4| Hati Yang Berbunga-bunga

9 6 0
                                        

[Chasing Idol by SADNESS SECRET]

"Perhatiannya yang datang tiba-tiba,seperti hujan di musim kemarau, membasahi hati yang lama kering, meninggalkanbekas yang tak mudah hilang"

...

Aleena begitu kaget setelah mendengar bahwa ternyata Ryan dan Evan satu sekolah saat SMA.

"Teman SMA?" tanya Aleena dengan dahi berkerut.

"Ga semua teman aku kamu kenalkan," balas Ryan sambil tersenyum.

Aleena dan Ryan sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Jadi mereka berdua sama-sama mengetahui sebagian besar teman-teman dari keduanya.

"Bisa-bisanya dia sembunyiin berlian," gumam benak Aleena.

Nora mencondongkan tubuhnya ke arah Aleena untuk membisikan sesuatu. "Kalau mereka beneran temenan berarti kesempatan kalian ketemuan jadi lebih besar."

Perkataan Nora ada benarnya juga. Kesempatan besar yang datang tanpa diduga itu membuat Aleena memikirkan sebuah rencana yang besar. Ini adalah kesempatan emas untuk lebih dekat dengan pria yang Aleena incar.

"Van, ini Aleena dan ini Nora," kata Ryan sambil menunjuk Aleena dan Nora secara bergantian.

"Salam kenal," sapa Evan.

Mata Evan yang bersinar membuat Aleena semakin kagum dengan sosoknya. Seperti rembulan di malam yang gelap. Bahkan senyuman tipisnya juga nampak indah. Aleena merasa sungguh telah menemukan sebuah berlian.

"Kita pernah ketemu di orientasi. Inget ga?" tanya Aleena.

"Ingat," jawab Evan.

Aleena lalu terdiam, ternyata pria yang ia kagumi mengingat sosoknya.Itu ada sebuah pencapaian. Tetapi ada sedikit ketakutan dalam diri Aleena. Ia takut dikira aneh karena langsung meminta nomor ponsel ketika baru pertama kali bertemu.

"Kalian ketemu di orientasi?" sela Ryan.

"Aku bukan orang aneh. Jadi kalau mau ngasih nomor aman kok," ucap Aleena. Ia bahkan tak menggubris pertanyaan dari Ryan. Bahkan Aleena tersenyum manis menghadap Evan.

Ryan dan Nora sama-sama terkejut mendengar perkataan Aleena yang ternyata meminta nomor ponsel Evan. Sementara Evan yang menjadi tokoh utamanya malah hanya terdiam dengan wajah tanpa ekspresi. Walaupun Aleena sedang menatapnya dengan manis.

Nora bahkan tak percaya jika sahabatnya sampai meminta nomor ponsel pria yang baru ia temui. Bahkan belum saling mengenal.

"Al, aku laper. Ayo makan," timpal Nora.

Nora langsung meraih tangan Aleena dan menariknya pergi. "Eh..." rintih Aleena bingung. Matanya masih melihat Evan walau sedang ditarik oleh Nora.

"Dia minta nomor lo pas pertama kali ketemu?" tanya Ryan, penasaran.

"Iya," jawab Evan.

Telapak tangan Ryan mencengkram pundak Evan dengan erat. "Jangan deketin dia. Dia agak..." Ryan membuat garis miring di dahinya.

***

"Nora, lepasin," jerit Aleena. Nora kemudian melepaskan pegangan tangannya karena merasa sudah berjalan cukup jauh.

"Al, kamu beneran minta nomornya?" keluh Nora.

"Ra, aku Cuma mau menjalin hubungan yang baik antar mahasiswa. Bangun koneksi," jawab Aleena.

"Kalau kamu dikira orang aneh gimana? Yang ada kamu gagal sebelum mulai," balas Nora.

"Di dalam kamu Aleena Ballezza ga ada kata gagal," tegas Aleena. "Lebih baik kamu bantuin aku biar bisa makin deket sama Evan. Kasi saran," lanjut Aleena.

Chasing Idol [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang