Dua Puluh Sembilan

55 2 0
                                        

"Masak apa Far?"

Kelvin memeluk wanita di depannya. Secara spontan cewek itu berhenti dari aktivitasnya. Merasa tidak ada pergerakan, Kelvin langsung merutuki kebodohannya.

"Mau sampe kapan kamu kayak gini Kelvin?"

Perempuan itu membalikan tubuhnya, tatapan keduanya bertemu. Kelvin melihat kesenduan dari tatapan wanita di depannya.

Novi, cewek itu sekarang resmi menjadi istri Kelvin beberapa bulan yang lalu. Novi sudah melihat perjuangan Kelvin sampai sekarang, meski terkadang ia merasa sedih saat Kelvin selalu mengingat almarhum sahabat cowok itu.

"Maaf," Kelvin menundukkan kepalanya. Rasa penyesalan itu selalu datang saat ia salah menyebut Novi. Lagi-lagi bayangan Farra terus mengintai pikirannya.

"Gak papah, kamu kangen dia ya?" tanya Novi.

Kelvin memilih diam, namun cowok itu merasa kehangatan saat Novi memeluknya. Novi melihat bagaimana Kelvin stress setelah kematian Farra. Cewek itu meninggal karena menyelamatkan Kelvin yang hampir tertabrak, sebagai gantinya justru perempuan itu yang celaka. Padahal saat itu Kelvin dan Farra hampir menikah beberapa hari lagi.

Kelvin menetapi janjinya setelah bertahun-tahun. Farra dan Kelvin akhirnya bisa sama-sama merasakan hal yang dulu mereka rasakan saat SMA. Novi bahkan ingat bagaimana senangnya Kelvin saat bercerita padanya akan menikahi Farra. Namun rasa bahagia cowok itu tidak berlangsung lama dan di sinilah sekarang Novi menjadi pengganti Farra sebagai istri Kelvin.

Kedua orang tua Kelvin akhirnya memutuskan tetap menikahi anaknya dengan Novi, mengingat acara tidak bisa di tunda karena undangan dan persiapan semuanya sudah selesai, hanya tinggal menunggu hari-H. Tentunya hal itu juga di setujui oleh keluarga Farra sendiri.

"Maaf, aku belum bisa ngelupain Farra."

"Gak papah, pelan-pelan aja, aku juga bisa sabar kok nunggu kamu."

Kelvin mengangguk, "aku mau jenguk makam Farra boleh?"

"Aku temenin ya," pinta Novi.

Kelvin menggeleng, "aku mau pergi sendiri dulu, gak papahkan. Besoknya kita pergi bareng-bareng."

Novi tersenyum, "iya gak papah. Sekarang makan yuk, aku udah masak makanan kesukaan kamu."

Kelvin mengangguk, "ayo."

***

"Far, aku selalu doain kamu dari sini. Maaf aku gak bisa nepatin janji bakal bareng kamu terus."

Kelvin menatap gundukan tanah di depannya. Diam-diam cowok itu menitikkan air mata, namun tidak sampai jatuh karena cowok itu langsung menghapusnya.

Kelvin tersenyum kecil, "Sekarang aku udah nikah sama Novi, padahal rencananya mau nikah sama kamu, eh ternyata rencana tuhan beda sama rencana kita."

"Kamu yang tenang ya di sana, aku pulang dulu, besok aku kesini lagi sama Novi," Kelvin bangkit dari sana, cowok itu mulai menjauh dari makam.

Sepanjang jalan cowok itu diam, memerhatikan sekitar. Hingga matanya menangkap sesuatu yang tiba-tiba ia inginkan.

Martabak manis, salah satu makanan kesukaan Farra dan Novi. Kelvin selalu merasa Novi adalah sosok orang yang mirip dengan Farra, itu salah satu alasan kenapa Kelvin mau saat orang tuanya mengganti pernikahannya dengan Novi. Kelvin tau ia salah, membandingkan Novi dan Farra, cowok itu juga sedang berlatih untuk menganggap Novi istrinya bukan sebagai pengganti Farra.

"Kamu udah pulang?"

Kelvin mengangguk. Cowok itu menunjukkan martabak yang ia bawa. Novi tersenyum melihat makanan yang Kelvin pegang, dengan cepat cewek itu mengambil martabaknya dari tangan Kelvin.

Backstreet {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang