Berita tentang Vera dan Sasti kian memudar, semua murid kelas dua belas di sekolahnya sudah sibuk mempersiapkan ujian kelulusan. Kabar baiknya lagi Sasti sudah tidak ada yang DM tentang hal buruk padanya. Fans Vera memang masih ada namun hanya ada di sosial media, untuk di sekolahnya kebanyakan sudah unfollow karena tabiat Vera yang sudah banyak di ketahui oleh orang.
Farra tidak tau ada hubungan apa Rama dan Sasti. Mereka berdua tampak sangat dekat setiap harinya. Farra bahkan sampai berfikir kalau mereka berpacaran meski Sasti dan Rama saling mengelak ketika di tanya.
Sedikit info, Kelvin dan Farra kembali dekat seperti dulu meskipun tidak lagi berpacaran. Kelvin sedikit menyesali perbuatannya dulu, cowok itu benar-benar berusaha melupakan Farra sebagai orang yang di sukainya dan hanya menganggapnya seperti teman biasa, begitu pula Farra. Memang sulit, tapi mereka tetap mencobanya. Kehilangan Farra sebagai temannya jauh lebih sulit dan sakit, jadi sebisa mungkin hubungan mereka tetap terjalin meski hanya sekedar teman.
"Mau jalan dulu sebelum pulang?" tanya Kelvin, cowok itu kembali pulang dan berangkat bersama Farra.
"Kemana?"
"Kulineran jajanan di pinggir jalan kayak waktu itu."
Kelvin terus mengingat dimana mereka berdua kulineran sampai sore di saat hubungan renggang saat itu. Kelvin memperhatikan Farra akhir-akhir ini yang terlalu memaksakan diri belajar. Sebenarnya itu bagus, fokus pada ujian dulu dengan banyak belajar, namun jika terlalu memaksa bukankah tubuhnya akan kelelahan.
"Lo gak belajar emang?" tanya Farra.
"Belajar, tapi buat sekarang gue mau refreshing dulu suntuk baca buku mulu. Mau ikut gak, lo gak suntuk emang baca mulu?"
"Suntuk sih. Hm, yaudah deh ayo."
***
"Gimana?"
"Asli ini sih kejauhan jajannya."
Kelvin mengajak Farra jajan di tempat lebih jauh dari biasanya. Mereka kini sedang berada di alun-alun kota dan sepertinya akan pulang sedikit larut. Beruntung keduanya sudah meminta izin pulang telat. Baik orang tua Kelvin maupun orang tua Farra sama-sama mengizinkan anaknya main terlebih dahulu untuk refreshing sebelum ujian kelulusan hari senin.
"Mau beli apa dulu?" tanya Kelvin.
"Gue mau boba."
"Tunggu di sini."
Kelvin pergi setelah mendapat anggukan dari cewek itu. Sejujurnya Farra jadi merasa Dejavu Jika seperti ini, dulu mereka juga pernah kulineran dengan status pacar tapi sekarang mereka kembali melakukan hal itu dengan status teman. Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Ujian lulus tinggal dua hari lagi, setelah itu mereka benar-benar sudah tidak akan ke sekolah. Kenapa membayangkan itu membuatnya sesak. Kenangan SMA begitu banyak sehingga sulit meninggalkan gelarnya menjadi pelajar.
"Heh, gue tinggal kok jadi bengong, mikirin apaan?" Kelvin menepuk pelan pundak Farra, membuat cewek itu tersentak. Matanya langsung membulat melihat bingkisan di tangan Kelvin. Cowok itu bukan hanya membeli boba, tapi banyak jajanan lainnya.
"Lo kok langsung jajan banyak, gue juga belum beli apa-apa."
Farra siap bangkit dari duduknya sebelum akhirnya Kelvin menahannya.
"Mau kemana?"
"Ya beli jajanan lah. Lo udah beli sebanyak itu, ngomong kek biar gue ikut juga jajan sekalian."
"Tadi di tanya mau beli apa, jawabnya boba," ujar Kelvin.
"Ya gue kira kita bakal jajan satu-satu dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet {END}
Teen Fiction"Gue suka sama lo, pacaran yuk." "Ck, gak niat banget lo nembaknya." "Mau gak?" "Iya." "Serius?" "Iya. Nanya lagi batal pacaran." "Eh, jangan."
