Tujuh

53 3 0
                                        

Farrah sudah kembali masuk sekolah. Pagi ini Kelvin benar-benar menjemputnya. Sebagian murid di angkatannya bertanya kenapa dirinya bisa berangkat bersama Kelvin tapi sebagiannya tau kalau mereka teman sedari kecil dan bertetangga. Farra yakin berita tentang Vera suka dengan Kelvin sudah menyebar, terlebih di kaum wanita.

"Wah parah sih kalo si Kelvin nolak Vera, banyak yang tau loh Vera suka sama Kelvin."

Seperti dugaannya, Sasti temannya saja mengetahui hal itu. Jujur, Farra malas bicara sekarang, sejak tadi Sasti selalu membahas hal itu, seakan tidak ada topik lain.

"Menurut lo Kelvin bakal suka balik gak sama Vera?" tanya Sasti.

"Gak tau, tanya aja sama orangnya langsung." Farra tetap fokus pada ponselnya, tidak melirik Sasti sama sekali.

Farra mengerutkan keningnya. Kelvin tiba-tiba mengiriminya pesan. Farra menatap sekitar, ia tidak mendapati keberadaan Kelvin, bukankah jam pulang sebentar lagi, kemana cowok itu sebenarnya.

KN

|Far, sorry kayaknya pulang lo gak bisa bareng gue.

Kenapa emang?|


|Gue mau main bareng yang lain pulang nanti.

Oke|

Farra menoleh ketika Sasti memanggilnya, beruntung kali ini Sasti tidak membahas Kelvin dan Vera.

"Jadikan anterin gue ke toko buku? Gue mau nyari bank soal buat ujian kita nanti."

"Oh iya kita lulus tinggal bentar lagi kan, bisa-bisanya gue lupa."

"Makanya itu, ujian kelulusan bentar lagi gue mau nyiapin dari sekarang. Lo mau beli buku juga gak?" tanya Sasti.

"Enggak deh, gue bukan anak ambisi kayak lo."

Sasti tertawa, memang benar apa yang Farra katakan. Sasti sedikit nakal dengan tingkahnya yang menyebalkan terkadang, tapi jika mendekati ujian, Sasti benar-benar menjadi murid teladan untuk mengincar nilai bagus. Berbeda dengan dirinya, meskipun ia sering mengerjakan tugas dan jarang membuat masalah tapi Farra sama sekali tidak tertarik mengejar rengking atau nilai bagus, motto nya adalah menjadi siswi biasa tanpa mendapat masalah.

"Jangan lupa piket dulu lo," ujar Farra.

***

"Kesel banget gue!!! Far, besok-besok jangan ingetin gue soal piket. Agh, masa gue piket sendirian giliran yang lain pada kabur!!"

Farra terkekeh selama perjalanan, temannya terus mengeluh karena piket seorang diri. Murid yang bertugas piket hari ini memilih pulang dan kabur sementara Sasti tidak Farra biarkan, temannya ia paksa untuk tetap piket meski hanya menyapu lantai. Farra tidak ingin Sasti tidak bertanggung jawab atas jadwalnya, biarkan yang lain tapi untuk Sasti jangan.

"Mau sampe kapan lo ngedumel mulu, kita udah sampe ini," ucap Farra.

"Iya gue tau, cuma kesel aja tapi, lo sih ah."

"Udah marahnya ilangin dulu, sekarang lo cari buku dulu nanti kalo udah selesai lanjutin lagi marahnya. Gue mau nyari buku dulu," ucap Farra.

"Loh katanya gak mau nyari buku?"

"Buku novel maksudnya, kalo ada yang gue tertarik paling gue beli."

Sasti mengangguk kecil, kini kedua orang itu sudah berpencar. Sama-sama mencari buku yang di butuhkan.

Backstreet {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang