⚠️MENGANDUNG KEKERASAN⚠️
.
.
.
.
♥︎HAPPY READING♥︎
Dorrr
Suara tembakan dari luar rumah membuat Khanza terkejut, sedangkan Athian melihat kearah luar rumah dan ternyata disana terdapat Jeremy,Abian, Ayah Khanza dan juga beberapa anak buah mereka.
"Khanza," teriak Jeremy dari luar.
Athian menatap ke arah Khanza, "Gimana dia bisa tau kalo kamu ada disini?"
"Diakan suami aku, udah pasti dia tau kalau aku ada di sini." Jawab Khanza dengan senyum polosnya.
Wajah Athian seketika memerah menahan amarah, dia yakin pasti Khanza yang sudah memberitau keberadaannya kepada Jeremy.
Athian meraih tangan Khanza lalu membawa Khanza pergi dari sana lewat pintu belakang.
"Lepasin tangan aku Athian, sakitt." Ringis Khanza.
Athian tidak menggubris perkataan Khanza, dia menepuk pundak Gibran "Gua serahin semua yang ada disini ke lu. Kita ketemu lagi di sana,"
"Tenang aja, lu hati-hati dan jangan terlalu kasar sama Khanza. Kasian dia lagi hamil," jawab Gibran tau maksud Athian.
Athian berjalan menuju pintu belakang bersama dengan Khanza, di sana sudah ada mobil yang Gibran siapkan.
Dengan segera Athian menyuruh Khanza masuk kedalam mobil, walau sedikit memaksa tapi akhirnya Khanzapun menurut dan masul kedalam mobil.
Sementara itu Jeremy, Abian, dan Ammar sudah berhasil melewati beberapa anak buah Athian dan masuk ke dalam rumah. Disana mereka disambut oleh Gibran dan juga Zenny.
Bagaimana Zenny bisa ada disana? Tentu saja disuruh oleh Athian, Zenny memanglah teman Athian tapi sekaligus anak buah Athian.
Mereka saling mengenal saat Athian berada di jepang, ayah Athianlah yang mengenalkan mereka berdua.
"Dimana anak saya?" Tanya Ammar dengan tatapan tajam.
"Tenang aja om, anak om baik-baik aja kok." Jawab Gibran.
"Kasih tau gua dimana Khanza," ucap Jeremy seraya menarik kerah baju Gibran.
Zenny yang melihat itu berusaha untuk menyerang Jeremy namun ditahan oleh Gibran, "Gua gapapa."
"Cepet kasih tau gua dimana Khanza."
"Santai bro, dia ada kok sama Athian disuatu tempat dan lu ga akan pernah bisa ketemu dia lagi." Ucap Gibran dengan smrik.
"Halah banyak bacot, langsung serang aja bang."
Abian mulai maju dan menyerang Zenny, sedangkan Jeremy menyerang Gibran, dan Ammar menyerang beberapa anak buah Gibran.
Pertarungan yang tidak membutuhkan waktu lama, karena Gibran,Zenny dan juga anak buahnya bukanlah tandingan mereka bertiga.
Apa lagi Ammar, dia sudah sangat lihai dan sangat kuat. Ini adalah makanan sehari-hari baginya jadi sudah tidak diragukan lagi kehebatan Ammar.
Gibran dan Zenny sudah terkapar lemas tak berdaya, Jeremy mencekram bahu Gibran dan menanyakan lagi dimana keberadaan Khanza namun Gibran masih saja tidak mengaku.
"Arghh, lepasin anjing." Ucap Gibran kesakitan.
"Gua ga akan lepasin lu, sampai lu kasih tau gua dimana keberadaan Khanza." Ucap Jeremy dengan tatapan tajam.
"Alah udahlah bang, mending langsung kita bunuh aja mereka berdua." Ucap Abian seraya menarik pelatuk dari pistol yang sedang ia genggam.
"Serahin pistol lu ke gua," ucap Jeremy meminta pistol Abian, dan Abianpun langsung menyerahkannya kepada Jeremy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stalker
Mystery / ThrillerBagaimana perasaanmu saat seseorang yang tidak kamu kenal tiba-tiba mengikutimu,dan mengetahui semua aktifitasmu? Orang yang kamu kira adalah malaikat pelindungmu justru menjadi ancaman bagimu!!! Apakah kamu akan menerima kenyataan ini? Dan bagaim...
