"Sorry gue gak sengaja!!"
Teriakan heboh terdengar kencang. Semua mata kini menatap ke arahnya. Farra memejamkan matanya sambil mengatur nafas dalam bersamaan. Emosinya meluap namun ia tahan.
Vera melempari jusnya ke seragam putih miliknya. Orang itu terlihat tergelincir saat membawa jus dan akhirnya jatuh mengenai seragamnya.
Farra tau itu hanya rekayasa darinya, terbukti Vera menunjukkan senyuman sinis padanya, meskipun Farra yakin orang lain tidak melihatnya.
"Lo apa-apaan sih Vera!!!" pekik Sasti.
Farra terkejut melihat Sasti mendorong Vera sampai jatuh. Sasti memang terkenal cewek sarkas. Lagi-lagi suara teriakan terdengar. Farra mengabaikan bajunya, lebih memilih menarik Sasti agar menjauh. Namun alih-alih menjauh, Sasti justru menepis tangannya.
"Lo punya masalah apa sama gue?!!" pekik Vera. Cewek itu tampak tidak terima Sasti mendorongnya hingga jatuh.
"Lo yang punya masalah apa sama temen gue!!!"
"Kok lo yang marah, si Farra aja biasa yang kena siram jus kenapa lo yang marah," ujar Vera santai.
"Ck, Farra marah tapi dia gak nampilin wajah marahnya!!!"
"Oh iya, temen lo kan culun makanya gak berani marah!!"
"LO!!!"
Farra menarik tangan Sasti, kembali menyeretnya pergi. Namun ia bisa apa, lagi dan lagi Sasti menepisnya dan justru menjambak rambut Vera.
Ck, kenapa banyak orang yang hanya menonton bukannya memisahkannya. Farra kesulitan dengan dua orang ini, mereka saling jambak satu sama lain.
"KALIAN BANTUIN GUE MISAHIN MEREKA!!!"
Diam, tidak ada dari mereka yang beranjak dari duduknya. Semua orang yang ada di kantin justru memilih menyaksikan dari pada membantu. Parahnya lagi justru ada yang merekamnya untuk di viralkan. Tidak, jika begini Sasti yang nantinya terkena hujat. Vera seorang selebgram dimana dia memiliki banyak penggemar tapi Sasti, dia hanya orang biasa sama seperti dirinya.
"Sasti udah berhenti!!!!" Farra terus berusaha memisahkan keduanya.
"KELVIN, RAMA!!! BANTUIN GUE!!!!!"
Dua cowok itu berlari. Mereka langsung memisahkan Sasti dan Vera. Sasti memberontak, namun Rama bisa menahan cewek itu. Sementara Vera, cewek itu sedikit lebih tenang karena tau yang memisahkannya adalah Kelvin.
"Lo berdua apa-apaan sih!!! Kayak anak kecil tau gak!!"
Farra diam melihat Rama teriak. Cowok itu tumben sekali meninggikan suaranya. Biasanya kalau marah, Rama hanya menggunakan suara deepnya. Baru pertama kali Farra mendengar Rama marah.
"Bukan gue yang mulai tapi cewek itu. Dia asal dorong gue aja sampe jatoh, kalian tanya sama yang lain," ucap Vera.
"Heh!! Gue dorong lo karena lo nyiram Farra pake jus!!"
Kelvin dan Rama menoleh ke arah Farra. Benar, keduanya mendapati noda merah di seragam putih Farra dan sepertinya itu jus tomat.
"Gue udah bilang gak sengaja!!" bantah Vera.
"Orang juga tau lo sengaja numpahin jus ke baju Farra. Oh iya, lo kan selebgram, jadi mana ada yang ngebenerin omongan gue, mereka kan pasti ngebenerin ucapan idolanya sekalipun bukan fakta sebenarnya."
"Maksud lo apaan!!! Heh gue aja gak kenal sama lo. Kenapa lo terus nyari ribut sama gue?!! Lo mau terkenal ya, makanya lo jadiin gue buat bikin viral," ujar Vera.
"Ck, gak sudi gue terkenal dari selebgram kek lo yang gak tau adab. Ayo Far pergi dari sini, bersihin noda di baju Lo..."
"...dan buat kalian semua yang ngerekam vidio. Terserah mau kalian post biar viral, gue gak peduli. Intinya selebgram yang kalian sanjung gak sebaik yang kalian kira!!!"
"Lo!!!" Vera hampir menerjang Sasti lagi, namun di tahan oleh Kelvin.
Sasti menghempas tangan Rama dari lengannya. Sasti benar-benar menarik Farra keluar dari kantin. Mereka memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Membersihkan noda di baju Farra, semoga saja nodanya tidak membandel.
"Lo gak papah?" tanya Sasti.
"Harusnya gue yang nanya lo Sas. Lo gak papah?"
Sasti terkekeh, "lo khawatir sama gue mah salah Far. Jelas gue gak papah."
"Tapi lo bakal kena masalah nanti kalo berurusan sama Vera. Gue takut lo nanti jadi bahan ejekan satu sekolah."
"Ck, tenang aja gue gak selemah yang lo kira. Asli kalo Rama sama Kelvin gak misahin gue, udah abis kali tuh si Vera sama gue. Pengen gue cakar-cakar tuh wajahnya yang sok lugu."
"Besok-besok jangan gitu Sas, gue benaran takut lo kenapa-napa. Urusan Vera biar gue hadepin sendiri aja. Lo jangan," ucap Farra.
"Ck, kayak sama siapa aja lo. Gue tuh temen lo, ya kali gue biarin lo kenapa-napa sendirian. Gue denger lo di ancem dia aja kesel banget gue. Oh iya, btw gimana sama Kelvin, dia tau lo di ancem?"
"Kelvin tau sendiri dari Vera pas gak sengaja denger Vera ngomong gitu ke gue."
"Hah, serius?!!"
"Serius."
"Terus lo gimana sama Kelvin? Balikan gak?"
"Enggak lah. Cuma Kelvin bilang kalo pertemanan kita gak akan ancur meski udah putus."
"Kan gue juga udah bilang sama lo."
Farra mendengus, "dah lah kenapa bahas Kelvin. Ayok ke koperasi cari jajanan yang ada di sana, bentar lagi bel masuk soalnya. Gue laper banget soalnya," ujarnya.
Sasti mengangguk. Noda di baju Farra sudah terlihat hilang meski tidak seratus persen hilang. Sasti meringis melihat baju Farra yang tembus karena basah.
"Lo jalan di belakang gue dan jangan jauh-jauh dari gue. Baju lo nembus banget."
Farra menghela nafas, "keknya gue langsung ke kelas aja deh. Lo pergi ke koperasi sendirian aja ya."
"Eh jangan lah males gue juga kalo sendirian. Cowok-cowok nyebelin di sana."
Farra terkekeh, bukan karena anak cowok yang menyebalkan tetapi karena ada anak cowok dari kelas yang dekat dengan koperasi yang tertarik dengan Sasti, dengan kata lain cowok itu suka dengan Sasti, hanya saja temannya terlalu malas menanggapi hal yang berhubungan dengan cowok atau perasaan antara lawan jenis.
***
"Nih buat lo sama Sasti."
Farra mendongak, Kelvin memberi seplastik jajanan dan minuman yang lumayan banyak untuk mereka berdua. Namun yang membuatnya bingung, Kelvin juga menyerahkan jaket milik cowok itu padanya.
"Pake aja jaket gue biar baju lo gak terlalu kentara nodanya."
Farra mengangguk faham ketika cowok itu menjelaskan.
"Ini kebanyakan buat gue sama Sasti, Vin."
"Lo sama Sasti belum jajan apa-apa kan dari jam istirahat pertama. Sekarang udah jam setengah satu pasti lo berdua laper."
"Tapi..."
"Kelvin, lo ngapain di bangku gue?" tanya Sasti yang baru dateng. Cewek itu habis dari kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam.
"Tuh jajanan buat Lo sama Farra."
Sasti tersenyum, "aduh baik banget lo sama kita. Jangan bikin baper dong, takut khilaf nanti Farra gue tikung."
"Apaan bawa nama gue," Farra mendengus sambil membuka plastik dari Kelvin. Sementara cowok itu terkekeh pelan lalu pergi.
"Lo beruntung ya deket sama Kelvin, kalo dia bukan pacar lo udah gue gebet kali."
"Mantan, bukan pacar."
"Sama aja gue tetep nganggep kalian pacar," ucap Sasti sambil memasukan batagor ke mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet {END}
Teen Fiction"Gue suka sama lo, pacaran yuk." "Ck, gak niat banget lo nembaknya." "Mau gak?" "Iya." "Serius?" "Iya. Nanya lagi batal pacaran." "Eh, jangan."
