Dayana, Baylee, dan Chloe terjebak di sebuah dunia yang penuh misteri dan rahasia kelam. Dayana, sebagai pemimpin rela mengorbankan dirinya demi menjaga kedua temannya dari bahaya Di dunia asing ini, banyak keanehan yang mereka temui, namun satu hal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🍃🍃🍃
"Pendidikan memanglah penting, tak peduli di dunia kami ataupun di dunia lain. Semua pengetahuan dan jawaban tersembunyi di sana, terutama di dalam sunyi lembaran-lembaran di perpustakaan."
Written by Sarah Asiyah
***
Baylee berdiri menatap bangunan yang menjulang di hadapannya, berbentuk tabung sempurna. Dinding-dinding bangunan itu berwarna abu muda, memancarkan kilauan halus saat cahaya matahari menyentuhnya. Pada setiap tingkat bangunan, terdapat jendela-jendela besar berbentuk lingkaran yang memperlihatkan dalamnya. Atap bangunan melengkung halus mengikuti bentuk tabungnya.
Walaupun ini adalah kunjungan kedua Baylee ke bangunan yang disebut Skole, dia belum pernah masuk ke dalamnya. Pada kunjungan sebelumnya, saat Sharlach mengajaknya berkeliling, Baylee hanya sempat melihat sekilas dari luar. Hari ini, Vieve, teman kerjanya, mengajaknya untuk mengunjungi Skole lagi dengan tujuan yang berbeda. Vieve mengantar Baylee untuk membawa susu Avelada yang telah disiapkan khusus untuk anak-anak yang belajar di sana.
Saat perjalanan mereka menuju Skole, Vieve dengan antusias menjelaskan tentang tempat yang akan mereka kunjungi. Baylee mendengarkan dengan seksama, tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang institusi yang begitu penting dalam dunia Samara.
Vieve menjelaskan bahwa Skole adalah pusat pendidikan utama bagi penduduk Dunia Samara yang memiliki struktur berbeda dari sekolah-sekolah di Bumi. Meskipun tampak mirip dalam hal fungsi sebagai tempat belajar, Skole tidak mengikuti sistem tingkatan sekolah yang panjang seperti di Bumi. Di Dunia Samara, waktu belajar tidak dibatasi oleh tahun-tahun pendidikan yang kaku.
Baylee mengambil satu kendi dari gerobak yang berfungsi untuk mengangkut kendi-kendi susu Avelada. Gerobak ini, yang disebut Geryong di dunia ini, didorong oleh temannya, Vieve, menuju Skole. Geryong terbuat dari kayu dengan bentuk oval lonjong, memiliki dua roda besar di sisi kiri dan kanan yang terbuat dari bahan yang sama, memberikan kesan tradisional dan kuat. Bagian depan gerobak dilengkapi dengan pegangan yang memungkinkan untuk ditarik atau didorong dengan mudah.
"Kalian kemarilah," panggil Vieve kepada sekumpulan remaja laki-laki berseragam sama. Bagian atas seragam mereka adalah kemeja abu-abu terang dengan aksen hijau di kerah dan ujung lengan, sementara bagian bawahnya adalah celana berwarna hijau.
Kelima remaja laki-laki itu tampak hendak masuk ke dalam Skole, tetapi langkah mereka terhenti saat perhatian mereka teralihkan. Mereka memperhatikan Baylee dan Vieve yang sedang mendekat ke arah Skole. Lebih khusus lagi, mereka memperhatikan Baylee dengan tatapan penuh rasa ingin tahu, menyadari bahwa penampilannya berbeda dengan penduduk di dunia ini.
Mereka berlima menghampiri Baylee dan Vieve, terlihat ceria dan penuh semangat. Salah satu dari mereka, seorang remaja dengan rambut coklat dengan tanduk kecil dikepalanya, membuka percakapan dengan sopan. "Iya, Phi?" tanyanya, menggunakan kata "Phi" yang berarti kakak perempuan.