Chapter 26 /// Good day

711 83 6
                                        

[Senin-09.45]

Hari dimana para murid SMAGA di kumpulkan di sebuah aula untuk menggunakan hak suara mereka, ketiga paslon terlebih dahulu menaiki panggung dengan secarik kertas berisikan visi-misi yang akan di sampaikan. Aeron dengan wajah masamnya duduk di sebelah sze, sesekali sorot matanya menatap skylar yang asik bercanda gurau dengan eca.

Akhirnya para murid telah berkumpul dan berbaris di depan ketiga paslon tersebut, skylar yang gugup akhirnya menutup suaranya. Tanpa sengaja skylar melihat wajah aeron yang kian menatapnya tajam, dengan kekesalan yang masih tak terbendung skylar akhirnya merotasikan kedua bola matanya.

Para MC mulai melakukan sambutan dan sekitar 10 menit sambutan sambutan tersebut kini berakhir dengan lancar, akhirnya mereka memasuki inti acaranya-di harapkan semua siswa untuk maju menulis paslon yang akan dipilih di dalam bilik yang tertutup.

>>>

Skylar jelas gugup, ia menatap satu persatu semua siswa yang yang sedang memberikan suara mereka, matanya sayu dan kian panik. Eca yang sadar pun meraih tangan skylar, sesekali eca mengusap pergelangan tangan skylar dengan lembut hingga sedikit menenangkan dirinya.

"Santai aja kak, itu sisa satu kelas lagii!" Tunjuk eca ketika sadar tersisa satu kelas terakhir akan memberi suara sebelum para panitia membacakan hasilnya. Jantung skylar berdegup kencang, entah dirinya panik jika tak terpilih ataukah sebaliknya.

Dan sampailah mereka pada satu suara terakhir, skylar mengintai para panitia OSIS yang berjalan ke dalam bilik paslon masing-masing untuk menghitung jumlah suara-namun terjadi kejanggalan di tengahnya, saat kedua panitia paslon 1 dan 2 telah memasuki bilik, panitia penghitung paslon ketiga malah berkomunikasi singkat dengan pak yeb. Melihatnya skylar tak begitu peduli, ia memutuskan untuk fokus dengan hasilnya.

"Berapapun hasilnya, beri paslon ketiga suara yang lebih unggul dari kedua paslon. Mulailah berhitung sebagai formalitas" Bisik pak yeb yang hanya mendapat anggukan miris dari sang panitia yang tentunya takut akan kemarahan pak yeb.

Baiklah masuk ke sesi menghitung, satu persatu kertas diangkat dan ditulis di sebuah papan tulis yang cukup besar tentunya. Dengan jumlah 729 siswa/i Smaga tentu harus menghabiskan waktu yang lama. Paslon 1 atau sebut saja skylar dan eca, di hasil akhir meraih 243 suara, situasi mulai tak kondusif, hiruk-pikuk para siswa/i kembali terdengar.

Melanjutkan tugas mereka, kini giliran paslon dua yang dihitung hasilnya. Kedua siswa dan siswi berprestasi itu sangatlah cocok menjadi pengurus inti OSIS sekolah dibandingkan paslon 1 dan 3. Namun, karena kepopuleran paslon 1 dan juga 3 itu malah membuat paslon 2 mendapat perbedaan suara yang sangat tipis yaitu, 241 suara.

Ken dan lora tersenyum tipis, menghela pelan melihat jabatan yang akan di dapatkan setelah paslon ketiga mendapat hasil. Dan sampailah mereka pada ujung pengantar, situasi kembali tak dapat di kendalikan. Panitia yang menghitung hasil suara paslon 3 dikenal sebagai Renbo, mulai mengangkat secarik kertas sembari memberi perhitungan pada papan tulis.

Dirinya berharap aeron dan sze memiliki suara yang banyak dengan murni agar dirinya tak akan merasa bersalah telah melakukan tindakan yang tercela.

"243" Renbo bernafas lega ketika melihat 2 kertas terakhir yang masih belum terhitung, dengan ini otomatis aeron dan sze akan menjabat sebagai Ketos dan Waketos dengan murni tanpa pemalsuan suara.

Rival ! (Aeron x Skylar)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang