[Chasing Idol]
"Senyumnya Mungkin Singkat, Tapi Meninggalkan Jejak Di Hati, Seakan Waktu Berhenti Hanya Untuk Menunggu Perasaan Itu Tumbuh."
...
Aleena buru-buru keluar karena Evan telah tiba. Ini adalah kencan pertama Aleena dengan Evan, ia tak ingin membuat Evan menunggu lama di luar sana. Maka dari itu Aleena berlari dengan terburu-buru ke luar rumah.
Tetapi ketika sedang berjalan dengan begitu terburu-buru, Aleena mendapatkan sebuah pesan. Langkah Aleena terhenti karena notifikasi pesan itu. Karena Aleena mengira itu mungkin saja pesan dari Evan. Ketika pesan dibuka, ekspresi wajah Aleena berubah drastis.
Pesan itu dikirimkan oleh Aldo. Masa lalu yang terus-terusan menghantui kehidupan Aleena dari hari kehari. Sudah dua bulan sejak Aleena mengancam Aldo agar tidak menghubunginya lagi. Tetapi pria itu malah kembali mengirimkan pesan.
"Bikin rusak mood aja," gumam Aleena. Ia tak ingin harinya rusak karena sebuah pesan tak penting. Aleena menganggap pesan itu tak pernah ada.
Ketika langkah Aleena sampai di gerbang, sebelum melangkah keluar, Aleena merapikan dulu rambut dan pakaiannya. Pokoknya Aleena harus terlihat sempurna di depan Evan. Setelah merasa sudah cukup ok dengan penampilannya, barulah Aleena melangkah keluar gerbang.
Saat itu Evan sedang berdiri dengan bersandar pada pintu depan mobilnya. "Berdiri aja ganteng banget... hah...," benak Aleena. Helaan nafas panjang yang Aleena lakukan karena merasa gemas dengan pemandangan indah yang sedang ia lihat.
"Evan," panggil Aleena sambil melangkah mendekat.
Evan berdiri tegak, memandang Aleena yang datang mendekati dirinya.
"Hi," sapa Evan, canggung.
"Hi," balas Aleena, dengan senyuman canggung juga. Walau begitu, Evan tak bisa melihat bahwa hati Aleena sedang berbunga-bunga.
"Masuk," kata Evan. Aleena mengangguk pelan.
Tidak seperti pasangan yang mana pria akan membukakan pintu untuk wanitanya, tentu saja Aleena membuka pintu untuk dirinya sendiri. Aleena sedikit kesal karena fakta itu. Tetapi ia menerima dengan lapang dada karena itu hanyalah masalah waktu baginya.
Mobil Evan melaju. Selama perjalanan itu, Aleena terus berpikir pembicaraan apa yang bisa ia lakukan saat ini. Hingga Aleena memulainya dari hal dasar.
"Evan, makasih udah mau temenin aku nonton pertandingan," kata Aleena.
Evan mengangguk pelan lalu berkata, "mumpung lagi free."
Setelah itu Aleena kembali bingung untuk berkata apa lagi. Yang Aleena bisa lakukan hanya mencuri-curi pandang. Anehnya, walau Aleena beberapa kali melihat ke arah Evan, pria itu tak membalas pandangan Aleena. Sekedar memastikan bahwa dirinya sedang dipandangi.
Seharusnya Evan setidaknya melihat ke arah Aleena walau sekali. Itu yang Aleena ketahui melalui drama. Hingga membuat Aleena berpikir, "jangan-jangan dia udah punya pacar? Aduh... harusnya aku pastiin dulu sebelum sejauh ini."
Setelah berpikir begitu, Aleena malah berkata lagi dalam benaknya, "tapi selama belum nikah bukannya gapapa yah ditikung. Tapi kasian ceweknya, masa aku jadi pelakor sih. Haduh, tau deh."
Batin Aleena benar-benar bergejolak. Di kencan pertama yang tidak resmi ini, Aleena sudah memikirkan banyak hal.
Selama perjalanan, Aleena dan Evan hanya bicara masing-masing satu kalimat. Hingga keduanya sampai di tempat pertandingan bola. Tempat pertandingan itu sudah ramai di datangi. Bahkan banyak tenant yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman yang membuat tempat di depan studio itu ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chasing Idol [END]
Romance[Mencintai dan Mengejermu Secara Ugal-ugalan] . Aleena Balleza adalah sosok yang sempurna, cantik, pintar, dan berpendirian kuat. Prestasinya yang gemilang dan pesonanya membuat banyak pria terpikat, hingga ia menetapkan satu prinsip: pria yang meng...
![Chasing Idol [END]](https://img.wattpad.com/cover/377969069-64-k619068.jpg)