Chapter 25 /// Ketos paksaan.

849 78 8
                                        

Kini para murid smaga di kumpulkan dalam satu lapangan, hari dimana para siswa diwajibkan untuk memilih ketua OSIS yang baru dan bertanggung jawab. Tentu faktor tersebut disebabkan karena pengurus inti OSIS akan lulus tahun ini. Dengan sambutan yang meriah Pak Lucas menawarkan calon kandidat 1, 2 dan 3 untuk mengisi struktur inti anggota OSIS.

"Untuk para siswa dan siswi yang berminat menjadi calon pengurus inti OSIS, silahkan masuk ke ruang BK untuk melakukan seleksi. Untuk ketua OSIS kita membutuhkan murid kelas 11, sedangkan untuk wakil ketua OSIS kita membutuhkan murid kelas 10."

Entah apa yang merasuki kedua pemuda dan pemudi berandal yang berdiri dengan kepercayaan dirinya. Siapa lagi kalau bukan aeron dan sze? nama mereka sudah terkenal buruk di kalangan para murid, tak sedikit murid-murid yang kegirangan karena visual mereka yang sangat mengagumkan.

Tentu mereka berdua akan menjadi paslon, skylar dan teman-temannya hanya menatap jijik keduanya. Wajah mereka yang dianggap orang begitu mengagumkan malah nampak sangat mengesalkan di mata skylar. Setelah kejadian tak mengenakkan kemarin, skylar bercerita kepada teman-temannya di grup flechenko. Sebagian genk flechenko menertawainya sedangkan sebagian lagi memberi saran yang mungkin dibutuhkan skylar saat ini.

"Lu nyoba juga lah ler jadi paslon dua, ntar adain clasmeet ml" Ujar rinz menyenggol-nyenggol pundak skylar.

"Gua gada pasangan kelas sepuluh mah" Jawab skylar menggerutu, ia masih dengan tatapan tajamnya mengintai aeron yang kini berjalan bersampingan dengan sze menuju BK.

"Kan disana baru di gacha lagi ler pasangannya, ga seratus persen juga tuh si aeron sama sze jadi paslon"  Saran aran dengan santai, ia menyenderkan kepalanya pada gugun yang masih asik dengan jajanan yang ia bawa.

"Udah coba aja anjing" Rinz menendang belakang punggung skylar, sontak skylar tersentak dan membalikkan badannya dengan wajah yang menahan tawa. Saat skylar ingin membersihkan punggungnya, ia berdiri sembari menyapu percikan kotor bekas sepatu rinz yang mencetak.

"Kontol lu hahaha" Ujar skylar dengan tawanya, karena kebisingan mereka sontak semua murid menatapi interaksi keduanya dan serentak pula para murid terdiam hingga membuat skylar dan kawan-kawan bingung karenanya.

"Nahhh, skylar anak kesayangan pak lucas nih. Mau nyalon ya sky?" Ucap pak lucas dengan mic ditangannya, dengan sigap skylar berjongkok dan menggeleng sembari berteriak mengatakan "Ngga pak" .

"Gaada gaada, sana masuk ke ruang seleksi" Serentak para murid menyoraki skylar, dengan hati yang berat skylar kembali berdiri dengan tatapan yang melas. Sejujurnya ia sangat malas mengikuti OSIS, ini akan mengganggu waktunya yang sangat padat itu, terlebih lagi ia akan lebih sering bertemu dengan aeron sze yang sangat ia benci. Namun, karena paksaan pak lucas yang notabene-nya adalah kepala sekolah sekaligus saudara ayahnya, tentu skylar akan malu untuk menolaknya.

Baru saja ia melangkah melewati barisan kelas 11, skylar mendapati eca yang ikut berdiri di barisan murid kelas 10—wajahnya nampak sedang menatapi skylar dari jauh dengan penuh keceriaan. Akhirnya senyuman skylar kembali terukir, setidaknya ia memiliki teman saat di ruang seleksi nanti. Skylar menghentikan jalannya hendak berdiri menunggu eca, sontak para murid kembali tak kondusif, mereka kian menggoda hubungan skylar dan eca yang dianggap cukup dekat.

"Tumben kak skylar mau ikut ginian"

"Kalau ga dipaksa pak lucas mah gua gamau ca, kalau lu? kenapa mau daftar jadi pengurus inti OSIS?"

"Sebenarnya dari tadi aku mau banget nyalonin diri kak! cuman aku ga punya pasangan kelas sebelas. Aku juga mikir kalau kak skylar ga bakal ikut. Eh taunya kakak nyalonin diri, yaudah deh aku ikut juga hehe"

Rival ! (Aeron x Skylar)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang