3| Teman Yang Tersembunyi

14 6 0
                                        

[Chasing Idol by SADNESS SECRET]

"Ada Sesuatu Tentang Kehadiranmu Yang Membuat Segalanya di Sekitarku Terlihat Lebih Terang."

...

Aleen dan Nora melihat ke arah pria dengan pakaian serba hitam, yang sedang duduk dengan tenang sambil membaca buku.

Tatapan Aleena tak bisa berpaling selama beberapa saat. Terlalu berat untuk mengalihkan pandangan dari objek yang indah dan mendamaikan itu.

"Al, ayok," gumam Nora, ia lalu menarik tangan Aleena agar masuk. Jika tidak, entah berapa lama Aleena akan berdiri melamun disana.

Kedua sahabat itu kemudian duduk di tempat yang lumayan jauh dari tempat Evan duduk. Bahkan berbeda sisi. Aleena juga duduk di barisan yang sedikit lebih atas.

Aleena menopang wajahnya dengan lengan. Melihat ke arah Evan sambil menunjukan ekspresi gemes. Seperti rasanya ingin sekali duduk di sebelah pria itu tetapi Aleena menahan diri untuk tidak melakukannya. Kemarin ia baru saja meminta nomor telepon Evan dan tidak diberikan. Jika sekarang juga tiba-tiba langsung mendekat, apa tidak akan disamakan dengan penguntit?

"Ternyata kita satu jurusan, jodoh emang ga kemana," batin Aleena.

Nora yang melihat tingkah Aleena yang terus melihat Evan hanya bisa menerima kenyataan bahwa sahabatnya sedang dikuasai oleh cinta yang entah sedalam apa.

"Gitu banget ngeliat nya," gumam Nora, menyenggol lengan Aleena.

Wajah Aleena berbalik melihat Nora. Dengan bibir yang bertekuk ringan dan alis sedikit mengernyit, Aleena menunjukan ekspresi ragu, cemas, dan seperti sedang mencari sesuatu yang hilang. Nora tak begitu paham perasaan Aleena dibalik ekspresi yang ia tunjukan.

"Dia sesuai banget sama tipe ideal aku," ucap Aleena dengan bibir cemberut dan wajah melas.

"Serius? Suka beneran?" balas Nora, tak percaya.

Aleena mengangguk dengan cepat.

"Bukannya kamu ahli dalam hal percintaan. Deketin aja langsung," ucap Nora.

"Ra, deketin seseorang itu ada tekniknya. Ga bisa langsung to the point bilang suka. Kalau ditolak kan aku bisa patah hati," kata Aleena, dengan suara dramatis.

"Terus gimana?" ujar Nora.

"Aku bakal deketin dia dengan cara yang elegan," jawab Aleena dengan mata berapi-api yang penuh ambisi. Sepertinya tekadnya untuk mendekati Evan sudah bulat.

Beberapa saat kemudian, Aleena yang masih melihat Evan walau dari kejauhan yang bahkan Evan tak tau, seseorang yang tak asing untuk Aleena masuk ke dalam ruangan. Wajah tak asing itu membuat Aleena bingung dengan kehadirannya di kelas itu.

"Ryan?" gumam Aleena dengan wajah kaget. Mata dan mulutnya sama-sama terbuka dengan lepar.

Nora segera melihat ke arah Ryan, sosok yang juga ia kenali. Keberadaan Ryan di kelas itu membuat pertanyaan besar muncul di benak Aleena. Itu karena Ryan mengambil jurusan Digital Business berbeda dari Aleena dan Nora. Tetapi Ryan malah masuk ke kelas tersebut yang jelas adalah mata kuliah yang ada di jurusan Aleena dan Nora.

"Kok dia ada disini?" ucap Aleena.

"Apa karena ini mata kuliah dasar yah, jadi masih umum. Jurusan lain jadi punya mata kuliah yang sama deh," jelas Nora.

"Yah..., berarti belum tentu sekelas bareng Evan dong di mata kuliah lain karena beda jurusan." Wajah Aleena langsung memelas. Persentase satu jurusan dengan Evan berkurang setengah persen.

Chasing Idol [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang