1 TAHUN KEMUDIAN
Hari berjalan seperti hari-hari biasanya, hanya yang jadi pembeda adalah sekarang Farra bukan lagi seorang pelajar. Ia murni lulus dari dunia SMA satu tahun yang lalu. Semua berjalan seperti biasa. Farra juga sudah mulai mengikuti kursus menjahit, ia ingin menciptakan baju rancangannya sendiri. Kelvin sendiri sudah lama tidak ada di sini, cowok itu benar-benar pindah dan memutuskan untuk tinggal di dekat kuliahnya. Bisa di bilang Kelvin mengunjungi rumahnya hanya beberapa bulan sekali. Terkadang saat Kelvin pulang pun Farra tidak bisa bertemu dengan cowok itu. Entahlah sejak Kelvin pindah, mereka jadi jarang berkomunikasi meski lewat ponsel, bahkan semua pesan yang Farra kirim tidak ada satu pun yang di balas oleh cowok itu.
Untuk Sasti, cewek itu memutuskan bekerja di salah satu toko roti di dekat SMA nya dulu. Rama? Entahlah Farra tidak terlalu tau tentang cowok itu sekarang. Hubungannya dengan Sasti juga sudah kandas setelah dua bulan lulus, mereka berdua putus secara baik-baik dan masih saling berkomunikasi sampai sekarang.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Hari ini jadwal Farra kursus di sore hari sehingga jam segini ia baru pulang. Sesekali Farra membantu mama nya di butik jika ada waktu luang.
Di tengah keheningan, langkahnya terhenti. Farra tersenyum sendu melihat pemandangan di depannya. Cewek itu melihat Kelvin sedang berpelukan dengan perempuan yang tidak Farra kenal, tepat di depan rumah cowok itu. Biar ia tebak, itu mungkin pacar baru Kelvin. Tidak heran mengapa komunikasi mereka terputus bahkan lewat ponsel, ternyata Kelvin sudah menemukan perempuan lain di hatinya.
Farra memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya seolah tidak melihat pemandangan tadi. Farra berusaha bersikap seperti biasa.
Sebelum istirahat, Farra memutuskan untuk membersihkan dirinya sejenak. Orang tuanya jam segini pasti sudah berada di kamarnya mereka, Farra tidak ingin mengganggu orang tuanya.
Beberapa menit berlalu, Farra selesai dengan mandinya. Cewek itu mengeringkan rambutnya sejenak sebelum berbaring di kasurnya.
Farra menatap pantulan dirinya dari kaca. Tiba-tiba pikirannya terlintas pada kejadian tadi. Farra yakin Kelvin tidak menyadari keberadaannya. Farra tidak tau harus senang atau sedih, keputusan yang ia ambil dulu benar-benar tepat. Hal yang ia takutkan benar-benar terjadi. Bagaimana jika dulu Farra dan Kelvin mempertahankan hubungannya, apakah akan terjadi seperti sekarang? Melihat bagaimana mereka berpelukan membuat Farra sadar jika Kelvin sudah berhasil melupakan dirinya, sementara Farra? Entahlah ia sendiri masih kesulitan melupakan Kelvin.
Farra yakin orang itu bukan saudaranya. Ia sudah kenal Kelvin sedari kecil bahkan sampai ke saudara sepupu cowok itu, banyak yang ia kenal, tapi cewek barusan, Farra benar-benar merasa asing dan baru pertama kali melihatnya.
Secara tiba-tiba air matanya keluar, menerobos tanpa izin si pemiliknya. Farra menenggelamkan wajahnya di atas meja riasnya sambil menangis. Ia benci dirinya sendiri, seharusnya Farra siap dengan keadaan seperti ini, tapi kenapa rasanya menyakitkan, benar-benar sakit dan ia belum siap melihat Kelvin bersama yang lain.
***
"Gue udah bilang gak usah ikut ke rumah gue, jaraknya jauh lo bakal kecapean nanti," Kelvin memakaikan jaket pada cewek di depannya.
"Ya kenapa, gue kan mau mampir biar kenal sama orang tua lo."
"Lain kali gak usah, lo bisa kenalan kalo orang tua gue lagi ngunjungin gue aja."
Kelvin menatap orang di depannya, "lo beneran mau pulang sekarang?"
"Iyalah, gue udah pesen ojek online kok."
"Naik motor? Lo gak takut pegel badannya? Jaraknya jauh banget loh."
"Mobil lah, ya kali, gue juga tau kali."
KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet {END}
Roman pour Adolescents"Gue suka sama lo, pacaran yuk." "Ck, gak niat banget lo nembaknya." "Mau gak?" "Iya." "Serius?" "Iya. Nanya lagi batal pacaran." "Eh, jangan."
