung banyak orang yang menghalangi, setidaknya Sasti dan Rama bebas dari hukuman guru karena telat ke lapangan.

Diam-diam Sasti tersenyum mengingat ucapan Rama. Singkat tapi bermakna baginya. Di tambah Sasti tidak mengira Rama orangnya cukup perhatian, selama ini Sasti mengira Rama orangnya dingin dan cuek akan masalah orang lain. Ekspetasi Sasti pada Rama semuanya hilang berkat kata-kata cowok itu tadi.

Backstreet {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang