[Pukul 00.27]
Setelah sekian lama kedua genk pemecah adrenalin ini tak pernah lagi melakukan balap liar. Akhirnya, pada malam ini mereka kembali melakukan balap liar untuk melepas lelah dan rasa jenuh dengan kegiatan sehari-hari mereka yang dirasa membosankan jika tak melakukan kegiatan ini.
Tentu skylar dan aeron hanya memposisikan diri mereka di atas motor sembari menunggu di garis finish. Perbincangan singkat mulai terlepas, sesekali skylar bercerita tentang rasa ketidak enakannya pada aeron karena telah menjauhinya.
"Yon, sekali lagi aku minta maaf ya" Aeron terdiam sejenak, wajahnya menatap skylar dengan intens. Tatapannya sangat tulus memandangi pemuda di depannya yang sama sekali tak memiliki status apapun dengan dirinya.
Tangan aeron bergerak meraih surai halus skylar, ia membawa kepala skylar bersandar di pundaknya kemudian menatap bulan yang indah di atasnya. "It's okay, lu ga perlu minta maaf kok." Ujar aeron tersenyum tipis dengan tatapan yang masih fokus menatap bulan di atas kedua pemuda yang terjebak friendzone itu.
Skylar mendongak menatap wajah tulus aeron di sampingnya, dirinya merasa lega ketika mendapat sambutan lembut aeron yang masih menerima dirinya yang dianggap egois. Setelah keheningan yang terjadi cukup lama, skylar pun turun dari motornya dengan helm yang ia simpan di kaca spion.
Aeron mengalihkan pandangannya pada skylar, ia menatap penuh kebingungan sebelum skylar berusaha menaiki motor aeron. "Mundur-mundur dong yon, sempit" Ujar skylar yang mendapat anggukan dari aeron.
Aeron hanya bisa menuruti keinginan skylar dan dengan segera dirinya mundur sedikit demi sedikit memberikan ruang pada skylar yang berusaha menaiki motor ZX-25R hitam miliknya. Tentu kedua pemuda tersebut bersempit-sempitan di depannya, skylar dengan segera kembali turun dari motor aeron membuat sang empu semakin bingung.
"Kenapa sayang?" Aeron menyeringai aneh, sedangkan skylar mengabaikan tuturan aeron dan kembali menaiki motor dengan posisi yang berbeda. Skylar kini berhadap-hadapan dengan aeron di atas motor, keduanya menatap satu sama lain dengan senyuman yang setia terukir.
Angin malam berhembus begitu kencang, kulit-kulit skylar serasa akan membeku karenanya. Tentu skylar sangat salah melupakan jaket kulitnya dengan udara malam yang sangat tak kondusif untuk kulitnya. Skylar melepas kontak matanya dengan aeron, ia menggigit bibir bawahnya merasakan suatu kenyal itu yang mulai menggigil.
"Hug" Skylar kembali mendongak dengan doggy eyes nya, dapat dilihat senyuman aeron yang terukir di wajah tampannya membuat hati skylar serasa akan meleleh detik ini juga. Tak butuh waktu yang lama tubuh skylar sudah terbaluti oleh anggota tubuh aeron yang kekar, skylar kembali merasakan kehangatan, sesekali ia menghirup aroma maskulin aeron tepat di ceruk lehernya.
"Dingin, mau pakai jaket aku ga?" Ucap aeron ketika merasakan tubuh dingin skylar yang hanya tertutupi oleh kaos putih dengan bawahan celana hitam pendek. "Ga perlu" Jawab skylar angkuh.
Seolah tak memperdulikan skylar––aeron tetap melepaskan jaket hitam kebanggan aexol dan memakaikannya pada skylar. Kedua tangan aeron bergerak meraih paha skylar untuk di letakkan di atas pahanya sendiri, sesekali tangan yang penuh urat itu menyapu dan meremas paha skylar yang mulus tanpa cacat di sekitarnya.
"Lu beneran janji kan, mau nikah sama gua selepas kuliah" Ujar aeron melihat wajah sayu skylar di bawahnya, dapat aeron rasakan hormon kuat skylar dengan hanya melihat wajah sayu dan telinganya yang memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival ! (Aeron x Skylar)
FanfictionKetika dua berandalan yang mulai jatuh hati satu sama lain, from enemy to lovers. Itulah yang mereka rasakan, sudah berkali kali genk mereka bertengkar, bertaruhan bahkan mengancam satu sama lain. Namun, di sela sela pertengkaran mereka, ada salah s...
