Chapter 005 /// Dendam

1.8K 132 2
                                        

"Yaelah modus lu anjing" Ujar skylar menepis tangan aeron yang sedari tadi bermain di bibirnya.

"Najis gua modusin elu, kalo masa berlaku babu gua udah abis juga mah gua ogah ngintilin elu" Jawab aeron sembari memasang wajah seakan akan ingin muntah.

"Gua juga gamau di intilin ama lu terus, gua kan cuma menikmati kesempatan aja" Bela skylar.

"Fine" Aeron mengalah karena takut jika masalah ini makin besar, bisa bisa aeron di tendang keluar dari rumah. Sedangkan hujan diluar masih terdengar deras.

"HUFT, NGESELIN LU NYETT. UDAH LU TIDURNYA DI KAMAR SEBELAH AJA" Skylar menaikkan nada bicaranya dan kemudian dirinya memberikan jari tengahnya.

"Yang mau sekamar ama kera sakti siapa" Jawab aeron pelan.

"Eh ron, gugun sahabat gua lu tau kan?" Skylar mengalihkan topik dan diblas dengan anggukan pelan aeron.

"Jadi gini, dia suka sama elu ron. Nah tadi pagi kan...." Skylar menceritakan dengan panjang lebar peristiwa yang menimpa dirinya sejak pagi.

"Gitu dah ron, jadi maksud gua kalo di sekolah gausah deket deket ama gua."  Sambung skylar di akhir kalimat.

"Yaudah" Jawab aeron singkat.

"Udahlah yuk tidur, lu kamar yang kedua dari kanan itu ya" Tunjuk skylar, tanpa berlama lama aeron pun menghampiri pintu yang ditunjukkan skylar dan memasukinya.

_________

"Gua di antar rinz, lu duluan aja" Belum sepuluh detik setelah skylar mengatakannya, terdengar suara motor rinz yang masuk melalui pekarangan rumah.

"Ngapain dia ke rumah lu?" Ujar rinz yang menatap tajam aeron.

"Kemarin hujan, jadinya gua ajak nginep di rumah gua" Jawab skylar, dirinya yang merasa kedua aura kemusuhan yang ada di antara rinz dan aeron akhirnya menjinjit dan menutupi kedua mata aeron.

"Mata lu bedua tajem banget anjing, kayak mau keluar tau ga?"  Wangi ala floral yang menusuk hidung aeron ternyata disebabkan oleh tangan skylar.

Skylar yang merasa canggung dengan sigap melepaskan kedua tangannya dan berlari ke arah rinz.

"Gas rin" Ucap skylar sembari menutup helm full yang ia kenakan.

Rinz pun mematuhi perintah ketuanya dan menancapkan gasnya menuju sekolah. Sedangkan, aeron masih berdiri mencerna kejadian tersebut. Menurut aeron, skylar adalah lelaki yang paling sempurna.

"Anjir, gua ga mau lebih dalam sama skylar, Ntar yang balesin dendam bang kabuki siapa kalo bukan gua?" Aeron berbicara sendiri, setelah mencerna dengan baik aeron menggelengkan kepalanya dan berlari menuju motornya.

Dendam?

!fyi¡

Genk flechenko dan Genk aexol memang sudah menjadi rival sejak lama. Hanya saja, penerus baru mereka masih belum mengulik asal usul lebih lengkap. Siapa penerus genk mereka? tentu saja aeron dan skylar.

Awalnya, genk flechenko di ketuai oleh Kyy. Sedangkan genk aexol sendiri diketuai oleh Kabuki. Dua kubu itu saling bertengkar untuk merebutkan wilayah kekuasaan.

Dan pada satu malam. Kedua genk motor itu kembali menuruni jalan untuk kembali berbalap liar. Kali ini mereka bertaruh wilaya kekuasaan.

Seakan akan haus wilayah kekuasaan, kabuki menancapkan gasnya dengan cepat hingga tak sadar dirinya melewati pembatas jalan dan tercebur di sungai yang jauh dari atas jembatan.

Saat para genk aexol akan turun membantu sang ketua, itu semua sudah sia sia karena kabuki sudah hanyut entah kemana.

Namun, selang beberapa hari, mayat kabuki ditemukan di pinggir sungai yang dangkal.

Setelah mengetahui bahwa kejadian ini disebabkan oleh terjadinya balapan liar, seluruh genk aexol dan genk flechenko ditangkap dan sekarang mereka melakukan regenerasi.

"Gua titip genk flechenko sama lu ya skylar. Sisa lu harapan satu satunya" Ujar kyy sebelum dirinya di tarik paksa memasuki mobil polisi.

Sedangkan anavel, dirinya memberikan jabatan kabuki kepada aeron sebagai ketua aexol.

"Kabuki meninggal karena genk sampah itu, sedangkan kami akan tertahan di jeruji besi selamanya. Jadi, ku mohon balaskan dendam kabuki dan kami kepada mereka." Anavel memegang pundak aeron pelan.

___________

"Belum datang tuh orang, bolos pasti" Rinz yang mengetahui kemana arah perbincangan skylar hanya bisa mengangguk pelan.

"Hati hati sama genk aexol" Ujar rinz serius.

"As always" Jawab skylar sembari menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dirinya sudah memahami perkataan rinz.

"Good boy, ayo ke kelas." Skylar pun mengikuti rinz dari belakang dengan tatapan lesu. Skylar merasa sedikit sedih ketika dirinya mengetahui jarak yang harus diberikan antara dirinya dengan aeron. Ingat, hanya sedikit..

"Oit ler, ppl bat lu anjir. Abis maen berapa ronde ama rinz?"  Canda nael yang ternyata dirinya akan berjalan menuju kelas juga.

"Sembarangan mulut lu anjing" Rinz menatap tajam nael dengan aura kemusuhan yang mendarah daging, itu semua mampu membuat nael ciut.

Skylar yang melihatnya hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.

"Ppl bahasa apalagi el"  Tanya skylar memecahkan keseraman situasi disana.

"Pagi pagi lesu. Okedah, abang ke kelas dulu ya" Pamit nael ketika dirinya sampai di kelas.



______

hehe

Rival ! (Aeron x Skylar)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang