Chapter 23 /// Flirt

831 87 16
                                        

Gemercik air hujan rintik rintik terdengar dari arah balkon rumah skylar. Pemuda yang sedari tadi terlelap kini mulai membuka matanya, hawa dingin yang seperti menusuk tubuh membuatnya bangun dari tempat tidur untuk mematikan AC kamarnya.

Skylar duduk dengan mata yang memerah dan juga sayu, ia mengusap kedua matanya pelan dan sedikit mengumpulkan nyawanya yang tertinggal di alam mimpi. Akhirnya ia menggunakan sendalnya dan meraih remote AC.

Katup ekspansi kini menutup yang dimana hal itu menyebabkan aliran refrigen pada AC ikut tertutup. Namun rasa dingin masih menyelimuti diri skylar, ia lirik jam weker yang menunjukkan jam 05.43 rasanya sangat malas untuk bergegas mandi di waktu yang masih cukup pagi.

Akhirnya skylar meraih ponselnya yang terletak di samping jam weker, baru saja skylar menyalakan layar ponselnya, ia disambut dengan pesan aeron yang terlihat pada layar kuncinya.

Akhirnya skylar meraih ponselnya yang terletak di samping jam weker, baru saja skylar menyalakan layar ponselnya, ia disambut dengan pesan aeron yang terlihat pada layar kuncinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Duh apaan nih anying" Skylar menatap bingung layar ponselnya, ia akhirnya membuka aplikasi WhatsApp untuk melihat beberapa chat aeron yang tertumpuk.

Percakapan mereka berhenti dengan skylar yang dijadikan last chat, entah aeron kehabisan kata atau apapun itu skylar sedikit tak memperdulikannya, malahan yang membuat skylar kembali membingung adalah perlakuan aeron yang dianggap begitu tiba-tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Percakapan mereka berhenti dengan skylar yang dijadikan last chat, entah aeron kehabisan kata atau apapun itu skylar sedikit tak memperdulikannya, malahan yang membuat skylar kembali membingung adalah perlakuan aeron yang dianggap begitu tiba-tiba.

"Pftt liat aja siapa yang datang duluan, lagian tiba tiba banget ngambil resiko gini, udah tau masih SMA kelas dua malah ngelantur jauh-jauhan sampai selesai kuliah" Skylar terkekeh singkat menatap layar ponselnya. Rasanya begitu menggelitik sampai ketika ia menyadari bahwa dirinya masih belum menyetrika seragam sekolahnya.

-

-

-

School [10.30]

Jam istirahat pun tiba, para siswa/i kini mulai mengucap salam sebagai perpisahan mereka dengan guru yang mengajar. Namun berbeda dengan sang pemuda petakilan di bangku belakang.

"Pak lucas udah pergi tuh, gas kantin ler" Rinz menyenggol pundak skylar yang asik berbicara dengan gugun dan juga aran di belakangnya, skylar pun menengok ke arah rinz dan sontak mengangguk.

Rival ! (Aeron x Skylar)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang