Epilog

87 1 0
                                        

8 TAHUN KEMUDIAN

"Aku beneran gak nyangka kita bisa ada di tahap ini."

"Harusnya aku gak sih yang ngomong gitu."

Perempuan itu terkekeh, Farra membalikan tubuhnya yang kini langsung berhadapan dengan Kelvin. Cowok itu sedari tadi memeluknya dari belakang, menyenderkan dagunya di puncak kepala Farra.

"Kok di ungkit lagi sih?!" pekik Farra.

Kelvin tertawa, lagi-lagi cowok itu menarik Farra dalam pelukannya. Sementara cewek itu menyamankan diri di dalam pelukan Kelvin.

"Iya, enggak lagi."

Farra dan Kelvin resmi menjadi suami istri setelah beberapa bulan mereka menikah. Kelvin melamar Farra setelah Kelvin lulus kuliah lima tahun kemudiannya. Lebih tepatnya saat cowok itu sudah yakin dan merasa mampu menjadi kepala keluarga.

Kisah mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Dulu setelah pertimbangan yang banyak akhirnya cowok itu tetap memutuskan kuliah di tempat yang sedikit jauh dari rumahnya. Selama kuliah, Kelvin dan Farra terus bertukar kabar, namun di tahun keduanya kuliah, tiba-tiba Kelvin di kejutkan dengan kabar Farra berpacaran dengan orang lain. Laki-laki dari tempat kursus Farra, padahal sebelumnya cewek itu tidak pernah bercerita tentang kedekatannya dengan orang lain. Kelvin bisa mengetahui berita itu setelah melihat story ig Farra.

Sejujurnya saat itu Kelvin patah hati, bahkan cowok itu galau hingga berbulan-bulan. Kelvin juga sempat menghilang dari Farra, meski cewek itu terus mengirimi pesan. Jika di mimpinya dulu Kelvin yang mempunyai orang baru namun dalam kehidupan nyata Farra lah yang justru mempunyai orang baru dalam hidupnya.

Ada satu hari di mana Farra menghampiri Kelvin saat cowok itu libur dan pulang ke rumahnya. Farra merasa kehilangan ketika Kelvin terus mengacuhkan pesannya. Ketika di tanya, Kelvin hanya menjawab ia tidak ingin mengganggu hubungan Farra dengan orang itu, jelas Farra tidak terima, mereka teman sedari kecil bahkan jika salah satu dari mereka mempunyai pasangan baru, orang baru itu tidak berhak menghancurkan pertemanan mereka.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Kelvin bisa menerima kenyataan bahwa hati Farra bukan lagi untuknya. Namun di saat yang bersamaan, Kelvin justru melihat Farra sedang duduk di bangku mini market. Cewek itu menenggelamkan wajahnya di meja dengan bahu yang gemetar, di tambah baju Farra basah.

Flashback

"Farra."

Cewek itu mendongak, matanya sembab dengan air mata yang masih keluar. Farra tersentak, cewek itu langsung menghapus air matanya.

"Lo ngapain di sini?" tanya Farra setelah bangun dari duduknya.

"Gue yang harusnya nanya gitu," ujar Kelvin dengan nada datar.

Kelvin melepas jaketnya lalu memasangkan pada tubuh Farra, cewek itu jelas kedinginan. Sejujurnya Kelvin tidak tega melihat Farra begini, ada rasa penasaran kenapa perempuan itu sampai hujan-hujanan.

"Makasih."

Farra merasa canggung di dekat Kelvin, cowok itu sudah lama sekali menghindar darinya, lebih tepatnya setelah tau Farra pacaran.

"Lo kenapa bisa di sini, pacar lo mana? Gak mungkin dia tega ngebiarin lo di sini sendirian dalam keadaan kayak gini."

Farra mengalihkan pandangannya, air mata cewek itu lagi-lagi keluar setelah mendengar ucapan Kelvin. Ucapan cowok itu benar, seharusnya pacarnya tidak membiarkan Farra seperti ini.

Kelvin sudah tidak tahan, cowok itu menarik lengan Farra pelan, membawa cewek itu ke dalam pelukannya. Belum ada lima detik, tangisan Farra terdengar. Kelvin merasa sesak melihat Farra dalam keadaan sehancur ini, Kelvin belum pernah melihat Farra dalam keadaan begini. Tangisan yang terdengar menyesakan bagi yang mendengarnya.

"Dia...dia cuma mau tubuh gue Vin. Dia bilang sebagai pacar harus bisa ngepuasin pasangan. Gu-gue nolak tapi dia maksa, setelah gue berhasil pergi ternyata dia ngirim foto lagi berduaan sama perempuan lain..."

Kelvin menggeram kesal. Tangan cowok itu tergenggam keras di bawah sana. Ia saja berusaha menjaga Farra tapi dengan gampangnya orang memperlakukan Farra seperti itu.

"Nangis aja gak papah, gue di sini dan akan gitu selamanya. Lo punya gue Far, lo bisa ceritain apapun ke gue, jangan kayak gini, lo pasti ngerasa ketakutan sendiri."

Farra mengeratkan pelukannya pada Kelvin, cewek itu tersedu dalam pelukan Kelvin. Sementara Kelvin terus mengelus punggung Farra, memberi rasa nyaman dan aman bagi Farra. Masa bodoh dengan bajunya yang ikut basah karena menempel dengan Farra yang basah kuyup.

Kelvin janji pada dirinya untuk tidak pernah mengacuhkan Farra sekalipun dalam keadaan marah, Kelvin tidak mau melihat Farra seperti ini dan hancur seperti ini. Kelvin yakin, perasaan Farra pada cowok itu hanya perasaan sesaat dan Kelvin akan buat Farra menyukai dirinya kembali. Rasa yang sudah ada bertahun-tahun tidak akan hilang hanya karena ada orang baru, meski sempat mengisi hati cewek itu selama berbulan-bulan.




"Makasih ya udah sabar ngadepin aku yang gak jelas, labil dan sembrono. Coba dari dulu aku tetep ngikutin saran kamu untuk tetep pacaran sama kamu, meski harus LDR. Mungkin ceritanya gak akan kayak gitu," ujar Farra masih dalam keadaan memeluk Kelvin.

Cowok itu mengangguk, "semuanya udah takdir, mungkin emang itu cobaan kita sebelum kita jadi suami istri. Makasih juga udah mau nerima aku."

Farra mendongak, menatap Kelvin dari jarak sedekat ini. Cewek itu tersenyum manis, "aku yang harusnya ngomong itu."

"Gak papah, aku juga harus ngomong itu masa kamu doang."

Farra tertawa pelan, "laper."

"Ayo keluar, sekarang gak perlu masak. Sekalian kita pacaran mode suami istri."

Farra menggeleng mendengar kalimat Kelvin. Farra benar-benar beruntung bertemu dan kenal dengan Kelvin sedari kecil. Cowok itu benar-benar bisa membuatnya bahagia dan selalu ada kapanpun saat ia sedih. Farra benar-benar bersyukur dan bahagia memiliki Kelvin dalam hidupnya, begitu juga sebaliknya. Kelvin merasa beruntung dan bahagia memiliki Farra dalam hidupnya. Kedepannya mereka berdua janji untuk saling berkomunikasi dengan baik agar masalah dapat teratasi dengan lancar. Farra dan Kelvin tau, pertengkaran pasti selalu ada di antara hubungan suami istri tapi selama komunikasi mereka sehat dan lancar, apapun itu, keduanya yakin bisa melewatinya bersama-sama.

Backstreet {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang