2| Pertemuan Yang Tak Diduga

29 7 0
                                        

[Chasing Idol by SADNESS SECRET]

"Aku Siap Untuk Mencari, Tapi Ternyata Dia Tak Pernah Jauh"

...

Orientasi terakhir hari ini telah selesai. Penutupan yang memukau sebagian besar mahasiswa baru dari seluruh fakultas. Acara berlangsung meriah dan mendapatkan antusiasme yang tinggi.

Setelah acara selesai, Aleena buru-buru beranjak dari kursinya. Sejak pria yang menarik hati Aleena turun dari panggung, Aleena sudah menandai letak tempat pria itu duduk. Bahkan hingga akhir, mata Aleena terus kepada sosok itu.

Aleena berlari mengejar Evano Rezvan yang sudah berjalan meninggalkan gedung. Ditengah kerumunan orang, mata Aleena terus memandang punggung Evan. Walaupun berdesakan, Aleena tetap berusaha secepat mungkin untuk keluar.

"Al, tunggu," teriak Nora sejak tadi. Ia masih berada di belakang, cukup jauh dari tempat Aleena berada. Itu karena Aleena berjalan dengan cepat walaupun ditengah desakan.

Akhirnya setelah berusaha keras hingga mendorong orang lain, Aleena berhasil keluar dari gedung. Untung saja tidak ada masalah ketika berusaha keluar, jadi bisa pergi dengan tenang.

Di luar sana, Aleena berlari mencari Evan. Hingga berhasil menemukannya. Aleena dengan senyuman cerah berlari menghampiri Evan. Sampai Aleena benar-benar berada tepat di depan Evan. Walau dengan napas terengah-engah. Wanita itu berusaha menunjukan senyuman indahnya.

Aleena berdiri dengaan penuh percaya diri di depan pria yang tak pernah ia temui sebelumnya. Tetapi anehnya, pria dihadapannya tak menunjukan wajah kaget karena dihampiri oleh wanita asing. Melainkan melihat Aleena dengan wajah tanpa ekspresi.

"Aku Aleena Balleza, panggil aja Aleena." Aleena menjulurkan tangannya, ingin berkenalan dengan berjabat tangan.

Waktu seolah berhenti mengitari mereka berdua. Pandangan Aleena hanya tertuju pada wajah menawan di depannya, semua hal di sekitarnya seolah tak terlihat dimata Aleena. Rasanya Aleena sedang dikelilingi oleh bunga mawar merah yang harum.

Senyuman manis yang terus menghiasi wajah Aleena. Tatapan mata berbinar. Aleena menunjukan dengan jelas rasa tertariknya. Entah pria dihadapannya peka atau tidak.

Jabatan tangan Aleena tak di balas hingga beberapa menit. Tetapi Aleena tetap setia dengan posisi itu.

"Evan," balasnya tanpa membalas jabatan tangan Aleena.

Aleena lalu menarik kembali lengannya. Tetapi sikap Evan tak membuat senyuman Aleena hilang. Walaupun sempat tersenyum canggung selama beberapa detik. Aleena kembali menunjukan senyum indahnya.

"Boleh minta nomor telepon kamu?" ucap Aleena. Jemari yang ia sembunyikan di balik punggungnya bergerak tak karuan. Ada sedikit sensasi gugup yang Aleena rasakan.

Evan hanya terdiam sambil memandang Aleena. Tak ada ekspresi apapun, hingga membuat Aleena sedikit bingung. Hingga kesunyian diantara keduanya pecah saat Nora tiba. Nora datang dengan suara keras yang memanggil Aleena.

"Al, cepet banget ilangnya," keluh Nora. Nora belum menyadari jika didepan Aleena sedang ada Evan.

Hingga Nora melihat ke arah yang dituju oleh mata Aleena. Yang bahkan tak bergeming ketika ia datang dan mengeluh.

Mata Nora terbuka lebar, tubuhnya menegang, Nora tak menyangka jika Aleena benar-benar menghampiri pria itu. Apakah perkataan Aleena yang menginginkan Evan juga sungguhan?

"Maaf, apa kita pernah ketemu sebelumnya?" balas Evan.

Posisi berdiri Evan saat itu juga membuat fokus Aleena teralihkan. Dia berdiri sambil memasukan satu tangannya ke saku celana. Itu sangat mengambil perhatian, wajah menawan, tubuh yang indah, dan gestur tubuh yang menarik, sungguh mempesona.

Chasing Idol [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang