Rumah skylar-
Kini dua sejoli itu sedang sibuk dengan gadgetnya masing-masing, skylar yang senantiasa menunggu kedatangan dyren di sofa sedangkan aeron merebahkan dirinya di sofa samping skylar.
"Mana dyren? jangan jangan dia gabisa baca maps makanya pundung ojolnya" Tuding aeron menaruh ponselnya di meja tepat di depannya.
"Engga ah, gua sering jalan sama dyren, dia bisa baca maps kok." Jawab skylar datar tak melepas atensi matanya sama sekali dari layar ponsel.
Mendengarnya aeron hanya berdecih pelan kemudian mengambil remote tv untuk menonton netflix seperti biasanya.
Namun, pada saat aeron sibuk mencari film. Skylar masih saja memainkan ponselnya tanpa menatap sang empu sama sekali, dirinya sungguh asik melihat barang-barang unik di olshop.
"Adek udah dulu ya hp nya, ini gua udah dapet film bagus" Di kala keasikan skylar, aeron merampas ponsel skylar begitu saja. Skylar sedikit kesal karenanya, terlebih lagi ia tak suka dengan panggilan yang diberikan aeron untuknya.
"Film apaansi, gua lagi nyari barang couple juga." Dengus skylar yang melingkarkan kedua tangannya dengan kesal.
"Mau couple sama siapa emang?" Interogasi aeron berpindah duduk tepat di samping skylar. Aeron dengan sengaja mendekatkan dirinya dan merangkul skylar, dirinya begitu obsessed dengan wangi mint yang sungguh melekat di pakaian skylar.
"Siapa lagi kalau bukan lu.." Ujar skylar pelan namun dirinya masih enggan menatap sang empu yang dimana jarak diantara keduanya sungguh dekat.
"Hahaha boleh beli tapi pake duit gua aja" Merasa gemas akan tingkah skylar, aeron dengan sigapnya mencubit pelan pipi skylar, jika ia bisa menggigit pipi skylar tentu dirinya sudah menggigitnya sejak tadi.
"Hmm lepas yon" Erang skylar menarik jauh pergelangan aeron yang sangat sibuk bermain dengan pipinya.
Aeron pun melepas cubitan pelannya lalu mengganti posisi dengan berbaring di paha skylar.
Tak sekali dua kali skylar mengelus surai halus milik aeron, dirinya perlahan sudah mulai menerima aeron di kehidupannya.
Di tengah asiknya dua sejoli itu menonton, terdengar suara ketukan pintu yang berbunyi nyaring dari luar rumah.
TOK TOK TOK TOK...
Bunyinya menganggu ketenangan antarkeduanya, aeron pun mengalah dan beranjak dari sofa untuk membuka pintu.
"Skylar mana?" Ucapnya kalang kabut kemudian memasuki rumah menengok kesana kemari mencari keberadaan skylar.
"Hah, kenapa ren. Kok panik banget?" Ujarnya memakan satu popcorn yang ternyata telah dibuat oleh aeron.
"Huft syukur lu baik baik aja, Ini.. ini gua bawain buah buahan" Ujar dyren tersengal sengal sembari mengambil mafas panjang.
"I-iya taruh meja aja, yuk gabung nonton bareng gua ama aeron" Aeron dengan sigapnya mengunci pintu rumah kemudian berlari melompat ke sofa di samping skylar.
Tentu aeron melanjutkan posisi nyamannya yang tadi, ia menaruh kepalanya di paha skylar sembari menonton film yang sedang di tayangkan.
"Oh iya, gua jadi lupa beliin lu bubur sama matcha sky." Mendengar ucapan aeron, skylar menunduk kemudian menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. Untuk saat ini skylar berfikir bahwa tidak akan ada warung yang masih buka pada saat ini, Pukul 00.17.
Dyren hanya menatapnya tajam sedangkan aeron tersenyum kemenangan setelah menyadari ekspresi dyren. Skylar? ia terfokus dengan film yang aeron pilih.
"Sky, besok kan udah mau sekolah. Nanti berangkat, pulang sama gua aja ya" Tekan aeron yang hanya dibalas oleh anggukan skylar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival ! (Aeron x Skylar)
FanfictionKetika dua berandalan yang mulai jatuh hati satu sama lain, from enemy to lovers. Itulah yang mereka rasakan, sudah berkali kali genk mereka bertengkar, bertaruhan bahkan mengancam satu sama lain. Namun, di sela sela pertengkaran mereka, ada salah s...
