Chapter 009 /// Fever.

1.7K 158 9
                                        

Kini aeron tertidur pulas di kasur tidur milik skylar, Skylar sudah benar benar selesai membersihkan luka aeron dengan memberikan kapas di pipinya.

Hanya saja, baju aeron begitu berkeringat dengan bekas darah yang bercucuran sejak tadi.

"Suruh pak satpam aja kali ya gantiin baju aeron"  Setrlah mempertimbangkan, skylar pun mengangguk sembari menjetikkan jarinya. Dirinya menuruni tangga rumahnya untuk bertemu dengan pak satpam.

"Pak?" Skylar menengok ke kiri dan ke kanan, ia tak menemukan batang hidung pak satpam yang biasanya selalu menjaga di depan gerbang rumahnya.

Skylar pun menggerogoh saku celananya untuk memberikan pesan chat kepada pak satpam.

Namun, pak satpam telah memberikannya pesan terlebih dahulu. Pak satpam itu berkata bahwa dirinya mengambil izin 3 hari karena istrinya yang tiba tiba jatuh sakit. Pantas saja skylar tak menemui pak satpam sejak ia datang ke rumah.

"Huftt terus yang gantiin siapa.." Ucap skylar dengan kemudian dirinya melangkah kan kakinya kembali memasuki rumah besar itu.

Skylar menatap aeron yang terbaring lemas, wajahnya yang tampan sangat memancarkan charisma, skylar memperhatikan setiap inci wajah aeron yang menurutnya sangat sempurna.

'Najis' Batin skylar ketika menyadari apa yang telah ia lakukan.

"Ronn, ganti baju lu" Ujar skylar mengguncang pelan lengan letih aeron.

"Woi aerok mber" Aeron membuka matanya satu persatu, mata sayu dengan wajah yang memerah itu menatap skylar yang sedang memegang tangannya.

"Anjing ngapain megang megang lu" Aeron menarik tangannya spontan, sepertinya hati dan anggota badan aeron melakukannya berbalik. Anggota badan yang dengan tak segan menolak aksi skylar sedangkan hati aeron bergejolak menginginkan lebih dari sekedar berpegangan.

"Lah pede, gua mau bangunin lu tadi. Makanya gua gerakin lengan lu" Jawab skylar tak kalah sewot dengan ajuan aeron.

"Betah banget megangin lengan gua" Aeron terkekeh kecil, hatinya benar benar bergejolak ketika berada di dekat skylar.

"Diem lah ron, sana ganti baju lu. Bisa kan?" Skylar berbalik badan dan menuju ke arah lemari untuk mencari baju oversize yang ia miliki agar muat di badan aeron yang begitu kekar.

"Yaa" Aeron mengangguk pelan dan merendahkan nada suaranya, jarang-jarang aeron seperti ini.

"Noh" Skylar menaruh baju beserta celana yang ia punya di samping aeron, dirinya pun bergegas keluar untuk menunggu aeron selesai mengganti bajunya.

Dengan baik hati skylar berinsiatif untuk menghangatkan air untuk ia gunakan mengompres aeron nantinya.

Sembari menunggu air dihangatkan, skylar menelfon rinz untuk menanyakan hasil balapan sanford dan yawi karena ia benar benar tak sempat menanyakan dan memperhatikan kejadian balapan yang berlangsung tadi.

Drtt...

"Oii ler, kenapa"

"Tadi sanford yawi yang menang siapa rin?"

"Yawi cok, agak jauh lah durasi finish mereka."

"Haha grogi dia tuh"

"Iya co hahaha, eh udah dulu ya ler. Pesanan gua udah datang soalnya."

"Yoi pre"

Skylar pun mematikan sambungan telfon mereka dan menaruh ponselnya di meja makan.

Dirinya mengambil sebuah mangkuk besar dan bajunya yang sudah tak terpakai untuk ia gunakan sebagai kain, air yang cukup hangat itu dituangkan bersama dengan kain di dalamnya.

"Ronn, udah selesai belum" Ujar skylar yang mengetuk pintu kamarnya sendiri.

"Masuk aja" Setelah mendengar jawaban aeron, skylar pun mulai membuka pintu dengan alat alat yang akan ia gunakan.

"Baring lu, gua kompresin" Skylar menaruh semangkuk itu dan menarik bangku yang ia geser ke samping aeron.

Mendengar ucapan skylar, aeron tak berkutik apa apa. Ia hanya membaringkan dirinya lemas dan menutup matanya, ia tau dirinya tidak akan kuat melihat skylar yang sepertinya akan sangat dekat dengan dirinya.

Skylar dengan telaten membasahi dan memeras kainnya. Tangan lentik skylar tergerak untuk menaikkan rambut aeron yang sedang berantakan di kening miliknya sendiri.

Aeron yang merasa dirinya mendapat belai-an oleh skylar hampir tak bisa bernafas dengan normal, kini dirinya menyadari bahwa dirinya benar benar mencintai skylar seorang.

Sedangkan, skylar dengan santai menaruh kain yang sudah ia peras di kening aeron.

___











WKKWKW SABAR, gue ngantuk bgt anjir. besok dh gue lanjutin..

Rival ! (Aeron x Skylar)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang