26| Hidup Dengan Kenyataan

12 7 2
                                        

[Chasing Idol by SADNESS SECRET]

"Melihatmu Dengannya Adalah Pengingat Pahit Bahwa Terkadang Hati Memilih Orang Yang Tak Mungkin Dimiliki."

...

Aleena dan Ryan lalu pergi bersama ke taman kota menggunakan mobil milik Ryan. Saat tiba di sana, ternyata Evan juga baru saja tiba. Jadi mereka bertiga berpapasan saat berjalan keluar dari parkiran.

"Van," panggil Ryan.

"Ryan, Aleena," balas Evan sambil melihat satu persatu ke arah mereka. Ekspresi Aleena yang canggung jadi membuat Evan ikut canggung. Membawa Ryan bersama ke sana adalah keputusan yang tepat.

Mereka bertiga lalu berlari bersama-sama. Dengan posisi sejajar, yang mana Ryan yang menjadi penengah. Semua berjalan baik hingga mereka selesai berolahraga.

Ryan menawarkan makan bersama. Tetapi hanya makanan ringan yang sehat. Kemudian Ryan bertanya kepada Aleena dan Evan, mereka ingin makan apa.

"Salad sayur?" saran Evan.

"Apa aja asalkan ga ada daun bawangnya," ucap Aleena.

"Ga mungkin lah gue kasi makan lo itu," ujar Ryan sambil mengelus kepala Aleena dengan tawa yang lebar.

Setelah berunding sudah diputuskan jika mereka hanya akan pergi untuk minum jus buah. Karena Evan paling mengetahui kawasan taman kota itu, jadi ia lah yang memimpin jalan. Aleena dan Ryan begitu asik mengobrol. Mereka berdua bercanda ria sepanjang perjalanan. Sementara Evan hanya diam menikmati gurauan Aleena dan Ryan.

Ryan mungkin tak menyadari ada keanehan di antara Aleena dan Evan. Aleena yang biasanya selalu mencari alasan agar bisa menarik perhatian Evan untuk berbincang sekarang tak dilakukan lagi. Bahkan tak ada pembicaraan apapun antara Evan dan Aleena sejak mereka bertemu.

Di tengah perjalanan, seorang laki-laki menghadang mereka bertiga. Tetapi matanya melihat ke arah Aleena.

"Givan?" panggil Ryan.

"Hi, Ryan," balas Givan tanpa melihat ke arah Ryan. Matanya masih menatap ke arah Aleena.

"Aleena, apa kabar?" tanya Givan.

Aleena yang awalnya memandang ke arah lain kini menatap balik ke arah Nando. "Baik," jawab Aleena.

"Al, kamu tau kan kalau perasaan aku ga pernah berubah buat kamu," kata Givan.

Saat Givan bicara begitu, Aleena melirik ke arah Evan dan Ryan. Aleena takut Givan akan melakukan sesuatu yang sering ia lakukan kepada Aleena di depan Ryan dan Evan. Jadi Aleena menarik tangan Givan menjauhi tempat itu.

Setelah berada jauh, yang dipastikan bahwa Ryan dan Evan tak akan bisa mendengar ucapan mereka berdua. Seperti yang Aleena inginkan.

"Al, perasaan aku ga pernah berubah buat kamu. Aku masih belum dapat alasan kenapa dulu kamu putusin aku. Aku ngerasa kita baik-baik aja, jadi hubungan kita ga bisa berakhir gitu aja," ucap Givan.

"Hubungan ga berakhir karena masalah aja. Kita ga cocok. Kamu ga akan bisa bahagia sama aku," balas Aleena.

"Aku bahagia sama kamu Al. Buktinya sampai sekarang aku ga bisa lupain kamu, aku masih sayang sama kamu, dan aku masih berharap kita balikan kayak dulu lagi," balas Givan.

"Tapi aku yang ga bisa. Maaf banget, tapi perasaan aku buat kamu ga ada," kata Aleena dengan raut wajah serius.

"Jadi kita ga harapan?" tanya Givan. Aleena lalu menggelengkan kepalanya. Mereka kemudian berpisah di sana. Givan pergi, dan Aleena kembali ke tempat Ryan dan Evan berada.

Chasing Idol [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang